العنكبوت (Al-'Ankabut)
Per AyatMushaf
فَاِذَا
maka apabila
رَكِبُوْا
mereka naik
فِى
di dalam/di atas
الْفُلْكِ
perahu
دَعَوُا
mereka berdo'a
اللّٰهَ
Allah
مُخْلِصِيْنَ
dengan ikhlas
لَهُ
kepada-Nya
الدِّيْنَ
ketaatan/agama
ەۚ
فَلَمَّا
maka tatkala
نَجّٰىهُمْ
Dia menyelamatkan mereka
اِلَى
sampai
الْبَرِّ
darat
اِذَا
tiba-tiba
هُمْ
mereka
يُشْرِكُوْنَۙ
mereka mempersekutukan
﴿٦٥﴾
Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),
3405 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
65-66. Apabila orang-orang kafir naik menumpang kapal-kapal di laut, dan mereka khawatir tenggelam, mereka mengesakan Allah dan mengikhlaskan doa hanya kepadaNya dalam keadaan sulit mereka. Tatkala Allah telah menyelamatkan mereka ke daratan dan kesulitan mereka telah sirna, mereka kembali kepada kesyirikan mereka.Dengan sikap demikian ini, mereka itu telah melakukan dua hal yang saling kontradiktif; mengesakan Allah dalam kesulitan, dan menyekutukan Allah dalam kondisi nyaman. Dan perbuatan syirik mereka setelah curahan nikmat Kami pada mereka berupa keselamatan dari (mara bahaya) lautan, agar kesudahannya berwujud kekafiran terhadap kenikmatan yang telah Kami berikan kepada mereka dalam diri mereka, harta benda mereka; dan agar mereka menghabiskan kesenangan mereka di dunia ini. Lalu mereka akan mengetahui rusaknya perbuatan-perbuatan mereka dan siksaan pedih yang Allah sediakan bagi mereka di Hari Kiamat.Dalam ayat ini termuat satu peringatan keras dan ancaman bagi mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7291-surat-al-ankabut-ayat-65.html
Tafsir as-Sa'di
65-66. kemudian Allah mengharuskan kaum musyrikin dengan ketulusan mereka kepada Allah pada saat dalam keadaan sempit (kepepet) di waktu mereka mengarungi lautan dan menggunungnya gelombang, serta saat mereka sangat takut akan binasa (tenggelam), di mana mereka mengabaikan sesembahan-sesembahan mereka, dan mereka dengan tulus hanya berdoa kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Lalu, tatkala suasana sempit itu ada, -dan Allah telah menyelamatkan mereka ke daratan karena ketulusan doa mereka kepadaNYa-, ternyata mereka mempersekutukan Allah lagi dengan sembahan-sembahan yang tidak dapat menyelamatkan mereka dari kesempitan, dan tidak pula dapat menghilangkan kesulitan dari mereka. Kenapa mereka tidak menuluskan doa kepada Allah dalam kondisi lapang dan sempit, mudah dan sulit agar mereka bisa benar-benar menjadi orang-orang mukmin sejati, yang berhak mendapat pahala dariNya, diselamatkan dari azabNya.Akan tetapi, kesyirikan mereka tersebut adalah setelah Kami melimpahkan karunia kepada mereka, yaitu berupa keselamatan dari bahaya lautan agar kesudahannya adalah kufur terhadap apa yang telah kami anugerahkan kepada mereka dan memabalas nikmat dengan sikap buruk, serta agar mereka dapat sepenuhnya bersenang-senang di dunia ini, suatu kesenangan nyang tak ubahnya seperti bersenang-senangnya hewan. Mereka tidak mempunyai visi selain perut dan kemaluan mereka. “kelak mereka akan mengetahui,” di saat mereka berpindah dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat betapa dahsyatnya duka dan betapa pedihnya siksaan.
Sumber: https://tafsirweb.com/7291-surat-al-ankabut-ayat-65.html
Tafsir Al-Wajiz
65. Ketika orang-orang kafir menaiki perahu (Al-fulku digunakan untuk manamai satu perahu atau lebih) mereka memurnikan doa kepada Allah dengan penuh permohonan dan kerendah hatian, dan meninggalkan berhala dan patung. Mereka berangan-angan bahwa tidak ada yang menghilangkan kesusahan dan beban kecuali Allah سبحانه وتعالى.Saat Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, mereka kembali kepada kesyirikan dan berdoa kepada selain Allah سبحانه وتعالى. {Idza} adalah huruf yang menunjukkan secara langsung hasil dari sesuatu setelahnya sebagai akhir dari sesuatu sebelumnya
Sumber: https://tafsirweb.com/7291-surat-al-ankabut-ayat-65.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 64-66 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kehinaan, kefanaan dan berakhirnya dunia, bahwa dunia itu tidak kekal, dan kehidupan dunia itu tidak lain hanya senda gurau dan main-main (Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan) yaitu kehidupan abadi yang sebenarnya yang tidak ada kefanaan, bahkan kehidupan akhirat terus berlangsung selamanya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (kalau mereka mengetahui) yaitu sungguh mereka lebih memilih sesuatu yang kekal daripada sesuatu yang fana. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang keadaan orang-orang musyrik ketika mereka terjepit, maka mereka berdoa hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, kenapa hal ini tidak mereka lakukan selamanya? (Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya) sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling) (Surah Al-Isra’: 67).Di sini Allah berfirman: (maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah)) Firman Allah سبحانه وتعالى: (agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran)) Lam ini menurut mayoritas ulama bahasa Arab, ulama tafsir dan ulama ushul fiqh sebagai lam al-'aqibah, karena mereka tidak bermaksud demikian, dan tidak diragukan lagi makna ini memang demikian menurut mereka.Tetapi jika sesuai dengan takdir dan ketentuan Allah atas mereka untuk itu, maka itu adalah lam ta'lil. Telah kami sebutkan pembahasan hal ini dalam firman Allah سبحانه وتعالى. (yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka) (Surah Al-Qashshash: 8)
Sumber: https://tafsirweb.com/7291-surat-al-ankabut-ayat-65.html
Informasi
Surat
العنكبوت (Al-'Ankabut)
Laba-Laba — 69 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
65 dari 69 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 404
Ruku
Ruku 348
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 81 (161/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3405 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-29