العنكبوت (Al-'Ankabut)

Per AyatMushaf
اَوَلَمْ
ataukah tidak
يَرَوْا
mereka perhatikan
اَنَّا
bahwasanya Kami
جَعَلْنَا
Kami telah menjadikan
حَرَمًا
tanah suci
اٰمِنًا
aman
وَّيُتَخَطَّفُ
dan rampok-merampok
النَّاسُ
manusia
مِنْ
dari/di
حَوْلِهِمْۗ
sekitar mereka
اَفَبِالْبَاطِلِ
apakah maka dengan yang batil
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
وَبِنِعْمَةِ
dan dengan nikmat
اللّٰهِ
Allah
يَكْفُرُوْنَ
mereka kafir/ingkar
﴿٦٧﴾
Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?
3407 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Tidakkah orang-orang kafir Makkah melihat bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikan Makkah sebagai kota suci yang aman bagi mereka, yang para penduduknya merasa aman dengan jiwa-jiwa dan harta mereka, sedang orang-orang sekitar mereka yang diluar kota suci mengalami ancaman-ancaman dan tidak merasa aman? Apakah mereka justru meyakini keyakinan yang syirik, sedang dengan kenikmatan Allah yang telah mengistimewakan mereka dengannya, mereka mengingkarinya, tidak beribadah kepadaNya semata tanpa menyembah selainNya?

Sumber: https://tafsirweb.com/7293-surat-al-ankabut-ayat-67.html

Tafsir as-Sa'di

67. kemudian Allah menyebutkan karuniaNya terhadap mereka berupa tanah haram yang aman, dan bahwa sesungguhnya mereka adalah para penduduknya yang berada dalam suasana aman, lapang dan penuh rizki, sementara masyarakat yang berada di sekitarnya (di luar tanah haram) selalu dirampok dan merasa cemas. Lalu mereka tidak menyembah tuhan yang telah memberi mereka makan (sehingga bebas) dari kelaparan dan menentramkan mereka dari rasa takut? “maka mengapa mereka masih percaya kepada yang batil,” yaitu kesyirikan yang mereka anut, perkataan dan berbagai perbuatan yang batil (palsu), “dan kepada nikmat Allah,” mereka “ingkar” ke mana akal pikiran mereka pergi? Dan htai nurani mereka hilang?Mereka lebih mementingkan kesesatan daripada hidayah, kebatilan daripada kebenaran, dan kesengsaraan daripada kebahagiaan; di mana dan kapan saja mereka berada, maka mereka adalah manusia yang paling zhalim.

Sumber: https://tafsirweb.com/7293-surat-al-ankabut-ayat-67.html

Tafsir Al-Wajiz

67. Apakah orang-orang kafir Quraisy itu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Kami menciptakan tanah Mekah ini sebagai tanah yang suci dan aman bagi jiwa dan harta (mereka). Orang-orang di sekitar mereka dirampok dengan dibunuh, disandera dan dicuri.Apakah terhadap kebatilan (yaitu berhala atau setan) mereka akan beriman setelah tampaknya hujjah atas mereka dan mengingkari nikmat Allah, sehingga (awalnya) mereka tidak menyekutukan Tuhan mereka yang memberi nikmat lalu menyekutukanNya dengan tuhan lainnya? Ibnu Abbas berkata: “Orang-orang musyrik berkata: “Wahai Muhammad, Tidak ada yang mencegah kami untuk memasuki agamamu kecuali kami khawatir ditawan orang-orang karena jumlah kami sedikit sedangkan bangsa Arab lebih banyak daripada kami”

Sumber: https://tafsirweb.com/7293-surat-al-ankabut-ayat-67.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 67-69 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang nikmatNya kepada orang-orang Quraisy dalam apa yang Dia sediakan untuk mereka berupa tanah suciNya yang Dia jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di dalamnya maupun di padang pasir. (Barang siapa yang memasukinya, maka amanlah dia) jadi mereka berada dalam keamanan yang agung. Sedangkan orang-orang Arab di sekitar mereka saling merampok satu sama lain dan saling membunuh satu sama lain, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Karena kebiasaan orang-orang Quraisy (1) (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (2) Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah) (3) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan (4)) (Surah Quraisy) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?) yaitu apakah rasa syukur mereka atas nikmat-nikmat yang agung itu dilakukan dengan menyekutukanNya dan menyembah berhala-berhala dan tandingan-tandingan. (mereka menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?) (Surah Ibrahim: 28) Mereka mengingkari nabi, hamba, dan Rasul Allah, padahal yang patut mereka lakukan adalah memurnikan penyembahan hanya kepada Allah, tidak menyekutukanNya, membenarkan RasulNya, mengagungkan, dan menghormatinya.Tetapi mereka mendustakannya, memeranginya, dan mengusirnya dari kalangan mereka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya) yaitu, tidak ada seorangpun yang lebih keras hukumannya daripada orang-orang yang membuat kedustaan terhadap Allah, dengan berkata bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadanya, (padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah") (Surah Ibrahim: 28) Demikian juga tidak ada seorang pun yang lebih keras hukumannya daripada orang yang mendustakan kebenaran ketika kebenaran itu datang kepadanya.Orang yang pertama adalah orang yang membuat-buat kebohongan, dan orang kedua adalah orang yang mendustakan kebenaran. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami) yaitu Rasulullah ﷺ, para sahabatnya, dan para pengikutnya sampai hari kiamat (benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami) yaitu Kami benar-benar akan memperlihatkan kepada mereka jalan-jalan Kami yaitu jalan Kami di dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7293-surat-al-ankabut-ayat-67.html

Informasi

Surat

العنكبوت (Al-'Ankabut)

Laba-Laba — 69 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

67 dari 69 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 404

Ruku

Ruku 348

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 81 (161/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3407 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-29