الرّوم (Ar-Rum)
Per AyatMushaf
اَوَلَمْ
ataukah tidak
يَسِيْرُوْا
mereka berjalan
فِى
di
الْاَرْضِ
muka bumi
فَيَنْظُرُوْا
lalu mereka memperhatikan
كَيْفَ
bagaimana
كَانَ
adalah
عَاقِبَةُ
akibat
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
مِنْ
dari
قَبْلِهِمْۗ
sebelum mereka
كَانُوْٓا
adalah mereka
اَشَدَّ
sangat/lebih
مِنْهُمْ
daripada mereka
قُوَّةً
kekuatan
وَّاَثَارُوا
dan mereka meninggalkan bekas/mengolah
الْاَرْضَ
muka bumi
وَعَمَرُوْهَآ
dan mereka memakmurkannya
اَكْثَرَ
lebih banyak
مِمَّا
daripada apa
عَمَرُوْهَا
mereka memakmurkannya
وَجَاۤءَتْهُمْ
dan telah datang kepada mereka
رُسُلُهُمْ
rasul-rasul mereka
بِالْبَيِّنٰتِۗ
dengan bukti-bukti nyata
فَمَا
maka tidak
كَانَ
adalah
اللّٰهُ
Allah
لِيَظْلِمَهُمْ
menganiaya mereka
وَلٰكِنْ
akan tetapi
كَانُوْٓا
adalah mereka
اَنْفُسَهُمْ
diri mereka
يَظْلِمُوْنَۗ
mereka menganiaya
﴿٩﴾
Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.
3418 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang yang mendustakan Allah sekaligus melalaikan kehidupan akhirat tersebut tidak berjalan di muka bumi untuk merenungkan dan memperhatikan, sehingga mereka bisa menyaksikan bagaimana balasan yang diterima oleh umat-umat yang mendustakan para utusan Allah seperti kaum Ad dan Tsamud? Mereka lebih kuat tubuhnya daripada orang-orang kafir tersebut, lebih mampu untuk menikmati kehidupan di muka bumi, sebab mereka telah menggarap tanah dan bercocok tanam di muka bumi, membangun dan menempati istana-istana. Mereka lebih memakmurkan dunia mereka daripada orang-orang Makkah memakmurkan dunia mereka, namun pemakmuran mereka dan lamanya waktu yang mereka miliki tidak berguna bagi mereka.Para rasul mereka datang kepada mereka dengan membawa hujjah-hujjah yang nyata dan bukti-bukti yang kuat, lalu mereka mendustakan para rasul, akibatnya Allah membinasakan mereka, Allah tidak menzhalimi mereka dengan pembinasaan tersebut, akan tetapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri mereka dengan kesyirikan dan kemaksiatan.
Sumber: https://tafsirweb.com/7373-surat-ar-rum-ayat-9.html
Tafsir as-Sa'di
9. kekafiran tersebut dilakukan tanpa landasan dalil. Sebaliknya, dalil-dalil yang pasti membuktikan kepastian kebangkitan (sesudah kematian) dan pembalasan. Maka dari itu Allah mengingatkan mereka supaya berjalan di muka bumi ini dan memperhatikan akibat buruk yang menimpa orang-orang yang telah mendustakan para Rasul dan menyalahi perintah mereka, yaitu mereka adalah orang-orang yang lebih kuat daripada mereka dan lebih banyak pengelolaannya di bumi ini, seperti pembangunan istana, pabrik-pabrik, menanam pohon-pohon, bercocok tanam dan mengadakan pengairan sungai, namun kekuatan mereka itu sama sekali tidak dapat menolong mereka, dan kejayaan mereka tidak berguna bagi mereka saat mereka mendustakan para rasul yang datang kepada mereka dengan mukjizat-mukjizat yang membuktikan yang haq dan kebenaran apa yang mereka bawa.Sesungguhnya ketika mereka memperhatikan jejak mereka (orang-orang yang telah mendustakan para rasul itu) maka mereka tidak menjumpai kecuali umat-umat yang telah binasa, manusia-manusia yang telah musnah, puing-puing rumah peninggalan mereka yang sepi. Dan suatu cercaan dari manusia (yang datang berikutnya) terhadap mereka terus berlanjut. Ini adalah balasan yang disegerakan, sebagai contoh bagi pembalasan ukhrawi dan permulaannya.Semua bangsa yang dibinasakan itu sama sekali tidak dizhalimi oleh Allah dengan pembinasaan tersebut, melainkan sebenarnya merekalah yang telah menzhalimi diri mereka sendri dan telah melakukan sebab-sebab dalam kebinasaan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7373-surat-ar-rum-ayat-9.html
Tafsir Al-Wajiz
9. Kenapa mereka tidak melakukan perjalanan dengan melakukan pengamatan dan mengambil pelajaran? Sehingga mereka menyaksikan bagaimana takdir kaum-kaum sebelum mereka yang dihancurkan oleh Allah akibat kekufuran mereka terhadap Allah dan pendustaan mereka terhadap para rasul.Mereka lebih kuat dari penduduk Mekah, seperti kaum ‘Aad dan Tsamud. Mereka membajak tanah dan menutupinya untuk ditanami. Mereka juga membuat bangunan-bangunan, kegiatan cocok tanam dan pertanian yang lebih banyak daripada yang dibuat oleh orang-orang Mekah itu, karena mereka memiliki umur panjang dan badan kuat.Telah datang kepada mereka para rasul dengan membawa mukjizat yang menunjukkan mereka pada kebenaran, namun mereka tidak beriman, kemudian Allah menghancurkan mereka. Allah tidak menzalimi mereka dengan memberi azab karena dosa. Akan tetapi mereka menzalimi diri mereka dengan mengingkari Allah dan mendustakan para RasulNya.Ini menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى mengazab mereka akibat kezaliman dan kemaksiatan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7373-surat-ar-rum-ayat-9.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 8-10 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan untuk merenungkan makhluk-makhlukNya yang menunjukkan atas keberadaan dan kekuasaan Allah yang menciptakan semua itu sendiri, dan bahwa tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?) yaitu menggunakan akal untuk memikir, merenungkan, dan memperhatikan ciptaan Allah, dari alam atas, alam bawah, dan semua makhluk yang ada di antara keduanya yang beragam jenis dan macamnya. Sehingga mereka mengetahui bahwa semua itu diciptakan Allah bukan sia-sia dan main-main, namun dengan kebenaran dan mempunyai batas waktu sampai waktu yang ditentukan yaitu hari kiamat.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan (hari) pertemuan dengan Tuhannya) Kemudian Allah mengingatkan mereka atas kebenaran para rasulNya dalam menyampaikan apa yang mereka terima dariNya dengan mukjizat-mukjizat dan dalil-dalil yang jelas berupa kebinasaan orang-orang yang kafir terhadap mereka, dan keselamatan orang-orang yang membenarkan mereka. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi) yaitu menggunakan pemahaman, akal, dan pemikiran mereka, serta pendengaran mereka tentang kisah-kisah umat-umat terdahulu. Oleh karena itu Allah berfirman (dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka?Orang-orang itu adalah lebih kuat daripada mereka (sendiri)) yaitu umat-umat dan generasi-generasi terdahulu lebih kuat daripada kalian, wahai orang-orang yang diutus kepada mereka nabi Muhammad ﷺ; bahkan mereka itu lebih banyak harta dan anak-anaknya. Tidaklah yang diberikan kepada kalian itu sepersepuluh dari apa yang diberikan kepada mereka. Mereka sempat membangun dunia dengan bangunan-bangunan yang tinggi-tinggi dan meramaikan dunia lebih ramai dan lama, bahkan mereka mengolahnya jauh lebih banyak daripada apa yang kalian olah.Sekalipun dengan semua ini, ketika datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti, mereka berbangga diri dengan apa yang diberikan kepada mereka. Maka Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka. dan tidak ada seorang pun yang dapat melindungi mereka dari azab Allah. Harta dan anak-anak mereka tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah.Semua itu tidak dapat melindungi mereka sedikitpun bahkan seberat dzarrah dari azab Allah. Allah sama sekali tidak menganiaya mereka dengan menimpakan azab dan pembalasanNya atas mereka itu. (akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri) yaitu, apa menimpa diri mereka itu hanya akibat diri mereka sendiri, dimana mereka mendustakan dan memperolok-olok ayat-ayat Allah. Hal itu tidak lain karena dosa-dosa mereka sendiri yang telah lalu berupa mendustakan para rasul.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya (10)) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat (110)) (Surah Al-An'am) Berdasarkan hal ini maka kata (as-suu’a) itu manshub sebagai maf'ul dari kata (asa’u).Dikatakan bahwa makna firmanNya: (Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk) yaitu azab yang buruk adalah disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya. Berdasarkan hal ini maka kata (as-suu’a) manshub menjadi khabar kana. Ini merupakan pendapat Ibnu Jarir.Dia menukil ini dari Ibnu Abbas dan Qatadah. Dan itu adalah pendapat yang lebih jelas (Hanya Allah yang lebih Mengetahui) berdasarkan firmanNya: (dan mereka selalu memperolok-oloknya)
Sumber: https://tafsirweb.com/7373-surat-ar-rum-ayat-9.html
Informasi
Surat
الرّوم (Ar-Rum)
Romawi — 60 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
9 dari 60 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 405
Ruku
Ruku 349
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 81 (162/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3418 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-30