الرّوم (Ar-Rum)

Per AyatMushaf
بَلِ
bahkan/tetapi
اتَّبَعَ
mengikuti
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
ظَلَمُوْٓا
(mereka) zalim
اَهْوَاۤءَهُمْ
hawa nafsu mereka
بِغَيْرِ
dengan tidak (tanpa)
عِلْمٍۗ
ilmu pengetahuan
فَمَنْ
maka siapakah
يَّهْدِيْ
memberi petunjuk
مَنْ
orang
اَضَلَّ
menyesatkan
اللّٰهُ
Allah
ۗوَمَا
dan tidaklah
لَهُمْ
bagi mereka
مِّنْ
orang
نّٰصِرِيْنَ
seorang penolong
﴿٢٩﴾
Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.
3438 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Akan tetapi orang-orang musyrik itu mengikuti hawa nafsu mereka dengan bertaklid kepada nenek moyang mereka tanpa ilmu, sehingga mereka dengan leluhur mereka sama-sama bodoh dan sesat. Tiada yang mampu memberi petunjuk kepada siapa yang disesatkan oleh Allah karena kegigihannya dalam kekafiran dan penentangan. Mereka juga tidak memiliki penolong-penolong yang akan membebaskan mereka dari azab Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/7393-surat-ar-rum-ayat-29.html

Tafsir as-Sa'di

29. apabila sudah diketahui dari perumpamaan di atas bahwa orang yang mengambil sekutu dari selain Allah yang ia sembah dan bertawakal kepadanya dalam segala urusannya, maka ia sama sekali tidak memiliki kebenaran. Apa gerangan yang telah membuat mereka lancang melakukan perkara yang batil (palsu) yang sangat jelas kepalsuannya, sudah tampak buktinya? Yang membuat mereka melakukan semua itu adalah sikap menurut hawa nafsu.Maka dari itu Allah berfirman ”tetapi orang-orang yang zhalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan,” mereka diseret oleh nafsu mereka yang lemah itu, yang dari kelemahannya tampak apa yang disukai oleh hawa nafsunya, suatu perkara yang diyakini secara pasti akan kesesatannya oleh akal, dan ditolak oleh fitrah tanpa dilandasi ilmu yang menunjukkan mereka padanya ataupun Burhan (argument) yang membimbing mereka kepadanya, “maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah?” maksudnya, jangan heran akan ketiadaan hidayah mereka, karena sesungguhnya mereka disesatkan oleh Allah karena kezhaliman mereka; dan tidak ada jalan untuk memberi hidayah kepada orang yang disesatkan Allah, karena tidak ada seorang pun yang dapat melawan Allah atau merampas kerajaanNya. “dan tiadalah bagi mereka seorang penolong pun,” yang bisa menolong mereka saat keputusan azab diputuskan terhadapnya, dan terputuslah semua hubungan dan ikatan dari mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/7393-surat-ar-rum-ayat-29.html

Tafsir Al-Wajiz

29. Tetapi (Bal adalah huruf untuk berpindah dari satu kalam ke kalam lain) orang-orang zalim itu mengikuti hawa nafsu mereka dengan melakukan kesyirikan dan meniru leluhur mereka tanpa tahu bahwa mereka itu berada dalam kesesatan. Tidak ada satupun orang yang mampu memberi petunjuk bagi orang yang disesatkan oleh Allah karena terus melakukan kekufuran dan keras kepala.Tidak ada bagi mereka penolong yang membebaskan mereka dari kesesatan dan tidak pula dari (azab) Allah سبحانه وتعالى.

Sumber: https://tafsirweb.com/7393-surat-ar-rum-ayat-29.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 28-29 Ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah tentang orang-orang musyrik yang menyembah tuhan lain bersamaNya dan menjadikan sekutu-sekutu bagiNya, padahal mereka mengakui bahwa sekutu-sekutu yang terdiri dari berhala dan tandingan-tandingan itu juga hamba-hambaNya dan milikNya, sebagaimana mereka berkata dalam talbiyah mereka,"Aku penuhi seruanMu, tidak ada sekutu bagiMu melainkan yang menjadi milikMu, sedangkan sekutu itu tidak memiliki" Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri) yaitu yang kalian saksikan dan pahami dari diri kalian sendiri (Apakah ada di antara hamba sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu) yaitu seseorang di antara kalian tidak rela jika mempunyai sekutu dari hamba sahayanya untuk harta miliknya. Dia dan sekutunya sama-sama mempunyai hak yang sama pada hal itu (kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri?) yaitu, kalian takut jika mereka berbagi harta dengan kalian. Abu Mijlaz berkata bahwa sesungguhnya budakmu tidak takut jika berbagi denganmu dalam hartamu, dimana dia tidak memiliki hak atas harta itu.Begitu juga Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya. Maknanya adalah seseorang dari kalian pasti tidak mau dalam hal itu, maka bagaimana bisa kalian men­jadikan bagi Allah sekutu-sekutu dari kalangan makhlukNya? Ini sebagaimana firmanNya: (Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya) (Surah An-Nahl: 62) yaitu anak-anak perempuan, dimana mereka menjadikan malaikat-malaikat yang merupakan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu berjenis perempuan, lalu mereka menjadikannya sebagai puteri-puteri Allah.Padahal seseorang dari mereka jika diberi kabar gembira (dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah (58) Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?) (Surah An-Nahl: 58,59) Mereka benci terhadap anak perempuan, tetapi mereka menjadikan para malaikat sebagai puteri-puteriAllah.Mereka menghubungkan kepada Allah apa yang tidak mereka sukai untuk diri mereka sendiri. Ini merupakan kekafiran yang paling berat. Begitu juga dalam kedudukan ini, mereka menjadikan bagiNya sekutu-sekutu dari kalangan hamba-hamba dan makhluk-makhlukNya.Padahal seseorang dari mereka menolak dengan keras hal itu, yaitu jika budak miliknya bersekutu dengannya secara sama dalam hartanya. Seandainya dia mau, maka dia berbagi harta dengan budaknya. Maha Tinggi Allah dari semua itu dengan ketinggian Maha Besar.Ketika Allah memberi peringatan dengan perumpamaan ini maka jelas kebersihan dan kesucian Allah سبحانه وتعالى dengan penjelasan yang lebih utama dan lebih kuat. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan bahwa orang-orang musyrik itu menyembah selainNya itu hanya karena kebodohan dan kurangnya akal mereka (Tetapi orang-orang yang zalim mengikuti) yaitu, orang-orang musyrik (hawa nafsunya) yaitu dalam peribadatan mereka kepada sekutu-sekutu itu (maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah?) yaitu maka tidak ada seorangpun yang dapat memberi mereka petunjuk jika Allah menyesatkan mereka (Dan tiadalah bagi mereka seorang penolong pun) yaitu tidak ada penyelamat, pelindung dan pemberi jalan keluar pun bagi mereka dari kekuasaanNya, karena sesungguhnya apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi

Sumber: https://tafsirweb.com/7393-surat-ar-rum-ayat-29.html

Informasi

Surat

الرّوم (Ar-Rum)

Romawi — 60 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

29 dari 60 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 407

Ruku

Ruku 352

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 81 (162/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3438 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-30