لقمٰن (Luqman)
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
تُتْلٰى
dibacakan
عَلَيْهِ
kepadanya
اٰيٰتُنَا
ayat-ayat Kami
وَلّٰى
dia berpaling
مُسْتَكْبِرًا
menyombongkan diri
كَاَنْ
seakan-akan
لَّمْ
tidak
يَسْمَعْهَا
dia mendengarnya
كَاَنَّ
seakan-akan
فِيْٓ
di
اُذُنَيْهِ
kedua telinganya
وَقْرًاۚ
sumbat
فَبَشِّرْهُ
maka beri kabar gembira dia
بِعَذَابٍ
dengan azab
اَلِيْمٍ
pedih
﴿٧﴾
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.
3476 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila ayat-ayat al-Qur’an dibacakan kepadanya, dia berpaling dari ketaatan kepada Allah, takabur dan tidak mengambil pelajaran, seolah-olah tidak mendengar apapun, seolah-olah telinganya tersumbat. Barangsiapa yang keadaannya seperti ini, maka sampaikanlah berita gembira kepadanya (wahai Rasul) dengan siksa yang menyakitkan di dalam api neraka pada Hari Kiamat.
Sumber: https://tafsirweb.com/7491-surat-luqman-ayat-7.html
Tafsir as-Sa'di
7. maka dari itu Allah berfirman, ”dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami,” supaya dia beriman dan tunduk patuh kepadanya, “dia berpaling dengan menyombongkan diri,” maksudnya, dia berpaling kebelakang dengan menyombongkan diri terhadapnya dan menolaknya, dan ayat-ayat itu tidak bisa masuk kedalam hatinya dan tidak pula berpengaruh padanya, akan tetapi ia membelakanginya, “seolah-olah dia belum mendengarnya,” bahkan, “seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya,” maksudnya, penutup hingga tidak ada suara yang bisa memasukinya.Orang seperti ini sama sekali tidak ada jalan untuk memberinya petunjuk. “maka berilah dia kabar gembira,” dengan sutau kabar gembira yang bisa membuat di dalam hatinya rasa sedih dan duka, dan pada raut wajahnya keburukan, kegelapan dan kemuraman, “dengan azab yang pedih,” menyakitkan hati dan badannya, yang tidak dapat diukur kadarnya dan tidak dapat diketahui betapa hebat siksaan itu. Ini adalah berita gembira untuk para pelaku kejahatan. Sungguh berita gembira seperti itu sama sekali tidak ada kenikmatannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7491-surat-luqman-ayat-7.html
Tafsir Al-Wajiz
7. Dan jika kamu bacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada pendongeng yang suka mereka-reka ini, maka dengan angkuh tanpa menghiraukan, dia akan menjauh dan berpaling, seakan akan tidak mendengarnya. Seakan akan telinganya itu tuli.Maka beritahulah dia tentang azab yang sangat menyakitkan yang pasti terjadi pada hari kiamat
Sumber: https://tafsirweb.com/7491-surat-luqman-ayat-7.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 6-7 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang berbahagia, yaitu mereka yang mendapatkan petunjuk melalui kitab Allah dan mengambil manfaat dari mendengarkannya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk (23)) (Surah Az-Zumar) Dia menghubungkannya dengan keadaan orang-orang yang celaka, yaitu mereka yang enggan mengambil manfaat dan mendengarkan kalam Allah.Mereka hanya mau mendengarkan seruling, nyanyian, lagu-lagu, dan alat-alat untuk bersenang-senang. Sebagaimana Ibnu Mas'ud berkata tentang firmanNya: (Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah) dia berkata,”Demi Allah, itu adalah nyanyian. Firman Allah: (untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah) Sesungguhnya hal itu demikian karena bertentangan dengan Islam dan para pemeluknya.Berdasarkan bacaan bahwa itu dibaca dengan difathah huruf ya’nya dan lamnya menjadi lam 'aqibah, atau lam ta'lil berdasarkan takdir Allah, yaitu Mereka telah ditetapkan demikian agar mereka berbuat demikian. Firman Allah: (dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan) Mujahid berkata bahwa dia menjadikan jalan Allah sebagai bahan olok-olokan. Qatadah berkata bahwa maknanya adalah bahwa dia menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan.Pendapat Mujahid lebih utama. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan) yaitu sebagaimana mereka memperolok-olok ayat-ayat dan jalan Allah , maka mereka dihinakan pada hari kiamat dengan azab yang kekal dan terus menerus. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya) yaitu orang yang menerima perbuatan tak berguna, main-main, dan bersenang-senang ini apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Al-Qur'an, maka dia berpaling darinya dan berpura-pura tidak mendengarnya, seakan-akan dia orang yang tuli, karena dia merasa terganggu dengan mendengarnya, karena dia tidak mau mengambil manfaat dan membutuhkan ayat-ayat itu (maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih) yaitu pada hari kiamat, azab itu akan menyakitkannya sebagaimana dia merasa sakit dengan mendengar kitab dan ayat-ayat Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/7491-surat-luqman-ayat-7.html
Informasi
Surat
لقمٰن (Luqman)
Luqman — 34 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
7 dari 34 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 411
Ruku
Ruku 355
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 82 (164/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3476 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-31