لقمٰن (Luqman)

Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
غَشِيَهُمْ
menimpa mereka
مَّوْجٌ
gelombang
كَالظُّلَلِ
seperti naungan/gunung
دَعَوُا
mereka menyeru
اللّٰهَ
Allah
مُخْلِصِيْنَ
dengan ikhlas
لَهُ
kepada-Nya
الدِّيْنَ
agama/ketaatan
ەۚ
فَلَمَّا
maka tatkala
نَجّٰىهُمْ
Dia meneyelamatkan mereka
اِلَى
sampai
الْبَرِّ
di daratan
فَمِنْهُمْ
maka diantara mereka
مُّقْتَصِدٌۗ
berlaku tengah-tengah
وَمَا
dan tidak
يَجْحَدُ
mengingkari
بِاٰيٰتِنَآ
pada ayat-ayat Kami
اِلَّا
kecuali
كُلُّ
tiap-tiap
خَتَّارٍ
orang yang tidak setia
كَفُوْرٍ
orang yang ingkar
﴿٣٢﴾
Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih.
3501 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang Musyrik naik kapal, lalu ombak mengepung kapal itu dari segala arah seperti awan dan gunung, lalu menimpa mereka rasa cemas dan takut tenggelam, mereka berdoa kepada Allah dan mengikhlaskannya untukNya semata, namun setelah Allah menyelamatkan mereka ke darat, maka diantara mereka ada yang bersikap pertengahan dengan tidak bersyukur kepada Allah secara sempurna, dan diantara mereka ada ingkar dan kafir kepada nikmat-nikmat Allah. dan tidak ada yang kafir kepada ayat-ayat dan hujjah-hujjah Kami yang menunjukkan kesempurnaan kodrat dan keesaan Kami kecuali setiap pengkhianat yang suka membatalkan perjanjian, dan pengingkar nikmat-nikmat Allah atasnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7516-surat-luqman-ayat-32.html

Tafsir as-Sa'di

32. Allah menjelaskan kondisi manusia pada saat mereka mengarungi lautan dan berkecamuknya ombak seperti gunung berada di atas mereka, yaitu mereka menuluskan doa dan ibadah hanya kepada Allah, “lalu tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan,” mereka terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok muqtashidah.Maksudnya, tidak bersukur kepada Allah dengan sempurna, malah mereka adalah orang-orang yang melakukan dosa dan zhalim terhadap diri mereka sendiri; dan satu kelompok lagi kafir terhadap nikmat Allah dan mengingkarinya. Maka dari itu, Dia berfirman, “Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang mengkhianati,” yaitu para pengkhianat. Di antara pengkhianatannya adalah bbahwa sebelumnya dia telah berjanji kepada Allah, jika Engkau menyelamatkan kami dari lautan dan kesengsaraannya, maka kami akan menjadi orang-orang yang bersyukur.Namun dia merusak janjinya dan dia tidak memenuhinya, “lagi ingkar” terhadap nikmat-nikmat Allah. Tidaklah pantas bagi orang yang telah diselamatkan oleh Allah dari kesengsaraan (kesempitan) itu melainkan tindakan penuh bersyukur atas nikmat-nikmatNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7516-surat-luqman-ayat-32.html

Tafsir Al-Wajiz

32. Apabila mereka digulung oleh ombak yang besar seperti gunung, yang menyapu mereka dari bawah mereka. Berupa gunung-gunung, atau awan dan lain-lainnya, mereka bermunajat kepada Allah dengan penuh keikhlasan, kekhusyuan dan dengan penuh kerendahan diri.Namun sesudah mereka diselamatkan sampai ke darat, mereka justru terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menepati apa yang telah mereka perjanjikan kepada Allah dengan didasari keikhlasan dalam beragama. Namun kelompok yang kedua berkhianat dan tidak menepati janji mereka.Tidak ada yang menginglngkari ayat Kami kecuali merekalah para pengkhianat yang tidak berterimakasih atas nikmat Allah kepada mereka

Sumber: https://tafsirweb.com/7516-surat-luqman-ayat-32.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 31-32 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia telah menundukkan laut agar bahtera dapat berlayar di permukaannya dengan izinNya, yaitu berkat kelembutan dan penundukanNya, karena sesungguhnya seandainya Allah tidak menciptakan kekuatan pada laut untuk menahan beban batera-bahtera dengannya, maka bahtera tidak dapat berlayar. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya) yaitu, sebagian dari kekuasaanNya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur) yaitu sabar dalam penderitaan dan bersyukur dalam kemakmuran. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung) yaitu sebagaimana gunung dan awan (mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya) sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia) (Surah Al-Isra’: 67) dan Allah سبحانه وتعالى: (Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya) (Surah Al-'Ankabut: 65).Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah kafir, seakan-akan dia menafsirkan “AL-Muqtashid” di sini sebagai ingkar, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah)) (Surah Al-'Ankabut: 65) Ibnu Zaid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah pertengahan dalam beramal.Apa yang dikatakan oleh Ibnu Zaid ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam firmanNya: (lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang berlomba dalam berbuat kebaikan) (Surah Fathir: 32) makna Al-muqtasid di sini adalah pertengahan dalam beramal.Bisa juga maknanya adalah yang ada dalam ayat ini juga. Hal ini juga termasuk dalam sikap ingkar dari orang yang menyaksikan pemandangan yang mengerikan dan kejadian yang agung serta tanda-tanda kekuasaanNya yang jelas di laut. Kemudian setelah Allah memberikan keselamatan dari bahaya itu, maka seharusnya dia merespon hal itu dengan mengerjakan amal yang sempurna, terus dalam beribadah, dan bersegera mengerjakan kebaikan.Barangsiapa yang hanya bersikap pertengahan setelah itu, maka dia termasuk dalam orang-orang yang berpikir pendek. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar) Makna “Al-khattar” adalah pengkhianat.Pendapat ini dikatakan Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan Malik, dari Zaid bin Aslam. yaitu orang yang setiap kali berjanji selalu mengkhianati janjinya. Dan “al-khatr” adalah pengkhianatan berat. Hal itu dikatakan Amr bin Ma'di Yakrib: “Dan sesungguhnya kamu bila melihat Abu Umair, maka kamu akan menyaksikan kecurangan dan pengkhianatan yang banyak” Firman Allah: (lagi ingkar) yaitu, sangat ingkar kepada nikmat-nikmat dan tidak mensyukurinya, bahkan sengaja melupakan dan tidak mengingatnya

Sumber: https://tafsirweb.com/7516-surat-luqman-ayat-32.html

Informasi

Surat

لقمٰن (Luqman)

Luqman — 34 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

32 dari 34 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 414

Ruku

Ruku 357

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 83 (165/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3501 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-31