السّجدة (As-Sajdah)

Per AyatMushaf
اَفَمَنْ
apakah maka orang
كَانَ
adalah dia
مُؤْمِنًا
orang yang beriman
كَمَنْ
seperti orang
كَانَ
adalah dia
فَاسِقًاۗ
orang yang fasik
لَا
tidak
يَسْتَوٗنَ
mereka sama
﴿١٨﴾
Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.
3521 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang yang taat kepada Allah dan RasulNya, membenarkan janji dan ancamanNYa seperti orang yang kafir kepada Allah dan utusan-utusanNya dan mendustakan Hari Kiamat? Mereka tidak sama di sisi Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/7570-surat-as-sajdah-ayat-18.html

Tafsir as-Sa'di

18. Allah mengingatkan kepada akal atas sesuatu yang telah dipastikannya, yaitu tidak ada kesamaan (antara) dua orang yang berbeda lagi bertentangan, dan bahwa sesungguhnya kebijaksanaanNya mengharuskan ketidaksamaan keduanya, seraya berfirman, “Maka apakah orang yang beriman,” yang telah menghidupkan hatinya dengan iman, dan seluruh anggota tubuhnya tunduk kepada syariat-syariatNya dan imannya menuntut jejak-jejaknya dan faktor yang mewajibkannya, yaitu meninggalkan segala hal yang dimurkai Allah, yang eksistensinya membahayakan imannya, “sama seperti orang yang fasik,” yang hatinya rusak dan kosong dari iman, tidak ada kecenderungan agama di dalamnya, sehingga seluruh anggota tubuhnya mudah mewajibkan kebodohan dan kezhaliman pada setiap dosa dan maksiat, dank arena kefasikannyaia keluar dari ketaatan kepada Rabbnya. Apakah sama dua sosok manusia ini? “Mereka tidak sama,” menurut akal maupun menurut agama, seperti tidak samanya malam dan siang, cahaya dengan kegelapan, demikian pula tidak sama balasan untuk keduanya di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7570-surat-as-sajdah-ayat-18.html

Tafsir Al-Wajiz

18. Apakah orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya itu sama seperti orang yang keluar dari keimanan dan ketaatan? Tidak, mereka tidak sama di sisi Allah pada hari kiamat.Maksudnya bahwa orang yang beriman tidak sama dengan orang fasik, keduanya adalah hal yang saling bertolak belakang. Diriwayatkan dari Walid bin Uqbah yang membanggakan diri ketika perang Badr, maka turunlah ayat ini

Sumber: https://tafsirweb.com/7570-surat-as-sajdah-ayat-18.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 18-22 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang keadilan dan kemuliaanNya, bahwa di hari kiamat Dia tidak akan menyamakan keputusanNya antara orang yang beriman kepada ayat-ayatNya, mengikuti para rasulNya, dan orang fasik, yaitu orang yang keluar dari ketaatan kepada Tuhannya dan mendustakan para rasul Allah yang diutus kepadanya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu (21)) (Surah Al-Jatsiyah) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)?Mereka tidak sama (18) yaitu di sisi Allah pada hari kiamat. (Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh) yaitu, hatinya membenarkan ayat-ayat Allah dan mengamalkan sesuai dengan petunjuknya, yaitu amal-amal shalih (maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman) yaitu yang di dalamnya terdapat tempat-tempat tinggal, gedung-gedung, dan rumah-rumah yang tinggi (sebagai pahala) yaitu, sebagai jamuan dan kehormatan (terhadap apa yang telah mereka kerjakan (19) Dan adapun orang-orang yang fasik) yaitu keluar dari jalan ketaatan (tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya) sebagaimana firmanNya: (Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya…) (Surah Al-Hajj: 22).Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata,”Demi Allah, sesungguhnya tangan-tangan mereka benar-benar terikat dan kaki-kaki mereka benar-benar terbelenggu, dan sesungguhnya nyala api mengangkat mereka dan para malaikat memukul mereka" (dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”) yaitu dikatakan hal itu kepada mereka dengan maksud mengecam dan mencela Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)) Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan azab yang dekat adalah musibah-musibah di dunia, penyakit dan malapetaka, serta cobaan yang menimpa keluarganya, berupa cobaan yang diujikan Allah kepada para hambaNya agar mereka bertaubat kepadaNya. Diriwayatkan hal yang serupa dari Ubay bin Ka'b, Abu Al-’Aliyah, Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha'i. Ibnu Abbas berkata dalam suatu riwayat darinya, bahwa yang dimaksud adalah ditegakkannya hukuman-hukuman atas mereka.Diriwayatkan dari Abdullah tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)) dia berkata bahwa yang dimaksud adalah paceklik yang menimpa mereka Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling darinya?) yaitu tidak ada orang yang lebih zalim daripada orang yang diperingatkan ayat-ayat Allah, dijelaskan dengan terang oleh ayat-ayat Allah kepadanya, kemudian setelah itu dia meninggalkan, mengingkari, berpaling, dan berpura-pura melupakannya seakan-akan dia tidak mengenalnya Oleh karena itu maka Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang berbuat demikian: (Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa) yaitu, Aku akan membalas orang yang berbuat demikian dengan pembalasan yang keras

Sumber: https://tafsirweb.com/7570-surat-as-sajdah-ayat-18.html

Informasi

Surat

السّجدة (As-Sajdah)

Sajdah — 30 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

18 dari 30 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 416

Ruku

Ruku 359

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 83 (166/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3521 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-32