السّجدة (As-Sajdah)

Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
اٰتَيْنَا
Kami telah berikan
مُوْسَى
Musa
الْكِتٰبَ
Kitab
فَلَا
maka jangan
تَكُنْ
kamu adalah
فِيْ
dalam
مِرْيَةٍ
keragu-raguan
مِّنْ
dari
لِّقَاۤىِٕهٖ
menemuinya
وَجَعَلْنٰهُ
dan Kami menjadikannya
هُدًى
petunjuk
لِّبَنِيْٓ
bagi Bani
اِسْرَاۤءِيْلَۚ
Israil
﴿٢٣﴾
Dan sungguh, telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa, maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu menerimanya (Al-Qur'an) dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.
3526 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh Kami tidak memberikan Taurat kepada Musa, sebagaimana Kami memberimu al-Qur’an (wahai Rasul). Jangan meragukan perjumpaan dengan Musa di malam Isra’ dan MI’raj. Kami menjadikan Taurat sebagai petunjuk bagi Bani Israil yang menyeru mereka kepada kebenaran dan ke jalan yang lurus.

Sumber: https://tafsirweb.com/7575-surat-as-sajdah-ayat-23.html

Tafsir as-Sa'di

23. Ketika Allah menjelaskan ayat-ayatNya yang dengannya Dia mengingatkan hamba-hambaNYa, yaitu alQuran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, maka dia menjelaskan bahwa alQuran ini bukan sesuatu yang baru dari kitab-kitab suci, dan tidak pula Rasul yang membawanya adalah asing dari kalangan para rasul, karena sesungguhnya Allah telah memberikan “kepada Musa al-Kitab,” yaitu Taurat yang membenarkan alQuran, yang juga telah dibenarkan oleh alQuran. Maka kebenaran keduanya pun sejalan (sama) dan bukti keduanya pun telah terbukti. “Maka janganlah kamu ragu-ragu menerimanya,” karena sesungguhnya dalil-dalil kebenaran dan bukti-buktinya sudah sangat banyak (mutawatir) sehingga tidak ada tempat bagi keraguan dan kebimbangan, “dan Kami menjadikannya,” maksudnya, menjadikan al- Kitab yang Kami berikan kepada Musa “sebagai petunjuk bagi Bani Israil,” yang mereka berpedoman kepadanya dalam prinsip-prinsip agama mereka dan cabang-cabangnya, dan syariat-syariatnya sejalan dengan zaman kala itu pada Bani Israil.Adapun alQuran Suci ini maka ia dijadikan oleh Allah sebagai pedoman bagi manusia seluruhnya, sebab ia adalah hidayah (pedoman) bagi segenap manusia dalam masalah agama dan dunia mereka hingga Hari Kiamat kelak. Hal ini karena kesempurnaan dan ketiinggiannya. "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lohmahfuz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah." (Az-Zukhruf`:4 ).

Sumber: https://tafsirweb.com/7575-surat-as-sajdah-ayat-23.html

Tafsir Al-Wajiz

23. Kami benar-benar telah menurunkan Taurat kepada Musa, maka janganlah kamu ragu untuk menyampaikan ajaran dalam kitab tersebut wahai Rasul, atau telah memberikan kitab pada Musa, dan Kami telah menjadikan Taurat sebagai petunjuk dan isyarat kepada Bani Israil untuk menuju jalan yang benar dan istiqomah

Sumber: https://tafsirweb.com/7575-surat-as-sajdah-ayat-23.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 23-25 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang hamba dan rasulNya, Musa, bahwa Dia telah memberinya kitab, yakni kitab Taurat. Firman Allah سبحانه وتعالى: (maka janganlah kamu (Muhammad) meragukan pertemuan dengannya (Musa)) Qatadah berkata bahwa maksudnya adalah di malam isra’ Mi’raj. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:”Diperlihatkan kepadaku di malam isra’ku Musa bin Imran, seorang laki-laki yang berkulit hitam manis, bertubuh tinggi, berambut keriting, seakan-akan seperti seseorang dari kabilah Syanu'ah.Dan aku melihat Isa, seorang laki-laki yang berperawakan sedang, berkulit putih kemerah-merahan, berambut ikal. Dan aku melihat Malaikat Malik penjaga neraka, dan Dajjal” di antara tanda-tanda lainnya yang diperlihatkan Allah kepada beliau: (maka janganlah kamu (Muhammad) meragukan pertemuan dengannya) bahwa beliau telah melihat dan bertemu nabi Musa di malam beliau diisra’kan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (maka janganlah kamu (Muhammad) meragukan pertemuan dengannya) yaitu pertemuan nabi Musa dengan Tuhannya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu) yaitu, kitab yang Kami turunkan kepadanya (petunjuk bagi Bani Israil) sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam surah Al-Isra’: (Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku” (2)) Firman Allah: (Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami) yaitu setelah mereka bersabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah, meninggalkan larangan-laranganNya, membenarkan para rasulNya, dan mengikuti petunjuk yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, maka jadilah di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk kepada kebenaran dengan perintah Allah, menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran. Kemudian setelah mereka mengganti, mengubah, dan menafsirkannya , maka mereka dicabut dari kedudukan itu dan hati mereka menjadi keras. Mereka mengubah kalimat-kalimat Allah dari tempat-tempatnya, maka tidak ada lagi amal shalih dan tidak ada akidah benar.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar) (Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya (25)) yaitu tentang akidah dan amal perbuatan.

Sumber: https://tafsirweb.com/7575-surat-as-sajdah-ayat-23.html

Informasi

Surat

السّجدة (As-Sajdah)

Sajdah — 30 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

23 dari 30 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 417

Ruku

Ruku 360

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 83 (166/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3526 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-32