الاحزاب (Al-Ahzab)

Per AyatMushaf
اَشِحَّةً
kikir
عَلَيْكُمْ
atas kalian
ۖ
فَاِذَا
maka apabila
جَاۤءَ
datang
الْخَوْفُ
ketakutan
رَاَيْتَهُمْ
kamu melihat mereka
يَنْظُرُوْنَ
mereka memandang
اِلَيْكَ
kepadamu
تَدُوْرُ
berputar-putar
اَعْيُنُهُمْ
mata mereka
كَالَّذِيْ
seperti orang yang
يُغْشٰى
ditutupi (pingsan)
عَلَيْهِ
atasnya
مِنَ
dari
الْمَوْتِۚ
mati
فَاِذَا
maka apabila
ذَهَبَ
telah pergi/hilang
الْخَوْفُ
ketakutan
سَلَقُوْكُمْ
mereka mencaci maki kamu
بِاَلْسِنَةٍ
dengan lisan
حِدَادٍ
tajam
اَشِحَّةً
kikir
عَلَى
atas
الْخَيْرِۗ
kebaikan
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
لَمْ
tidak
يُؤْمِنُوْا
mereka beriman
فَاَحْبَطَ
maka menghapus
اللّٰهُ
Allah
اَعْمَالَهُمْۗ
amal perbuatan mereka
وَكَانَ
dan adalah
ذٰلِكَ
demikian itu
عَلَى
atas
اللّٰهِ
Allah
يَسِيْرًا
mudah
﴿١٩﴾
mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
3552 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang bakhil terhadap kalian (wahai orang-orang yang beriman), baik dengan harta mereka, jiwa, usaha dan cinta mereka, karena di dalam hati mereka tertanam permusuhan dan iri dengki, karena mencintai kehidupan dan memberi kematian. Bila mereka ikut dalam berperang, mereka takut mati dan kamu melihat mereka melihat kepadamu, mata mereka berputar-putar karena mereka kehilangan akal mereka, mereka takut kepada kematian dan berlari darinya, seperti berputarnya mata orang yang mengalami sakaratul maut. Bila perang telah usai dan ketakutan telah sirna, maka mereka menuduh kalian dengan kata-kata yang pedas, dan kamu melihat mereka saat pembagian harta rampasan perang sebagai orang-orang yang hasad dan bakhil.Mereka adalah orang-orang yang tidak beriman dengan hati mereka, maka Allah melenyapkan pahala amal mereka, dan hal itu adalah mudah bagi Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/7631-surat-al-ahzab-ayat-19.html

Tafsir as-Sa'di

19. “Mereka bakhil terhadapmu” dengan raga mereka di kala peperangan, dan dengan harta mereka untuk berinfak untuk peperangan. Mereka tidak berjihad dengan harta dan jiwa raga mereka. “Apabila datang ketakutan, kamu lihat mereka itu memandang kepadamu,” sebagaimana melihatnya orang yang akan pingsan, “karena akan mati,” karena sikap pengecut yang mengoyak hati mereka dan karena kegelisahan yang menakutkan, dank arena mereka sangat khawatir kalau mereka dipaksa melakukan sesuatu yang sangat tidak mereka suka, yaitu berperang. “Dan apabila ketakutan telah hilang,” dan mereka sudah berada dalam kondisi aman dan tenang, “mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam,” maksudnya, mereka berbicara kepada kalian dengan perkataan yang tajam dan klaim-klaim yang tidak benar; dan ketika engkau mendengar mereka, maka engkau menduga bahwa mereka adalah orang-orang pemberani dan kesatria, “sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan,” yang diinginkan dari mereka. Ini adalah keburukanj yang terburuk yang ada pada manusia, yaitu kalau dia menjadi kikir dengan apa yang diperintahkan kepadanya, kikir dengan hartanya untuk membelanjakannya pada jalan yang benar, kikir dengan raganya untuk berjihad memerangi musuh Allah, atau untuk berdakwah fi sabilillah, kikir dengan kedudukannya, kikir dengan ilmu, nasihat dan ide-idenya. “Mereka itu” orang-orang yang seperti itu kondisinya, “tidak beriman,” disebabkan karena ketiadaan iman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. “Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka telah dilindungi oleh Allah dari kekikiran diri mereka dan mereka dibimbing oleh Allah untuk mengorbankan apa yang diperintahkan kepada mereka, seperti mengorbankan raga di dalam perang fi sabilillah dan meninggikan kalimatNya, serta mengorbankan harta mereka untuk berinfak dalam berbagai jalan kebaikan, dan mengorbankan kedudukan dan ilmu mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/7631-surat-al-ahzab-ayat-19.html

Tafsir Al-Wajiz

19. Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik, mata mereka ke kiri dan ke kanan seperti orang yang pingsan karena akan mati. Namun apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam seperti besi, mereka menginginkan harta rampasa perang.Mereka berbantahan dengan orang muslim tentang pembagiannya. Mereka sesungguhnya beriman, namun munafik. Sehingga Allah membatalkan pahala amal dan perang mereka, karena tidak diiringi dengan keimanan Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/7631-surat-al-ahzab-ayat-19.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 18-19 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang pengetahuanNya yang meliputi orang-orang yang menghalang-halangi orang lain untuk mengikuti peperangan yang berkata kepada saudara-saudara mereka yaitu teman-teman, kerabat, dan teman sepergaulan mereka: (Marilah kepada kami) ikut dengan kami pulang ke rumah untuk berteduh dan menikmati buah-buahan. Dengan semua itu: (Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar (18) Mereka bakhil terhadapmu) yaitu kikir dalam kesenangan dan kasih sayang terhadap kalian. As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Mereka bakhil terhadapmu) dalam hal harta rampasan (apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati) yaitu karena ketakutan dan kekagetan yang dahsyat, dan memang demikianlah ketakutan orang-orang yang pengecut dalam menghadapi peperangan (dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam) yaitu, apabila keadaan telah aman, maka mereka mulai berbicara dengan fasih dan lantang seraya mengakui kepahlawanan, keberanian, dan jasa mereka, padahal mereka berdusta dalam hal itu.Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (mereka mencaci kamu) yaitu dalam menghadapi kalian. Qatadah berkata bahwa saat pembagian harta rampasan perang, mereka adalah orang-orang yang paling kikir dan paling buruk dalam pembagiannya,"Berilah kami bagian, berilah kami bagian, sesungguhnya kami ikut serta bersama kalian" Adapun saat mereka dalam keadaan buruk, maka mereka adalah orang-orang yang paling pengecut dan paling menghina kebenaran. Selain itu mereka kikir terhadap kebaikan, yaitu dalam diri mereka tidak terdapat kebaikan pun.Dalam diri mereka berkumpul sifat pengecut, dusta, dan kebaikan yang sedikit. Mereka itu sebagaimana yang diungkapkan salah seorang penyair mereka: “Hai orang-orang yang di dalam keadaan damai kelihatan gesit, galak, dan garang, dan dalam keadaan perang bagaikan kaum wanita yang haid” Yaitu dalam keadaan damai mereka seperti keledai-keledai. Kata “A’yar adalah bentuk jamak dari “‘air” yaitu keledai.Dan dalam keadaan perang seakan-akan mereka adalah para wanita yang haid. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah) yaitu, mudah dan gampang bagiNya

Sumber: https://tafsirweb.com/7631-surat-al-ahzab-ayat-19.html

Informasi

Surat

الاحزاب (Al-Ahzab)

Golongan Yang Bersekutu — 73 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

19 dari 73 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 420

Ruku

Ruku 362

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 84 (168/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3552 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-33