الاحزاب (Al-Ahzab)

Per AyatMushaf
ۨالَّذِيْنَ
orang-orang yang
يُبَلِّغُوْنَ
(mereka) menyampaikan
رِسٰلٰتِ
risalah-risalah
اللّٰهِ
Allah
وَيَخْشَوْنَهٗ
dan mereka takut kepada-Nya
وَلَا
dan tidak
يَخْشَوْنَ
mereka takut
اَحَدًا
seseorang/apapun
اِلَّا
kecuali/selain
اللّٰهَ
Allah
ۗوَكَفٰى
cukuplah
بِاللّٰهِ
bagi Allah
حَسِيْبًا
pembuat perhitungan
﴿٣٩﴾
(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.
3572 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Allah menyebutkan para nabi terdahulu dan menyanjung mereka, bahwa mereka telah menyampaikan risalah-risalah Allah kepada manusia dan mereka takut kepada Allah semata dan tidak takut kepada siapa pun selainNya. Dan cukuplah Allah sebagai yang memperhitungkan segala amal perbuatan hamba-hambaNya seluruhnya dan pengawas atas mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/7651-surat-al-ahzab-ayat-39.html

Tafsir as-Sa'di

39. Kemudian Allah menjelaskan, siapa gerangan mereka yang terdahulu, dan ini adalah sunnah dan tradisi mereka. Sesungguhnya mereka adalah “orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah.” Mereka membacakan ayat-ayat Allah, hujjah-hujjah dan argument-argumenNya kepada manusia, dan mengajak mereka kepada Allah, “dan mereka takut kepadaNya,” semata, tiada sekutu bagiNya “dan mereka tiada merasa takut kepada seorang pun,” kecuali kepada Allah.Apabila yang demikian itu adalah sudah menjadi sunnah pada para nabi yang ma’shum, yang tugas mereka telah mereka laksanakan dan mereka kerjakan sebaik-baiknya, yaitu berdakwah, mengajak manusia kepada Allah dan hanya takut kepadaNya semata, yang menuntut untuk melaksanakan segala yang diperintahkanNya dan meninggalkan segala laranganNYa, [maka hal ini membuktikan bahwa yang demikian itu tidak mengandung aib (cela) dari sudut mana pun]. “Dan cukuplah Allah sebagai pembuat Perhitungan,” yang memperhitungkan hamba-hambaNya dan selalu mengawasi amal perbuatan mereka. Dengan demikian dapat diketahui bahwa menikah itu termasuk salah satu sunnah (tradisi) para utusan Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/7651-surat-al-ahzab-ayat-39.html

Tafsir Al-Wajiz

39. Para nabi terdahulu yang telah menyampaikan risalah Allah kepada manusia. Mereka hanya takut kepada Allah dan tidak takut siapapun kecuali Allah.Begitu juga engkau wahai Muhammad, cukup engkau menyampaikan hukum dan syariat Allah, Allahlah Yang akan menghitung dan menjaga amal-amal mereka. Maka tidak ada yang harus ditakuti kecuali Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/7651-surat-al-ahzab-ayat-39.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 39-40 Allah سبحانه وتعالى memuji ((yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah) kepada makhlukNya dan menunaikan amanat yang diberikan kepada mereka (mereka takut kepada-Nya) yaitu, mereka hanya takut kepada Allah, dan tidak takut kepada seorangpun selain Dia. Maka tidak ada kekuasaan seorang pun yang dapat mencegah mereka untuk menyampaikan risalah-risalah Allah سبحانه وتعالى (Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan) yaitu cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pembantu. Pemimpinmanusia dalam menegakkan hal ini, bahkan dalam semua kedudukan, adalah nabi Muhammad, Rasulullah ﷺ, karena sesungguhnya beliau telah menunaikan dan menyampaikan risalah itu kepada semua penduduk di belahan bumi timur dan barat, sehingga kepada semua anak cucu nabi Adam.Allah memenangkan kalimat, agama, dan syariat­Nya atas semua agama dan syariat. Dan sesungguhnya nabi-nabi sebelumnya hanya diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan beliau ﷺ diutus kepada semua makhluk, baik yang Arab maupun non Arab (Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua”) (Surah Al-A'raf: 158) Kemudian tugas penyampaian itu diwarisi oleh umat setelah beliau.Orang yang paling berjasa dalam hal ini adalah para sahabat beliau. Mereka menyampaikan dari beliau sebagaimana apa yang telah beliau sampaikan kepada mereka dalam semua perkataan, perbuatan, dan keadaan beliau di malam dan siang hari, dalam keadaan di tempat dan dalam perjalanan, dalam keadaan sembunyi dan terang-terangan. Semoga Allah meridhai mereka.Kemudian diwarisi oleh pengganti setelah mereka sampai kepada masa kita ini. Maka dengan cahaya merekalah, orang-orang yang mendapat petunjuk mengikuti jejak mereka, dan hanya orang-orang yang mendapat taufiklah yang menempuh jalan mereka. Maka kita memohon kepada Allah سبحانه وتعالى untuk menjadikan kita termasuk orang-orang yang dapat menggantikan mereka.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu) Setelah ini ini dilarang menyebutkan Zaid bin Muhammad. yaitu, bahwa nabi Muhammad ﷺ bukan ayah Zaid, sekalipun Nabi ﷺ telah mengangkatnya sebagai anak, karena sesungguhnya tidak ada seorang anak lelaki pun bagi Nabi ﷺ yang hidup sampai mencapai usia balihg. Sesungguhnya Nabi ﷺ mempunyai anak laki-laki dari Khadijah, yaitu Al-Qasim, Ath-Thayyib, dan Ath-Thahir yang semuanya meninggal dunia ketika masih kecil. Beliau mempunyai anak laki-laki dari Mariyah Al-Qibtiyyah, yaitu Ibrahim, tetapi dia juga meninggal dunia saat di usia penyusuan.Nabi ﷺ mempunyai empat anak perempuan dari Khadijah, yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Fathimah. Tetapi tiga anak perempuan beliau wafat di masa beliau ﷺ masih hidup. Sedangkan Fatimah adalah yang terakhir sampai dia merasa kehilangan Nabi ﷺ saat beliau wafat.Kemudian dia wafat pula enam bulan setelahnya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu) sebagaimana firmanNya: (Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan) (Surah Al-An'am: 124) Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada nabi sesudah beliau, dan jika sudah tidak ada nabi lagi setelah beliau, maka tidak pula ada seorang rasul setelah beliau, dengan penyebutan yang yang pertama adalah yang lebih kuat.Karena kedudukan rasul lebih khusus daripada kedudukan nabi. Maka setiap rasul pasti nabi, tetapi tidak sebaliknya. Demikian itu disebutkan oleh banyak hadits mutawatir dari Rasulullah ﷺ melalui riwayat sejumlah sahabat.Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku dianugerahi keutamaan di atas para nabi dengan enam perkara: “Aku diberi semua kalam, aku diberi pertolongan dengan rasa gentar, dihalalkan bagiku harta rampasan, bumi ini dijadikan bagiku sebagai masjid yang suci, aku diutus kepada semua makhluk, dan para nabi ditutup olehku”

Sumber: https://tafsirweb.com/7651-surat-al-ahzab-ayat-39.html

Informasi

Surat

الاحزاب (Al-Ahzab)

Golongan Yang Bersekutu — 73 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

39 dari 73 ayat

Juz

Juz 22

Halaman

Halaman 423

Ruku

Ruku 365

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 85 (169/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3572 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-33