سبأ (Saba')

Per AyatMushaf
اَفَلَمْ
apakah maka tidak
يَرَوْا
mereka memperhatikan
اِلٰى
pada
مَا
apa
بَيْنَ
diantara
اَيْدِيْهِمْ
hadapan mereka
وَمَا
dan apa
خَلْفَهُمْ
di belakang mereka
مِّنَ
dari
السَّمَاۤءِ
langit
وَالْاَرْضِۗ
dan bumi
اِنْ
jika
نَّشَأْ
Kami kehendaki
نَخْسِفْ
Kami benamkan
بِهِمُ
dengan mereka
الْاَرْضَ
bumi
اَوْ
atau
نُسْقِطْ
Kami jatuhkan
عَلَيْهِمْ
atas mereka
كِسَفًا
potong/gumpalan
مِّنَ
dari
السَّمَاۤءِۗ
langit
اِنَّ
jika
فِيْ
pada
ذٰلِكَ
demikian itu
لَاٰيَةً
benar-benar tanda-tanda
لِّكُلِّ
bagi setiap
عَبْدٍ
hamba
مُّنِيْبٍ
kembali
ࣖ
﴿٩﴾
Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).
3615 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Hari Akhirat itu tidak melihat besarnya Kuasa Allah yang ada di depan mereka dan di belakang mereka, yaitu langit dan bumi yang mencengangkan akal dan bahwa keduanya telah mengelilingi mereka? Bila kami berkehendak Kami membenamkan mereka ke dalam bumi sebagaimana yang Kami lakukan terhadap Qarun atau menurunkan potongan azab kepada mereka sebagaimana yang Kami lakukan terhadap kaum Syuaib, yang mana langit telah menghujani mereka dengan api yang membakar mereka. Sesungguhnya Kuasa Kami yang Kami sebutkan di atas mengandung petunjuk yang nyata bagi setiap hamba yang kembali kepada Tuhannya dengan bertaubat, mengakui tauhidNya dan mengikhlaskan ibadah untukNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7767-surat-saba-ayat-9.html

Tafsir as-Sa'di

9. Kemudian Allah mengaitkan mereka kepada dalik aqli (rasio) yang membuktikan tidak adanya kemustahilan bagi “kebangkitan” yang mereka anggap mustahil. Dan sesungguhnya kalau saja mereka mau memperhatikan kepada apa yang ada di langit dan bumi, kemudian mereka melihat sebagian dari kekuasaan Allah di dalamnya yang mencengangkan akal, dan sebagian dari keagungan yang membuat para ilmuan terperangah, dan bahwa sesungguhnya penciptaan keduanya dan segala apa yang ada di dalamnya berupa berbagai macam makhluk itu jauh lebih besar daripada sekedar menghidupkan kembali manusia dari dalam kubur sesudah kematian mereka, maka apa gerangan yang mendorong mereka melakukan pendustaan itu, padahal mereka meyakini apa yang lebih agung daripadanya?Ya, memang itu adalah berita ghaib, hingga sekarang mereka belum menyaksikannya, maka dari itu mereka mendustakannya. Allah berfirman, “Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit,” maksudnya, sebagai azab.Sebab langit dan bumi berada di bawah kendali Kami. Maka jika Kami memerintah keduanya, niscaya keduanya tidak akan mendurhakai perintah Kami, maka waspadalah atas sikap kalian yang terus melakukan pendustaan, karena kami akan menghukum kalian dengan hukuman (siksaan) yang paling berat. “Sesungguhnya pada yang demikian itu,” maksudnya, pada penciptaan langit dan bumi serta apa-apa yang ada pada keduanya berupa berbagai macam makhluk, “benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali.” Semakin besar inabah seorang hamba kepada Allah, maka semakin besar pula pelajaran-pelajaran yang dia dapat dari ayat-ayat itu. Sebab orang yang kembali (berinabah) kepada Allah itu tulus menghadap pada Rabbnya, keinginan dan kemaunnya sudah terfokus kepada Rabbnya, dan dia selalu kembali kepadaNya dalam setiap urusan-urusannya, sehingga dia menjadi dekat kepada Rabbnya, dia sama sekali tidak mempunyai keinginan keculai sibuk mencari keridhaanNya.Maka pengamatannya terhadap semua makhluk (ciptaan) adalah pengamatan yang penuh perenungan dan pelajaran, bukan penglihatan kelalaian yang tidak bermanfaat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7767-surat-saba-ayat-9.html

Tafsir Al-Wajiz

9. Apakah mereka tidak melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di sekeliling mereka yaitu langit dan bumi? Apakah mereka tidak menggunakannya untuk bertafakur/mengira-ngira keagungan kekuasaan Kami?Jika Kami mau Kami bisa membenamkan/melenyapkan bumi layaknya Qarun. Atau akan Kami hujani mereka potongan-potongan dari langit sehingga Kami bisa membinasakan mereka. Itu semua adalah sebagai bukti atas kekuasaan Kami bahwa Kami mampu untuk membangkitkan setiap hamba yang kembali kepada Tuhannya dengan bertaubat, sehingga melakukan ketaatan.Maknanya, bahwa semua bukti itu untuk menunjukkan bahwa Allah Kuasa untuk membangkitkan manusia kembali, atau Kuasa untuk lainnya

Sumber: https://tafsirweb.com/7767-surat-saba-ayat-9.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 7-9 Ini merupakan pemberitahuan Allah سبحانه وتعالى tentang ketidakpercayaan orang-orang kafir dan yang tidak mempercayai Tuhan terhadap terjadinya hari kiamat, dan olok-olok mereka terhadap Rasulallah ﷺ dalam menyampaikan hal itu: (Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), "Maukah kamu kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu, bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya”) yaitu tubuh kalian hancur di dalam bumi dan telah lenyap dan bercerai-berai (sesungguhnya kamu benar-benar) yaitu setelah keadaan ini (dalam ciptaan yang baru?) yaitu kalian kembali dalam keadaan hidup dan diberi rezeki setelah itu. Dan dia dalam pemberitahuannya ini bahwa hari kebangkitan tidak terlepas dari dua bagian. Adakalanya dia sengaja membuat-buat kedustaan terhadap Allah, bahwa Allah telah mewahyukan kepadanya tentang hal itu, atau adakalanya dia tidak sengaja, tetapi dia mengalami gangguan sebagaimana gangguan yang dialami orang cacat mental atau gila.Oleh karena itu mereka berkata (Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?) Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menyanggah mereka: ((Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh) yaitu perkaranya tidak seperti yang mereka sangka dan tidak seperti yang mereka tuduhkan, tetapi Nabi Muhammad ﷺ itu orang yang benar, baik, memberi petunjuk yang datang membawa kebenaran, sedangkan orang-orang yang berdusta dan bodoh adalah mereka sendiri (dalam siksaan) yaitu kekufuran yang menjerumuskan mereka kepada azab Allah سبحانه وتعالى, (dan kesesatan yang jauh) dari kebenaran di dunia. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman mengingatkan kepada mereka tentang kekuasaan­Nya yang mampu menciptakan langit dan bumi. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka?) yaitu ke manapun mereka menghadap dan mereka pergi, lalu langit tetap menaungi mereka dan bumi berada di bawah mereka.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa (47) Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami) (48)) (Surah Adz-Dzariyat) Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka?) dia berkata, sesungguhnya jika kamu melihat ke arah kanan atau arah kirimu, atau memandang ke depan atau ke belakangmu, maka kamu melihat langit dan bumi.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit) yaitu seandainya Kami menghendaki, maka Kami melakukan hal itu terhadap mereka karena kezaliman mereka dan kekuasaan Kami atas mereka. Tetapi Kami menangguhkan hal itu karena kelembutan dan sifat pemaaf Kami. Kemudian Allah berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya)) Ma'mar meriwayatkan dari Qatadah, makna (munib) adalah bertaubat.Syaiban meriwayatkan dari Qatadah bahwa al-munib adalah kembali kepada Allah سبحانه وتعالى. yaitu, sesungguhnya setiap hamba yang pandai dan kembali Allah jika memperhatikan penciptaan langit dan bumi, maka benar-benar terdapat dalil yang menunjukkan atas kekuasaan Allah سبحانه وتعالى yang dapat membangkitkan jasad-jasad, dan terjadinya hari kebangkitan, karena sesungguhnya Dzat yang mampu menciptakan langit yang tinggi dan luas, dan yang menciptakan bumi yang terhampar, benar-benar mampu mengembalikan tubuh dan tulang yang telah bercerai-berai menjadi satu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa) (Surah Yasin: 81)

Sumber: https://tafsirweb.com/7767-surat-saba-ayat-9.html

Informasi

Surat

سبأ (Saba')

Saba' — 54 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

9 dari 54 ayat

Juz

Juz 22

Halaman

Halaman 429

Ruku

Ruku 370

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 86 (171/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3615 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-34