سبأ (Saba')

Per AyatMushaf
وَلَوْ
dan jika
تَرٰىٓ
kamu melihat
اِذْ
ketika
فَزِعُوْا
mereka dikagetkan
فَلَا
maka tidak
فَوْتَ
dapat melepaskan diri
وَاُخِذُوْا
dan mereka mengambil
مِنْ
dari
مَّكَانٍ
tempat
قَرِيْبٍۙ
yang dekat
﴿٥١﴾
Dan (alangkah mengerikan) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) ketika terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat); lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka),
3657 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya kamu (wahai Rasul) melihat saat orang-orang kafir itu ketakutan saat melihat azb Allah, niscaya kamu melihat suatu perkara yang dahsyat, tiada tempat berlari dan menyelamatkan diri bagi mereka, mereka digiring ke dalam neraka dari tempat yang dekat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7809-surat-saba-ayat-51.html

Tafsir as-Sa'di

51. Allah berfirman “Dan jikalau kamu melihat,” wahai Rasul dan orang yang menduduki kedudukanmu, tentang keadaan mereka yang mendustakan “ketika mereka terperanjat ketakutan (pada Hari Kiamat),” di saat mereka melihat azab dan apa-apa yang telah diberitakan oleh para rasul serta apa-apa yang telah mereka dustakan, niscaya kamu melihat suatu perkara yang sangat mengerikan, pemandangan yang sangat menjijikan dan suatu kondisi yang sangat memuakkan serta kesengsaraan yang sangat dahsyat.Dan hal ini akan terjadi pada saat azab sedang menimpa mereka, sedangkan mereka sama sekali tidak mempunyai tempat untuk melarikan atau melepaskan diri darinya. “Dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat,” maksudnya tidak jauh dari tempat azab. Malah mereka ditangkap lalu dilemparkan ke dalam api neraka.

Sumber: https://tafsirweb.com/7809-surat-saba-ayat-51.html

Tafsir Al-Wajiz

51. Wahai Nabi, jika kamu melihat orang-orang kafir saat mereka takut dan resah pada hari kiamat, maka kamu akan terkejut bahwa tidak ada satupun dari mereka yang luput dariku, tidak ada yang selamat serta lari dari siksa. Mereka akan dilempar ke neraka Jahanam dari kuburan mereka atau dari tempat penghisaban dan mereka tidak mungkin bisa lari.

Sumber: https://tafsirweb.com/7809-surat-saba-ayat-51.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 51-54 Allah سبحانه وتعالى berfirman, bahwa sekiranya kamu, wahai Muhammad, menyaksikan orang-orang yang mendustakan adanya hari kiamat itu dalam keadaan kengerian, maka mereka tidak dapat melepaskan diri, yaitu mereka tidak mempunyai tempat melarikan diri dan tidak pula penolong atau pelindung bagi mereka (dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka)) yaitu, mereka tidak mungkin melarikan diri, bahkan mereka ditangkap sejak pertama kali Hasan Al-Bashri berkata yaitu saat mereka dibangkitkan dari kubur mereka. Abdurrahman bin Zaid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah terbunuhnya mereka dalam perang Badar. Pendapat yang benar bahwa makna yang dimaksud adalah kejadiannya pada hari kiamat, itu adalah musibah yang sangat besar, sekalipun apa yang telah disebutkan itu berkaitan erat dengan ayat ini. (dan (di waktu itu) mereka berkata, "Kami beriman kepada Allah”) yaitu pada hari kiamat mereka berkata, Kami beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya dan para rasulNya" sebagaimana Allah berfirman: (Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin” (12)) (Surah As-Sajdah) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu) yaitu, bagaimana mungkin mereka beriman, sedangkan mereka telah dijauhkan dari tempat yang padanya keimanan dapat diterima dari mereka; dan sekarang mereka berada di akhirat, yaitu tempat pembalasan, bukan tempat ujian.Seandainya mereka beriman di dunia, maka hal itu bermanfaat bagi mereka. Tetapi sesudah mereka kembali di akhirat, maka tidak ada jalan bagi mereka untuk dapat diterima keimanannya, sebagaimana tidak ada jalan untuk meraih sesuatu yang dijangkau dari tempat yang di luar jangkauannya. Mujahid berkata tentang firmanNya: (bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan)) yaitu mustahil meraihnya.Ibnu Abbas berkata bahwa mereka meminta untuk kembali ke dunia untuk bertaubat dari apa yang mereka lakukan, padahal tidak ada masa lagi untuk kembali dan bertaubat. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu) yaitu bagaimana mungkin keimanan dapat mereka raih di akhirat, sedangkan di dunia mereka mengingkari kebenaran dan mendustakan para rasul (dan mereka menduga-duga tentang yang gaib dari tempat yang jauh) Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dan mereka menduga-duga tentang yang gaib) dia berkata bahwa maknanya adalah dengan sangkaan. Saya berkata, itu sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (sebagai terkaan terhadap barang yang gaib) (Surah Al-Kahfi: 22) Terkadang mereka menyebutnya sebagai seorang penyair, terkadang menyebutnya sebagai dukun, terkadang menyebutnya sebagai tukang sihir, dan terkadang menyebutnya sebagai orang gila, dan perkataan-perkataan bathilselain itu.Mereka mendustakan adanya hari kebangkitan (kami sekali-sekali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-sekali tidak meyakininya) (Surah Al-Jatsiyah: 32) Qatadah dan Mujahid berkata bahwa mereka mengira tidak ada hari kebangkitan, surga, dan neraka.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan) Hasan Al-Bashri Adh-Dhahhak, dan lainnya berkata bahwa yang dimaksud adalah keimanan. As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan) yaitu taubat. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir.Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan) yaitu dari dunia berupa harta, perhiasan, dan keluarga. Yang benar adalah bahwa tidak ada pertentangan di antara kedua pendapat itu, karena sesungguhnya terkadang dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan di dunia, dan antara mereka dengan apa yang mereka cari di akhirat, mereka dihalangi dari hal itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu) yaitu sebagaimana yang telah dilakukan terhadap umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul; ketika azab Allah datang menimpa mereka, maka mereka berangan-angan seandainya mereka beriman. lalu keimanan mereka saat itu tidak diterima (Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami mempersekutukan(nya) dengan Allah” (84) Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksaan Kami.Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir (85)) (Surah Ghafir) Firman Allah سبحانه وتعالى (Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam) yaitu mereka di dunia selalu berada dalam keraguan dan kebimbangan, oleh karena itu keimanan mereka tidak diterima ketika mereka menyaksikan azab.Qatadah berkata,"Janganlah kalian ragu dan bimbang, karena sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan ragu, maka dia dibangkitkan dalam keadaan itu. Dan barangsiapa yang mati dalam keadaan yakin, maka dia dibangkitkan dalam keadaan itu

Sumber: https://tafsirweb.com/7809-surat-saba-ayat-51.html

Informasi

Surat

سبأ (Saba')

Saba' — 54 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

51 dari 54 ayat

Juz

Juz 22

Halaman

Halaman 434

Ruku

Ruku 375

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 87 (174/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3657 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-34