اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
وَلَا
dan jangan
تُؤْمِنُوْٓا
kamu percaya
اِلَّا
melainkan
لِمَنْ
kepada orang
تَبِعَ
yang mengikuti
دِيْنَكُمْ
agamamu
ۗ
قُلْ
katakanlah
اِنَّ
sesungguhnya
الْهُدٰى
petunjuk
هُدَى
petunjuk
اللّٰهِ
Allah
ۙ
اَنْ
sesungguhnya
يُّؤْتٰىٓ
akan diberikan
اَحَدٌ
seseorang
مِّثْلَ
seperti
مَآ
apa
اُوْتِيْتُمْ
diberikan kepadamu
اَوْ
atau
يُحَاۤجُّوْكُمْ
mereka membantahmu
عِنْدَ
di sisi
رَبِّكُمْ
Tuhan kalian
ۗ
قُلْ
katakanlah
اِنَّ
sesungguhnya
الْفَضْلَ
karunia
بِيَدِ
di tangan
اللّٰهِ
Allah
ۚ
يُؤْتِيْهِ
Dia berikannya
مَنْ
siapa/orang
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
ۗوَاللّٰهُ
dan Allah
وَاسِعٌ
Maha Luas
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
ۚ
﴿٧٣﴾
Dan janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti agamamu.” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya petunjuk itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu, atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu.” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”
366 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan janganlah kalian membenarkan dengan sebenarnya, kecuali orang yang mengikuti agama kalian yang menjadi seorang penganut yahudi,” katakanlah kepada mereka olehmu (wahai rasul) ”sesungguhnya hidayah dan taufik itu adalah hidayah dan taufik dari Allah menuju keimanan yang benar.” dan mereka juga mengatakan, ”janganlah kalian tampakkan pengetahuan yang kalian miliki kepada kaum muslimin, lalu mereka nanti akan belajar kepada kalian sehingga mereka setara dengan kalian dalam ilmu itu, sehingga mereka memiliki keunggulan di atas kalian atau akan menjadikan pengetahuan itu sebagai hujjah di sisi tuhan kalian yang mereka kelak akan mengalahkan kalian dengannya.” katakanlah oleh mu (wahai rasul), ”sesungguhnya karunia, pemberian dan segala perkara itu seluruhnya ada ditangan Allah dan dibawah kendaliNYA.Dia memberikannya kepada siapa saja yang dikehendakiNYA dari orang-orang yang telah beriman kepadaNYA dan rasulNYA. Dan Allah maha luas karuniaNYA lagi maha mengetahui. Yang meliputi dengan Ilmu dan anugrah Nya kepada seluruh makhlukNYA yang berhak mendapatkan karunia dan kenikmatanNYA.”
Sumber: https://tafsirweb.com/1205-surat-ali-imran-ayat-73.html
Tafsir as-Sa'di
69-74. Ini merupakan karunia Allah atas umat ini dimana memberitakan kepada mereka tentang tipu daya musuh-musuh mereka dari Ahli KItab, dan bahwa diantara usaha keras mereka dalam menyesatkan kaum Mukminin adalah mereka memakai berbagai cara dalam perbuatan munkar mereka yang busuk. Sekelompok diantara mereka berkata, “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang,” yakni, di awal hari dan berpalinglah dari agama mereka kembali pada petang hari, dan bila mereka melihat kalian berpaling sedang mereka yakin kalian memiliki ilmu, itu akan membuat mereka ragu terhadap agama mereka, lalu mereka akan berkata, “Sekiranya mereka tidak melihat dalam agama ini apa yang tidak menarik bagi mereka dan tidak sesuai dengan kitab-kitab terdahulu, niscaya mereka pasti tidak akan berpaling.Ini adalah tipu daya mereka. Dan Allah yang memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya, hanya di TanganNya segala karunia yang Dia khususkan buat siapa yang dikehendakiNya, lalu Allah mengkhususkan kalian wahai umat ini dengan sesuatu yang tidak Dia khususkan bagi umat selain kalian. Dan orang-orang yang berbuat tipu daya itu tidak mengetahui bahwa agama Allah itu adalah haq, yang apabila hakikatnya sampai kepada hati tidaklah akan bertambah waktubagi orang tersebut kecuali akan semakin bertambah pula keimanan dan keyakinan, dan syubhat-syubhat yang ada justru itu menambah kuatnya mereka berpegang teguh pada agamanya dan semakin bersyukur kepada Allah serta memujiNya, di mana Dia telah melimpahkan karuniaNya itu atasnya.Dan perkataan mereka, “Dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Rabbmu,” artinya, bahwa yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan-perbuatan kemungkaran adalah hasad, dengki, dan ketakutan akan dikalahkan dalam berdebat, sebagaimana Allah berfirman, "Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS-Al-Baqarah:109-
Sumber: https://tafsirweb.com/1205-surat-ali-imran-ayat-73.html
Tafsir Al-Wajiz
73 Para pembesar Yahudi juga berkata kepada para pengikutnya: Janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah kepada mereka wahai Nabi: “Sesungguhnya petunjuk itu adalah di tangan Allah. Kemudian mereka berkata: Jangan percaya bahwa Allah memberikan kitab juga kenabian selain kepada orang Yahudi.Dan jangan pula kamu percaya bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu pada hari kiamat”. Katakanlah wahai Nabi: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, diantara karunia-Nya adalah anugerah kenabian dan Islam, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui kepada mereka yang akan menerimanya.” Allah telah mengkhususkan Muhammad dan ummatnya dalam Alquran. Para pendeta Yahudi berkata kepada orang-orang di luar mereka; Jangan kalian beriman kecuali kepada orang-orang yang mengikuti agama kalian.Kemudian Allah menurunkan ayat: Sesungguhnya petunjuk adalah petunjuk Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/1205-surat-ali-imran-ayat-73.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 69-74 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang hasad orang Yahudi terhadap orang-orang mukmin dan usaha mereka menyesatkan mereka (orang mukmin). Allah memberitahukan bahwa kejahatan yang mereka lakukan itu sebenarnya akan kembali pada diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari bahwa tindakan tersebut akan merugikan mereka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman mengungkapkan seraya mengingkari mereka, (Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya) (70)) yaitu kalian mengetahui kebenaran ayat-ayat itu dan mengakui kebenarannya. (Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya (71)) yaitu mengapa kalian menyembunyikan apa yang ada dalam kitab kalian tentang sifat-sifat nabi Muhammad ﷺ, padahal kalian menyadari hal itu dan mengakui kebenarannya? (Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran) (72)) Ini adalah tipu daya yang mereka rencanakan untuk menyesatkan orang-orang lemah di antara manusia dalam urusan agama mereka.Mereka berunding agar menunjukkan iman di permulaan siang hari, dan bersama-sama kaum muslim melaksanakan shalat Subuh. Namun, ketika menjelang akhir hari, mereka kembali pada agama mereka, sehingga orang-orang awam berpendapat bahwa alasan mereka kembali pada agama lamanya adalah karena mengetahui adanya kekurangan atau kecacatan dalam agama kaum muslim, karena itulah mereka berkata, (supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran)) Diriwayatkan Mujahid mengenai ayat ini, bahwa Dia memberitahukan tentang orang Yahudi, yaitu mereka shalat bersama Nabi ﷺ pada shalat Subuh, namun pada akhir hari mereka ingkar, sebagai bentuk rencana mereka, agar orang-orang melihat bahwa ada kesesatan dari beliau yang tampak bagi mereka setelah mereka telah mengikutinya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: Ada kelompok dari Ahli Kitab yang mengatakan, “Jika kalian bertemu dengan para sahabat Muhammad di permulaan hari, maka berimanlah, dan jika pada akhir hari, maka shalatlah, agar mereka berkata, “Mereka adalah Ahli Kitab dan lebih berpengetahuan daripada kita.” Hal ini juga diriwayatkan dari Qatadah, As-Suddi, Ar-Rabi', dan Abu Malik.Firman Allah سبحانه وتعالى, (Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu) yaitu janganlah kalian merasa aman atau menunjukkan rahasia kalian dan apa yang ada pada kalian kecuali kepada mereka yang mengikuti agama kalian. Janganlah kalian menunjukkan apa yang ada pada kalian kepada orang-orang Muslim agar mereka mempercayai hal itu dan menggunakan itu sebagai hujjah terhadap kalian. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk ialah petunjuk Allah) yaitu Dialah yang memberi petunjuk kepada hati orang-orang mukmin menuju keimanan yang paling sempurna dengan apa yang diwahyukan kepada hambaNya dan RasulNya, nabi Muhammad ﷺ, berupa ayat-ayat yang nyata, dalil-dalil yang jelas, dan hujjah yang terang.Jika kalian, wahai orang-orang Yahudi, menyembunyikan sifat-sifat Muhammad yang ada pada kalian dalam kitab-kitab kalian yang kalian warisi dari para nabi terdahulu. Firman Allah, (Jika dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu) Mereka berkata, “Janganlah kalian menunjukkan apa yang ada pada kalian berupa pengetahuan kepada orang-orang Muslim. Biarkan mereka belajar dari kalian dan menjadi setara dalam pengetahuan dengan kalian, lalu mereka akan menjadi lebih utama dalam iman karena itu. atau mereka akan menggunakan pengetahuan itu sebagai hujjah terhadap kalian di hadapan Tuhan kalian, yaitu mereka akan mengambilnya sebagai dalil atas kalian dengan apa yang ada pada kalian.Dengan demikian, bukti-bukti akan ada di pihak mereka atas kalian, dan hujjah itu akan berlaku di dunia dan akhirat. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya) yaitu semua urusan berada dalam aturanNya, Dia memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dengan keiimanan, ilmu, dan pemahaman yang sempurna. Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki sehingga dia buta penglihatannya dan mengunci pendengarannya dan hatinya. milikNyalah hujjah yang sempurna dan karunia yang nyata (dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui" (73) Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar (74)) yaitu Dia telah memilih kalian, wahai orang-orang mukmin, dengan karunia yang tidak terhingga dan tidak dapat digambarkan dengan memberi kemuliaan kepada nabi kalian, nabi Muhammad ﷺ atas seluruh nabi-nabi dan telah memberikan petunjuk melalui beliau pada syariat yang paling lengkap.
Sumber: https://tafsirweb.com/1205-surat-ali-imran-ayat-73.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
73 dari 200 ayat
Juz
Juz 3
Halaman
Halaman 59
Ruku
Ruku 49
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 12 (23/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-366 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3