سبأ (Saba')
Per AyatMushaf
وَحِيْلَ
dan dihalangi
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
وَبَيْنَ
dan antara
مَا
apa
يَشْتَهُوْنَۙ
yang mereka inginkan
كَمَا
sebagaimana
فُعِلَ
dilakukan
بِاَشْيَاعِهِمْ
dengan orang-orang yang serupa
مِّنْ
dari
قَبْلُۗ
sebelum/dahulu
اِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
كَانُوْا
adalah mereka
فِيْ
dalam
شَكٍّ
keragu-raguan
مُّرِيْبٍ
kebimbangan
ࣖ
﴿٥٤﴾
Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.
3660 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir itu dihalangi dari apa yang mereka inginkan, yaitu taubat dan kembali ke dunia agar bisa beriman, sebagaimana Allah melakukan hal yang sama kepada orang-orang kafir seperti mereka dari umat-umat sebelumnya. Sesungguhnya mereka di dunia dalam kebimbangan dalam perkara para rasul, kebangkitan dan hisab, membuat keragu-raguan dan kegoncangan, oleh karena itu mereka tidak beriman.
Sumber: https://tafsirweb.com/7812-surat-saba-ayat-54.html
Tafsir as-Sa'di
54. “Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini,” berupa berbagai syahwat, berbagai kelezatan, anak-anak, harta kekayaan, para pembantu dan bala tentara; masing-masing mereka menanggung amal perbuatan mereka sendiri dan datang sendiri-sendiri sebagaimana mereka dahulu diciptakan, dan mereka meninggalkan apa yang pernah mereka miliki di belakang mereka “sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka,” dari umat-umat terdahulu saat kebinasaan menimpa mereka, dihalnagi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan. “SEsungguhnya mereka dahulu dalam keraguan yang mendalam,” yang membangkitkan keraguan dan kegoncangan hati. Maka dari itu, mereka tidak beriman, dan mereka tidak mencela pada saat diminta mencela.
Sumber: https://tafsirweb.com/7812-surat-saba-ayat-54.html
Tafsir Al-Wajiz
54. Diberi batasan antara mereka dan sesuatu yang mereka inginkan berupa kesediaan untuk beriman atau kembali ke dunia sebagaimana yang dilakukan orang-orang kafir umat terdahulu dan taubat mereka tidak diterima. Sesungguhnya di dunia, mereka berada dalam kebimbangan yaitu antara keraguan dan tuduhan.Itu adalah kebimbangan tentang turunnya siksa kepada mereka, perintah rasul, hari kebangkitan, surga dan neraka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7812-surat-saba-ayat-54.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 51-54 Allah سبحانه وتعالى berfirman, bahwa sekiranya kamu, wahai Muhammad, menyaksikan orang-orang yang mendustakan adanya hari kiamat itu dalam keadaan kengerian, maka mereka tidak dapat melepaskan diri, yaitu mereka tidak mempunyai tempat melarikan diri dan tidak pula penolong atau pelindung bagi mereka (dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka)) yaitu, mereka tidak mungkin melarikan diri, bahkan mereka ditangkap sejak pertama kali Hasan Al-Bashri berkata yaitu saat mereka dibangkitkan dari kubur mereka. Abdurrahman bin Zaid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah terbunuhnya mereka dalam perang Badar. Pendapat yang benar bahwa makna yang dimaksud adalah kejadiannya pada hari kiamat, itu adalah musibah yang sangat besar, sekalipun apa yang telah disebutkan itu berkaitan erat dengan ayat ini. (dan (di waktu itu) mereka berkata, "Kami beriman kepada Allah”) yaitu pada hari kiamat mereka berkata, Kami beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya dan para rasulNya" sebagaimana Allah berfirman: (Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin” (12)) (Surah As-Sajdah) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu) yaitu, bagaimana mungkin mereka beriman, sedangkan mereka telah dijauhkan dari tempat yang padanya keimanan dapat diterima dari mereka; dan sekarang mereka berada di akhirat, yaitu tempat pembalasan, bukan tempat ujian.Seandainya mereka beriman di dunia, maka hal itu bermanfaat bagi mereka. Tetapi sesudah mereka kembali di akhirat, maka tidak ada jalan bagi mereka untuk dapat diterima keimanannya, sebagaimana tidak ada jalan untuk meraih sesuatu yang dijangkau dari tempat yang di luar jangkauannya. Mujahid berkata tentang firmanNya: (bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan)) yaitu mustahil meraihnya.Ibnu Abbas berkata bahwa mereka meminta untuk kembali ke dunia untuk bertaubat dari apa yang mereka lakukan, padahal tidak ada masa lagi untuk kembali dan bertaubat. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu) yaitu bagaimana mungkin keimanan dapat mereka raih di akhirat, sedangkan di dunia mereka mengingkari kebenaran dan mendustakan para rasul (dan mereka menduga-duga tentang yang gaib dari tempat yang jauh) Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dan mereka menduga-duga tentang yang gaib) dia berkata bahwa maknanya adalah dengan sangkaan. Saya berkata, itu sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (sebagai terkaan terhadap barang yang gaib) (Surah Al-Kahfi: 22) Terkadang mereka menyebutnya sebagai seorang penyair, terkadang menyebutnya sebagai dukun, terkadang menyebutnya sebagai tukang sihir, dan terkadang menyebutnya sebagai orang gila, dan perkataan-perkataan bathilselain itu.Mereka mendustakan adanya hari kebangkitan (kami sekali-sekali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-sekali tidak meyakininya) (Surah Al-Jatsiyah: 32) Qatadah dan Mujahid berkata bahwa mereka mengira tidak ada hari kebangkitan, surga, dan neraka.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan) Hasan Al-Bashri Adh-Dhahhak, dan lainnya berkata bahwa yang dimaksud adalah keimanan. As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan) yaitu taubat. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir.Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan) yaitu dari dunia berupa harta, perhiasan, dan keluarga. Yang benar adalah bahwa tidak ada pertentangan di antara kedua pendapat itu, karena sesungguhnya terkadang dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan di dunia, dan antara mereka dengan apa yang mereka cari di akhirat, mereka dihalangi dari hal itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu) yaitu sebagaimana yang telah dilakukan terhadap umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul; ketika azab Allah datang menimpa mereka, maka mereka berangan-angan seandainya mereka beriman. lalu keimanan mereka saat itu tidak diterima (Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami mempersekutukan(nya) dengan Allah” (84) Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksaan Kami.Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir (85)) (Surah Ghafir) Firman Allah سبحانه وتعالى (Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam) yaitu mereka di dunia selalu berada dalam keraguan dan kebimbangan, oleh karena itu keimanan mereka tidak diterima ketika mereka menyaksikan azab.Qatadah berkata,"Janganlah kalian ragu dan bimbang, karena sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan ragu, maka dia dibangkitkan dalam keadaan itu. Dan barangsiapa yang mati dalam keadaan yakin, maka dia dibangkitkan dalam keadaan itu
Sumber: https://tafsirweb.com/7812-surat-saba-ayat-54.html
Informasi
Surat
سبأ (Saba')
Saba' — 54 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
54 dari 54 ayat
Juz
Juz 22
Halaman
Halaman 434
Ruku
Ruku 375
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 87 (174/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3660 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-34