فاطر (Fatir)

Per AyatMushaf
اَلَمْ
tidakkah
تَرَ
kamu melihat
اَنَّ
bahwasannya
اللّٰهَ
Allah
اَنْزَلَ
menurunkan
مِنَ
dari
السَّمَاۤءِ
langit
مَاۤءًۚ
air (hujan)
فَاَخْرَجْنَا
lalu Kami keluarkan
بِهٖ
dengannya
ثَمَرٰتٍ
buah-buahan
مُّخْتَلِفًا
bermacam-macam
اَلْوَانُهَا
warnanya
ۗوَمِنَ
dan dari
الْجِبَالِ
gunung-gunung
جُدَدٌ
garis-garis
ۢبِيْضٌ
putih
وَّحُمْرٌ
dan merah
مُّخْتَلِفٌ
bermacam-macam
اَلْوَانُهَا
warnanya
وَغَرَابِيْبُ
dan pekat
سُوْدٌ
hitam
﴿٢٧﴾
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
3687 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apakah kamu tidak melihat bahwa Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Kami menyiramkannya ke pohon-pohon itu di bumi, lalu Kami mengeluarkan dari pohon-pohon itu buah-buahan yang bermacam-macam warnanya, ada yang merah, ada yang hitam, ada yang kuning dan ada yang lain? Dan kami menciptakan gunung dengan keanekaragamannya, ada yang putih dan ada yang merah, dengan berbagai macam warna, dan Kami menciptakan gunung dengan batunya yang sangat hitam.

Sumber: https://tafsirweb.com/7893-surat-fatir-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

Allah mengingatkan bahwa Dia menciptakan segala sesuatu yang berlawanan yang asalnya adalah satu dan materinya pun satu (sama), namun terdapat perbedaan yang sangat jauh sebagaimana dapat kita lihat dan kita saksikan, untuk membuktikan kepada hamba-hambaNya kesempurnaan KuasaNya dan keindahan HikmahNya: 27. Di antaranya adalah bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan air hujan itu Dia menumbuhkan berbagai jenis buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan yang beragam seperti yang disaksikan oleh orang-orang yang memperhatikannya. Padahal airnya sama dan tanahnya pun sama.Dan di antaranya juga adalah gunung-gunung yang dijadikan sebagai pasak bumi oleh Allah, Anda menjumpainya sebagai gunung-gunung yang menyatu, bahkan satu gunung, dan padanya terdapat banyak warna, ada “garis-garis putih,” maksudnya, jalan-jalan putih, da nada pula “yang hitam pekat,” maksudnya, sangat hitam sekali.

Sumber: https://tafsirweb.com/7893-surat-fatir-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Apakah kamu tidak mengetahui bahwa hanya dengan kekuasaan dan hikmahNya Dia menurunkan hujan dari awan. Kemudian melalui hujan itu, Kami mengeluarkan (berpaling dari objek orang ketiga menjadi subjek yang berbicara) buah-buahan yang berbeda-beda jenis dan warnanya.Dia juga menciptakan gunung-gunung yang berbeda warnanya. Di dalamnya terdapat jalan dan garis-garis warna yang terbentuk seperti pembuluh darah, ada yang putih, merah dan hitam. Kepekatan warna hitam itu menyerupai warna gagak

Sumber: https://tafsirweb.com/7893-surat-fatir-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-28 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan tentang kesempurnaan kekuasaanNya dalam penciptaan segala sesuatu yang beragam dari satu hal, yaitu dari air yang Dia turunkan dari langit. Lalu Dia menumbuhkan darinya berbagai macam buah yang beragam warnanya, ada yang kuning, merah, hijau, putih, dan warna-warna lainnya, dan bermacam-macam juga rasa dan aromanya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan ain yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berakal (4)) (Surah Ar-Ra'd) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka ragam warnanya) yaitu, Dia menciptakan gunung-gunung yang beraneka ragam warnanya itu sebagaimana yang disaksikan, ada yang putih dan ada yang merah.Pada sebagiannya ada yang bergaris-garis, yaitu dengan kata “al-judud” bentuk jamak “juddah” yang artinya beragam warna. Qatadah berkata bahwa al-judud adalah bergaris-garis. Ibnu Jarir berkata bahwa orang-orang Arab apabila menggambarkan hitam yang sangat pekat mereka berkata “aswad garabib”.Oleh karena itu ada sebagian mufasir yang berkata dalam ayat ini, bahwa ayat ini termasuk ungkapan muqaddam dan muakhkhar dalam firmanNya, (garabibu sud) yaitu hitam pekat. Akan tetapi, pendapat ini perlu diteliti. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya)) yaitu demikian pula makhluk hidup, baik manusia maupun binatang, yaitu setiap hewan yang berjalan dengan kaki; sedangkan “al-an’am” termasuk ke dalam bagian athaf khas ala al-’am. yaitu demikian juga beragam.Manusia ada yang termasuk bangsa Barbar, Habsyah, dan bangsa yang berkulit hitam, bangsa Sicilia, bangsa Romawi yang keduanya berkulit putih, sedangkan bangsa Arab berkulit pertengahan dan bangsa Indian. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat lain: (dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui) (Surah Ar-Rum: 22) Demikian juga hewan melata dan hewan ternak yang beragam warnanya dari satu jenis.Bahkan satu jenis dari hewan ada yang mempunyai beragam warna, bahkan ada satu hewan yang berwarma belang, yang di dalamnya ada warna ini dan warna itu. Maha Suci Allah sebaik-baik Dzat yang Menciptakan Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah ini: (Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama) yaitu sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah hanya para ulama yang mengetahui Allah, karena sesungguhnya semakin sempurna pengetahuan tentang Dzat yang Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan disifati dengan semua sifat sempurna dan memiliki nama-nama terbaik, maka semakin bertambah pengetahuannya, maka ketakutannya kepadaNya semakin besar dan semakin banyak. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama) dia berkata, yaitu orang-orang yang mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sumber: https://tafsirweb.com/7893-surat-fatir-ayat-27.html

Informasi

Surat

فاطر (Fatir)

Maha Pencipta — 45 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

27 dari 45 ayat

Juz

Juz 22

Halaman

Halaman 437

Ruku

Ruku 379

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 88 (175/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3687 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-35