يٰسۤ (Yasin)
Per AyatMushaf
ِۨالَّذِيْ
yang
جَعَلَ
menjadikan
لَكُمْ
bagi kalian
مِّنَ
dari
الشَّجَرِ
pohon
الْاَخْضَرِ
hijau
نَارًاۙ
api
فَاِذَآ
maka tiba-tiba
اَنْتُمْ
kamu
مِّنْهُ
dari padanya (kayu itu)
تُوْقِدُوْنَ
kamu menyalakan
﴿٨٠﴾
yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”
3785 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dialah yang mengeluarkan bagi kalian api yang membakar dari pohon basah lagi hijau, kalian menyalakan api dari pohon, dia kuasa mengeluarkan sesuatu dari lawannya. ”hal ini mengandung dalil atas keesaan Allah dan kesempurnaan kuasaNya, dan diantaranya adalah menghidupkan kembali orang-orang yang mati dari kubur mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/8036-surat-yasin-ayat-80.html
Tafsir as-Sa'di
80. kemudian Allah mengemukakan dalil ketiga, seraya berfirman, ”yaitu Rabb yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan api dari kayu itu,” apabila Dia mampu mengeluarkan api yang kering dari pohon yang hijau yang masih sangat basah, padahal sangat berlawanan dan sangat kontras, maka mengeluarkan kembali orang-orang yang mati dari kuburnya juga seperti itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/8036-surat-yasin-ayat-80.html
Tafsir Al-Wajiz
80. Dan di antara dalil-dalil kekuasaan Allah سبحانه وتعالى yaitu bahwa Dia menyalakan api dari pohon yang hijau yaitu gosokan dan kayu bakar dimana Dia membuat perumpamaan dari keduanya dengan dua tongkat yang saling digesekkan satu sama lain sehingga muncullah api dari keduanya. Dan keduanya itu berwarna hijau.Sehingga kalian bisa menyalakan api dari pepohonan yang hijau itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/8036-surat-yasin-ayat-80.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 77-80 Mujahid, Ikrimah, Urwah bin Az-Zubair, As-Suddi, dan Qatadah berkata bahwa Ubay bin Khalaf semoga dilaknat oleh Allah datang kepada Rasulullah ﷺ dengan membawa sebuah tulang yang rapuh, lalu dia meremasnya hingga hancur dan menebarkannya ke udara seraya berkata, "Wahai Muhammad, apakah kamu mengira bahwa Allah akan menghidupkan kembali tulang ini?" Rasulullah ﷺ menjawab: “Benar, Allah akan mematikanmu, kemudian membangkitkanmu hidup kembali, lalu menggiringmu ke neraka” Lalu turunlah ayat-ayat ini sampai akhir surah Yasin: (Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani)), hingga akhir surah Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa sesungguhnya Al-Ash bin Wa'il memungut sepotong tulang dari sungai yang lebar, lalu menghancurkannya dengan tangannya, kemudian dia berkata kepada Rasulullah ﷺ, "Apakah Allah akan menghidupkan kembali hewan ini sesudah apa yang aku lihat sekarang?" Rasulullah ﷺ menjawab: “Benar, Allah akan mematikanmu, lalu menghidupkanmu, kemudian memasukkanmu ke dalam neraka Jahanam” Ibnu Abbas berkata bahwa setelah itu turunlah ayat-ayat yang terakhir surah Yasin. Akan tetapi, bahwa sama saja apakah ayat-ayat ini diturunkan tentang dengan Ubay bin Khalaf, atau Al-Ash bin Wa'il, atau tentang keduanya, ayat ini mengandung makna umum mencakup semua orang yang mengingkari hari kebangkitan. Huruf alif dan lam yang ada di dalam firmanNya: (Dan apakah manusia tidak memperhatikan) untuk menunjukkan jenis yang mencakup semua orang yang mengingkari hari kebangkitan (bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata) yaitu apakah orang yang mengingkari hari kebangkitan tidak menyimpulkan dari permulaan penciptaan dirinya yang menunjukkan kepada kembalinya dia?Karena sesungguhnya Allah memulai penciptaan manusia dari sari pati air yang hina. Dia menciptakannya dari sesuatu yang hina, lemah, dan kecil, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? (20) Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (Rahim) (21) Sampai waktu yang ditentukan (22)) (Surah Al Mursalat) dan (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur) (Surah Al-Insan: 2) yaitu dari air mani yang bercampur, dan Dzat yang menciptakan manusia dari air mani yang lemah ini pasti mampu menghidupkannya kembali setelah mati.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" (78)) yaitu dia menganggap mustahil bahwa Allah yang mempunyai kekuasaan yang agung yang telah menciptakan langit dan bumi ini dapat mengembalikan jasad dan tulang-belulang yang telah hancur. Dia melupakan dirinya, bahwa Allah telah menciptakannya dari ketiadaan menjadi ada, padahal kalau dia merenungkan kejadian dirinya, tentulah dia dapat mengetahui apa yang lebih agung daripada yang dia anggap mustahil, dia ingkari, dan dia tentang. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (79)) yaitu mengetahui tulang-belulang yang berserakan di penjuru bumi, kemana perginya dan ke mana tercerai-berai.Firman Allah سبحانه وتعالى: (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (80)) yaitu Dzat yang menciptakan pohon ini dari air shingga menjadi pohon yang hijau dan segar yang berbuah dan dapat dipanen buahnya, kemudian Dia mengembalikannya hingga menjadi kayu yang kering dan dapat dijadikan sebagai kayu bakar. Demikianlah Dia Maha berbuat sesuai dengan yang Dia kehendaki, dan Maha Kuasa terhadap apa yang Dia inginkan, tidak ada sesuatupun yang dapat mencegahNya. Qatadah berkata tentang firmanNya: (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (80)) dia berkata bahwa Dzat yang mengeluarkan api dari pohon itu mampu mengembalikannya hidup kembali.
Sumber: https://tafsirweb.com/8036-surat-yasin-ayat-80.html
Informasi
Surat
يٰسۤ (Yasin)
Yasin — 83 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
80 dari 83 ayat
Juz
Juz 23
Halaman
Halaman 445
Ruku
Ruku 385
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 89 (178/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3785 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-36