اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
لَنْ
belum
تَنَالُوا
kamu mencapai
الْبِرَّ
kebaikan
حَتّٰى
sehingga (sebelum)
تُنْفِقُوْا
kamu menafkahkan
مِمَّا
dari apa (harta)
تُحِبُّوْنَ
kamu mencintai
ۗوَمَا
dan apa
تُنْفِقُوْا
kamu menafkahkan
مِنْ
dari
شَيْءٍ
sesuatu
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
بِهٖ
dengannya
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
﴿٩٢﴾
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.
385 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kalian tidak akan bisa mendapatkan syurga sehingga kalian menyedekahkan sesuatu dari apa yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian sedekahkan dengan itu,walau sedikit ataupun banyak, niscaya Allah Mengetahuinya, dan Dia akan memberikan balasan kepada setiap orang yang berinfak sesuai dengan amalnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1224-surat-ali-imran-ayat-92.html

Tafsir as-Sa'di

92. Maksudnya, “Kamu sekali-kali tidak sampai” dan tidak akan mendapatkan “kebajikan”, yang artinya adalah sebuah kata yang menyeluruh tentang kebajikan, yaitu jalan yang menyampaikan kepada surga, “sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai” dari harta kalian yang terbaik dan paling istimewa. Hal itu karena berinfak dengan apa-apa yang baik lagi disayangi oleh jiwa merupakan tanda yang paling besar dari kelapangan jiwa dan sifatnya yang mulia, kasih sayangnya dan kelembutannya, dan juga merupakan tanda yang paling jelas tentang kecintaannya kepada Allah dan sikap mendahulukan Allah atas kecintaan terhadap harta yang sangat dicintai oleh jiwa.Karena itu, barangsiapa yang mendahulukan kecintaan kepada Allah atas kecintaan terhadap dirinya sendiri, maka sesungguhnya ia telah mencapai puncak kesempurnaan, demikian pula bagi seseorang yang menginfakkan hal-hal yang baik dan berbuat kebajikan kepada hamba-hamba Allah, niscaya Allah akan berbuat baik kepadanya dan membimbingnya kepada perbuatan-perbuatan dan akhlak-akhlak yang tidak mungkin dapat diperoleh dengan selain kondisi seperti ini. Demikian juga, barangsiapa yang menunaikan infak dengan bentuk yang seperti ini, niscaya pelaksanaannya terhadap amalan-amalan shalih lainnya dan akhlak-akhlak yang mulia adalah lebih baik dan lebih patut. Di samping berinfak dengan hal-hal yang baik merupakan bentuk yang paling sempurna, maka seberapa pun seorang hamba berinfak, baik sedikit maupun banyak dari yang baik atau lainnya, “maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” Allah akan memberikan ganjaran kepada setiap orang yang berinfak sesuai dengan amalannya, dan Allah akan membalasnya di dunia dengan segera memberikan gantinya dan di akhirat dengan kenikmatan yang tertunda.

Sumber: https://tafsirweb.com/1224-surat-ali-imran-ayat-92.html

Tafsir Al-Wajiz

92 Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada pahala kebajikan yang sempurna yaitu surga, sebelum kamu menyedekahkan sebagian harta yang kamu cintai. Sedekah paling baik adalah sedekah kepada keluarga dan kerabat. Dan apa saja yang kamu sedekahkankan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya dan akan memberi balasan atas itu

Sumber: https://tafsirweb.com/1224-surat-ali-imran-ayat-92.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Diriwayatkan ari Amr bin Maimun, tentang (Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan) Dia berkata, "Kebajikan itu adalah surga" Diriwayatkan dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah mendengar Anas bin Malik, dia berkata, "Abu Thalhah adalah salah satu kaum Anshar yang paling kaya di Madinah. Hartanya yang paling dia cintai adalah kebun kurma Bairuha’ yang berada di depan masjid. Nabi ﷺ sering masuk ke kebun itu dan minum air yang ada di sana.Anas berkara, ketika turun ayat: (Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai) Abu Thalhah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman (Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai) dan harta yang paling aku cintai adalah kebun kurma Bairuha’, ini adalah sedekah untuk Allah.Aku berharap agar kebun ini menjadi amal kebajikan di sisi Allah. Tempatkanlah kebun ini, wahai Rasulullah, sesuai dengan kehendak Allah.” Lalu Nabi ﷺ bersabda, “Itu benar, itu adalah harta yang menguntungkan.” Aku telah mendengar “Aku melihat kamu memberikannya kepada kerabat” Lalu Abu Thalhah berkata “Aku akan melakukannya, wahai Rasulullah” Lalu Abu Thalhah membaginya kepada kerabatnya dan sepupunya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1224-surat-ali-imran-ayat-92.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

92 dari 200 ayat

Juz

Juz 3

Halaman

Halaman 62

Ruku

Ruku 51

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 12 (24/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-385 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3