الصّٰۤفّٰت (As-Saffat)

Per AyatMushaf
قَالُوا
mereka berkata
ابْنُوْا
bangunkanlah/dirikanlah
لَهٗ
untuknya (Ibrahim)
بُنْيَانًا
suatu bangunan
فَاَلْقُوْهُ
lalu lemparkan dia
فِى
pada
الْجَحِيْمِ
api yang menyala
﴿٩٧﴾
Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
3885 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Manakala hujjah telah tegak atas mereka, merekapun menggunakan kekuatan, mereka berkata, ”bangunkanlah untuknya sebuah bangunan, isilah dengan kayu bakar lalu lemparkanlah dia kedalamnya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8219-surat-as-saffat-ayat-97.html

Tafsir as-Sa'di

97-98. “Mereka berkata, ‘Dirikanlah suatu bangunan untuk Ibrahim’,” yang sangat tinggi kemudian nyalakan api di atasnya. “Lalu lemparkanlah dia dalam api yang menyala-nyala itu,” sebagai balasan atas perbuatannya menghancurkan berhala-berhala mereka; dan mereka pun hendak “melakukan tipu muslihat kepadanya” yaitu membunuhnya dengan pembunuhan yang paling keji, “maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina”; Allah mengembalikan tipu muslihat mereka ke leher mereka sendiri dan Allah jadikan api itu dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim.

Sumber: https://tafsirweb.com/8219-surat-as-saffat-ayat-97.html

Tafsir Al-Wajiz

97. Sembari berdiskusi tentang peristiwa yang terjadi di antara mereka itu, kaum Ibrahim berkata: “Dirikanlah untuknya bangunan yang terbuat dari batu, lalu isilah dengan kayu bakar dan nyalakanlah api, kemudian lemparkanlah dia ke dalamnya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8219-surat-as-saffat-ayat-97.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 88-98 Sesungguhnya nabi Ibrahim berkata demikian kepada kaumnya agar dia tetap berada di negeri itu apabila kaumnya pergi ke tempat perayaan mereka, karena sesungguhnya saat itu mereka hampir saja keluar menuju tempat perayaan mereka, maka nabi Ibrahim menginginkan agar dia dapat menyendiri dengan sembahan-sembahan mereka agar dia menghancurkannya. Jadi nabi Ibrahim berkata kepada mereka suatu alasan yang pada hakikatnya benar, tetapi mereka mengira bahwa dia benar-benar sedang sakit (Lalu mereka berpaling darinya dengan membelakanginya (90)) Qatadah berkata bahwa orang-orang Arab menganggap orang yang berpikir itu memandang ke arah bintang. Yang dimaksud Qatadah adalah bahwa dia memandang langit untuk mengalihkan perhatian mereka terhadap dirinya.Lalu ia berkata: (Sesungguhnya aku sakit) yaitu lemah. Sufyan berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya aku sakit) yaitu terkena penyakit tha’un. dia berkata demikian karena kaumnya takut terhadap orang yang menderita penya tha’un, Jadi mereka lari meninggalkannya sendirian bersama berhala-berhala mereka. Qatadah meriwayatkan dari Sa'id bin Al-Musayyib, bahwa nabi Ibrahim melihat bintang terbit, lalu berkata: (Sesungguhnya aku sakit) dia bermaksud membela agama Allah, (maka dia berkata,”Sesungguhnya aku sakit (89)) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lalu mereka berpaling darinya dengan membelakanginya (90)) yaitu menuju perayaan mereka (Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka) yaitu pergi ke tempat sembahan-sembahan mereka setelah mereka keluar, maka dengan cepat dan sembunyi-sembunyi (lalu ia berkata, "Apakah kamu tidak makan?") Demikian itu karena mereka meletakkan di hadapan berhala-berhala itu makanan dan kurban dengan tujuan untuk mendapatkan berkah dari berhala-berhala itu.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulinya dengan tangan kanannya (dengan kuat) (93)) Al-Farra’ berkata bahwa maknannya nabi Ibrahim menghadapinya sambil memukulnya dengan tangan kanannya. Qatadah dan Al-Jauhari berkata bahwa nabi Ibrahim menghadapi mereka sambil memukulnya dengan tangan kanan. Sesungguhnya dia memukul mereka dengan tangan kanan karena pukulan tangan kanannya lebih kuat.Setelah itu dia meninggalkan berhala itu hancur ber­keping-keping, kecuali yang paling besar barangkali menunggu mereka kembali. Sebagaimana yang telah disebutkan tafsir tentang itu dalam surah Al-Anbiya. Firman Allah سبحانه وتعالى di sini: (Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas (94)) Mujahid dan lainnya berkata bahwa maknanya adalah bergegas.Kisah ini disini diringkas, sedangkan dalam surah Al-Anbiya panjang lebar. Ketika mereka kembali, pada awal mulanya mereka tidak mengetahui siapa yang melakukan itu, sampai mereka menyelidiki dan mencari berita, lalu mereka mengetahui bahwa nabi Ibrahim yang melakukan hal itu. Ketika mereka datang ke untuk mencaci maki perbuatannya itu, maka nabi Ibrahim mengambil persiapan untuk mengecam dan mencela perbuatan mereka.Jadi dia berkata: (Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?), yaitu apakah kalian menyembah berhala-berhala yang kalian pahat dan kalian buat dengan tangan kalian itu selain Allah (Padahal Allah-lah Yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu (96)) Bisa juga bahwa huruf “maa” di sini adalah “maa mashdariyah”, sehingga bentuknya adalah “Allah adalah Dzat yang menciptakan dan mengetahui apa yang kalian lakukan” Bisa juga bahwa huruf “maa” itu bermakna “alladzi” yang bentuknya adalah Allah adalah Dzat yang menciptakan kalian dan yang mengetahui apa yang kalian lakukan kepadaNya” Kedua pendapat itu saling berkaitan dan pendapat yang pertama adalah yang lebih jelas, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab “Af’a Al-Ibad” Diriwayatkan dari Hudzaifah secara marfu’:,”Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakan semua pekerja dan hasil kerjanya” Sebagian mereka membacanya: (Padahal Allahlah Yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu (96)) Ketika itu saat hujjah ditegakkan kepada mereka, mereka menyerangnya dengan tangan dan kekuatan, lalu mereka berkata: (Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim: lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu) Perkara mereka telah disebutkan di dalam surah Al-Anbiya’. Allah menyelamatkan nabi Ibrahim dari api itu dan memenangkannya atas mereka, menolongnya, dan meninggikan hujjahnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina (98))

Sumber: https://tafsirweb.com/8219-surat-as-saffat-ayat-97.html

Informasi

Surat

الصّٰۤفّٰت (As-Saffat)

Barisan-Barisan — 182 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

97 dari 182 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 449

Ruku

Ruku 388

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 90 (180/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3885 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-37