الصّٰۤفّٰت (As-Saffat)
Per AyatMushaf
وَجَعَلُوْا
dan mereka menjadikan/adakan
بَيْنَهٗ
antara Dia
وَبَيْنَ
dan antara
الْجِنَّةِ
jin
نَسَبًا
nasab/hubungan
ۗوَلَقَدْ
dan sesungguhnya
عَلِمَتِ
mengetahui
الْجِنَّةُ
jin
اِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
لَمُحْضَرُوْنَۙ
sungguh mereka dihadapkan
﴿١٥٨﴾
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),
3946 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrik itu juga menetapkan nasab dan kekerabatan antara Allah dengan para malaikat, dan sungguh malaikat itu mengetahui bahwa orang-orang musyrik akan dihadirkan untuk di azab di hari kiamat.
Sumber: https://tafsirweb.com/8280-surat-as-saffat-ayat-158.html
Tafsir as-Sa'di
158. Orang-orang yang mempersekutukan Allah itu menetapkan adanya hubungan nasab antara Allah dengan jin, di mana mereka beranggapan bahwa sesungguhnya para malaikat adalah putri-putri Allah dan sesungguhnya ibu-ibu mereka adalah jin-jin perempuan! Padahal jin-jin itu nanti, sebagaimana telah diketahui akan dihadirkan ke hadapan Allah akan diberikan pembalasan.Jadi, mereka adalah hamba-hamba yang hina-dina. Kalau saja ada hubungan nasab antara Allah dengan mereka tentu mereka tidak diperlakukan demikian.
Sumber: https://tafsirweb.com/8280-surat-as-saffat-ayat-158.html
Tafsir Al-Wajiz
158. Mereka para musyrikin menganggap Allah dan malaikta itu memiliki suatu hubungan nasab. Mereka mengklaim bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah.Mereka menyebut malaikat dengan jinnah karena mereka tidak dapat dilihat oelh mata (hubungan nasab). Malaikat telah tahu bahwa orang-orang kafir itu akan diseret ke dalam azab neraka. Ibnu Abbas mengatakan: “Ayat ini turun untuk tiga orang Qurays, Sulaim, Khuza’ah dan Juhainah.”
Sumber: https://tafsirweb.com/8280-surat-as-saffat-ayat-158.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 149-160 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari orang-orang musyrik karena mereka telah menjadikan bagi Allah سبحانه وتعالى anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedangkan bagi mereka apa yang mereka sukai, yakni anak laki-laki. Yaitu, mereka menghendaki yang terbaik untuk diri mereka (Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah (58)) (Surah An-Nahl) yaitu dia tidak senang dengan itu, dan dia tidak memilih untuk dirinya kecuali hanya anak laki-laki.Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa bagaimana bisa mereka menisbatkan kepada Allah سبحانه وتعالى bagian yang tidak mereka pilih untuk diri mereka sendiri? Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tanyakanlah kepada mereka) yaitu tanyakanlah kepada mereka dengan maksud mengingkari perbuatan mereka (Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki) sebagaimana firmanNya: (Apakah patut untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? (21) Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil (22)) (Surah An-Najm) Firman Allah: (atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? (150)) yaitu bagaimana bisa mereka memutuskan bahwa para malaikat itu perempuan, padahal mereka tidak menyaksikan penciptaannya. sebagaimana firmanNya: (Dan mereka menganggap malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu?Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban (19)) (Surah Az-Zukhruf) yaitu mereka ditanyai tentang hal itu pada hari kiamat.Firman Allah: (Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya) yaitu kebohongan mereka (benar-benar mengatakan (151) "Allah beranak”) yaitu anak itu disandarkan kepadaNya (Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tiga pendapat mereka terhadap para malaikat karena kekafiran dan kedustaan mereka yang sangat besar. Pertama, mereka menjadikan para malaikat itu anak-anak perempuan Allah. Jadi mereka menjadikan anak bagi Allah dan para malaikat itu perempuan, Maha suci Allah dari hal itu.Kemudian mereka menyembah para malaikat itu selain Allah سبحانه وتعالى. Maha suci Allah dari hal itu. Masing- masing dari semua itu cukup untuk menjerumuskan orang yang melakukannya abadi di dalam neraka Jahannam.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkarinya perbuatan mereka: (Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki (153)) yaitu apakah yang mendorong Dia untuk memilih anak-anak perempuan, bukan anak laki-laki, sebagaimana firmanNya: (Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki, sedangkan Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya) (40)) (Surah Al-Isra’) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah yang terjadi padamu?Bagaimanakah (caranya) kamu menetapkan? (154)) yaitu, kalian ini memang tidak mempunyai akal yang kalian gunakan untuk merenung sebelum mengatakan sesuatu (Maka apakah kamu tidak memikirkan? (155) Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? (156)) yaitu hujjah atas apa yang kalian katakan (Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar (157)) yaitu datangkanlah bukti yang bersandar pada suatu kitab yang diturunkan dari langit dari Allah سبحانه وتعالى yang menyebutkan bahwa Dia mengambil seperti apa yang kamu katakan itu. Sesungguhnya apa yang kamu katakan itu tidak dapat diterima oleh akal yang sehat, bahkan akal tidak memperbolehkannya secara keseluruhan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan sesungguhnya jin mengetahui) yaitu orang-orang yang menisbatkan hal tersebut kepada jin (bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka)) yaitu orang-orang yang mengatakan itu benar-benar akan diseret ke dalam azab di hari perhitungan karena kebohongan mereka dalam hal itu, dan hal yang dibuat-buat mereka dan ucapan mereka yang bathil tanpa pengetahuan.Firman Allah: (Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan (159)) yaitu Maha Tinggi dan Maha Suci Allah dari mempunyai anak dan dari apa yang digambarkan oleh orang-orang zalim dan ingkar itu dengan ketinggian yang Maha besar. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa) (160)) Istisna’ munqati, dan itu berasal dari kalam yang mutsbat, kecuali dhamir yang terdapat di dalam firmanNya: (Dari apa yang mereka sifatkan) itu kembali kepada semua manusia. Kemudian Allah mengecualikan dari mereka orang-orang yang ikhlas dan mereka adalah orang-orang yang mengikuti kebenaran yang diturunkan kepada semua nabi yang diangkat menjadi rasul.Ibnu Jarir menganggap istitsna’ dari firman Allah سبحانه وتعالى: (bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka)) dan (Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa) (160)) Tetapi hal ini masih perlu diteliti
Sumber: https://tafsirweb.com/8280-surat-as-saffat-ayat-158.html
Informasi
Surat
الصّٰۤفّٰت (As-Saffat)
Barisan-Barisan — 182 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
158 dari 182 ayat
Juz
Juz 23
Halaman
Halaman 452
Ruku
Ruku 390
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 91 (181/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3946 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-37