ص (Sad)
Per AyatMushaf
اِنَّا
sesungguhnya Kami
سَخَّرْنَا
Kami menundukkan
الْجِبَالَ
gunung-gunung
مَعَهٗ
bersama dia
يُسَبِّحْنَ
mereka bertasbih
بِالْعَشِيِّ
diwaktu petang
وَالْاِشْرَاقِۙ
dan pagi
﴿١٨﴾
Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi,
3988 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
18-19. Sesungguhnya Kami menundukan gunung-gunung untuk Dawud, ia bertasbih bersama tasbihnya di pagi hari dan petang hari, dan Kami menundukan burung bersamanya dengan berkumpul untuk bertasbih bersamanya dan menaati dan mengikutinya.
Sumber: https://tafsirweb.com/8504-surat-shad-ayat-18.html
Tafsir as-Sa'di
18-19. Di antara kesungguhan inabah dan ibadahnya kepada Rabbnya adalah, Allah menundukkan gunung-gunung untuk turut bertasbih berasamanya dengan memuji Rabbnya, “di waktu petang dan pagi,” pada waktu menjelang siang dan menjelang malam, “dan” Allah juga menundukkan “burung-burung dalam keadaan terkumpul,” yakni bergerombolan dan terhimpun. “Masing-masing,” baik gunung maupun burung “kepadaNya” kepada Allah “amat taat”, sebagai pengamalan terhadap Firman Allah, “"Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", (Saba:10). Itu adalah karunia Allah kepadanya yakni kekuatan dalam ibadah.
Sumber: https://tafsirweb.com/8504-surat-shad-ayat-18.html
Tafsir Al-Wajiz
18. Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-gunung beserta Daud, mereka selalu bertasbih kepada Allahpagi maupun petang. Itu menunjukkan bahwa mereka terus menerus bertasbih
Sumber: https://tafsirweb.com/8504-surat-shad-ayat-18.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 17-20 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang hamba dan rasulNya, nabi Dawud bahwa dia memiliki kekuatan. Dan kata “al-aid” adalah kekuatan dalam masalah ilmu dan amal. Mujahid berkata bahwa “al-aid” adalah kekuatan dalam ketaatan.Qatadah berkata bahwa nabi Dawud dianugerahi kekuatan dalam mengerjakan ibadah dan memberinya pengetahuan tentang Islam. Telah disebutkan kepada kami bahwa nabi Dawud selalu mengerjakan shalat di sepertiga malam, dan puasa setengah tahun. Hal ini disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau ﷺ bersabda:”Shalat yang paling disukai Allah adalah shalatnya nabi Dawud, dan puasa yang paling disukai Allah adalah puasanya nabi Dawud.Dia tidur sampai tengah malam, lalu bangun sepertiganya, dan tidur seperenamnya. Dan dia berpuasa sehari dan berbuka sehari, dia tidak pernah lari jika bertemu dengan musuh” dan dia adalah seorang yang mengembalikan semuanya kepada Allah سبحانه وتعالى, yaitu selalu menyembalikan semua urusan dan perkaranya hanya kepada Allah: Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) di waktu petang dan pagi (18)) yaitu Allah سبحانه وتعالى menundukkan gunung-gunung yang bertasbih bersamanya di saat terbitnya matahari terbit dan di penghujung siang, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud) (Surah Saba’: 10) Demikian juga burung-burung bertasbih bersama dengan tasbinya, menjawab tasbih bersama jawabannya, dan gunung-gunung yang tinggi-tinggi pun membalas tasbihnya dan mengikuti tasbih bersamanya.Diriwayatkan dari Ayyub bin Shafwan. dari maulanya yaitu Abdullah bin Al-Harits bin Naufal, bahwa Ibnu Abbas pada mulanya tidak mengerjakan shalat dhuha. Kemudian aku membawanya masuk menemui Ummu Hani', dan aku berkata kepadanya,”Ceritakanlah kepadaku apa yang kamu ceritakan kepadaku ini" Maka Ummu Hani' berkata:”Pada hari jatuhnya penaklukkan Makkah, Rasulullah ﷺ masuk ke dalam rumahku, kemudian meminta air sebanyak satu mangkuk besar, lalu memerintahkan agar dibuat penghalang dari kain antara aku dan dia. Lalu beliau mandi, dan mengeringkan tubuhnya di salah satu sudut di rumahku, lalu beliau shalat delapan rakaat.Shalat itu adalah shalat dhuha yang berdiri, rukuk, sujud, dan duduknya hampir sama lamanya antara satu dengan yang lain. Ibnu Abbas keluar seraya berkata: “Sungguh aku membaca apa yang ada di antara dua lembaran, namun aku baru mengenal shalat dhuha saat ini (bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi). Aku bertanya, “Di manakah shalat pagi?” Kemudian, setelah itu, dia menyebut shalat pagi.Oleh karena itu, Allah berfirman: (dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul) yaitu tertahan di udara (Masing-masingnya amat taat kepada Allah) yaitu taat bertasbih kepada Allah.Qatadah dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang FirmanNya (Masing-masingnya amat taat kepada Allah) yaitu taat Firman Allah سبحانه وتعالى. (Dan Kami kuatkan kerajaannya) yaitu Kami menjadikan baginya kerajaan yang sempurna dari semua yang diperlukan para raja. Firman Allah (dan Kami berikan kepadanya hikmah) Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah pemahaman, akal, dan kecerdasan. Di lain kesempatan dia mengatakan bahwa itu adalah kebijaksanaan dan keadilan, dan di lain kesempatan lagi dia berkata bahwa itu kebenaran.As-Suddi berkata tentang (Al-Hikmah) yaitu kenabian. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan) Syuraih Al-Qadhi dan Asy-Sya'bi berkata, keputusan dalam perselisihan tentang persaksian sumpah. Qatadah berkata yaitu dua orang saksi yang dibebankan kepada orang yang tertuduh.Berdasarkan keputusan dalam perselisihan yang ditetapkan para nabi dan rasul. Orang-orang mukmin dan orang-orang shalih berkata yaitu keadilan dari umat ini sampai hari kiamat. Mujahid berkata juga bahwa yang dimaksud dengan pembahasan ini adalah adalah keputusan dalm berbiacara dan menentukan keputusan, dan semua ini mencakup semua pendapat itu, dan ini adalah makna yang dimaksud dan dipilih Ibnu Jarir.
Sumber: https://tafsirweb.com/8504-surat-shad-ayat-18.html
Informasi
Surat
ص (Sad)
Sad — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
18 dari 88 ayat
Juz
Juz 23
Halaman
Halaman 454
Ruku
Ruku 392
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 91 (181/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3988 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-38