Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidaklah
خَلَقْنَا
Kami jadikan
السَّمَاۤءَ
langit
وَالْاَرْضَ
dan bumi
وَمَا
dan tidaklah
بَيْنَهُمَا
diantara keduanya
بَاطِلًا
batil/palsu/sia-sia
ۗذٰلِكَ
demikianlah
ظَنُّ
prasangkaan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
فَوَيْلٌ
maka celakalah
لِّلَّذِيْنَ
bagi orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
مِنَ
dari
النَّارِۗ
api/neraka
﴿٢٧﴾
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
3997 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduannya hanya untuk sekedar main-main dan iseng. Itulah dugaan orang-orang kafir, maka celaka mereka, mereka akan masuk kedalam api neraka di hari kiamat, karena dugaan batil, karena duugaan batil mereka dan kekafiran mereka kepada Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/8513-surat-shad-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

27. Allah memberitahu tentang kesempuranaan hikmahNya dalam penciptaan langit dan bumi, dan sesungguhnya Dia tidak menciptakannya “sebagai suatu yang batil,” artinya, dengan sia-sia dan main-main, tanpa ada faidah ataupun maslahatnya. “Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir” terhadap Rabb mereka, di mana mereka meyakini apa yang tidak pantas bagi kebesaranNya. “Makaa celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka.” Nerakalah yang akan mengambil yang hak dari mereka dan akan menghanguskan mereka. Sebab, sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi ini dengan (alasan) yang hak dan untuk (tujuan) yang hak.Allah menciptakan keduanya agar manusia mengetahui kemahasempurnaan ilmuNYa, kemampuanNYa dan keluasan KuasaNya, dan bahwa sesungguhnya hanya Allah semata sembahan, bukan yang tidak pernah menciptakan sebesar biji sawi pun dari langit dan bumi ini; dan sesungguhnya kebangkitan itu benar adanya dan Allah akan memberikan keputusan antara para pelaku kebaikan dan para pelaku keburukan. Dan hendaknya orang yang tidak mengetahui (bodoh) terhadap hikmah (kebijaksanaan) Allah, tidak menyangka bahwa Allah akan menyetarakan antara kedua golongan itu dalam putusan hukumNya kelak.

Sumber: https://tafsirweb.com/8513-surat-shad-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya hanya main-main dan sia-sia. Namun Kami menciptakan keduanya sebagai bukti atas kekuasaan Kami.Sangkaan bahwa semua itu diciptakan hanya main-main dan tanpa tujuan juga tidak akan ada hari kiamat adalah sangkaan orang-orang kafir. Maka azab dan kebinasaan pada neraka Jahannam adalah bagi mereka orang-orang kafir atas kekufuran mereka

Sumber: https://tafsirweb.com/8513-surat-shad-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-29 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa tidak sekali-kali Dia menciptakan makhlukNya dengan main-main, melainkan Dia menciptakan mereka supaya mereka menyembahNya dan mengesakanNya. Kemudian Allah mengumpulkan mereka di hari mengumpulkan, maka Dia memberi pahala kepada orang yang taat dan mengazab orang yang kafir. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya secara sia-sia. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir) yaitu orang-orang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan dan hari kembali, melainkan hanya percaya kepada kehidupan di dunia saja (maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka) yaitu, kecelakaan bagi mereka di hari mereka dibangkitkan berupa neraka yang disediakan untuk mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa termasuk keadilan dan hikmahNya Dia tidak menyamakan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? (28)) yaitu Kami tidak akan melakukan hal itu; mereka tidak sama di sisi Allah.Dan jika perkaranya demikian, maka pasti ada negeri lain yang di dalamnya orang yang taat diberi pahala dan orang yang durhaka mendapat siksaan. Petunjuk ini menunjukkan bagi akal yang sehat dan fitrah yang lurus bahwa hari akhirat dan hari pembalasan itu pasti ada. Karena sesungguhnya kita sering melihat orang yang zalim dan melampaui batas semakin bertambah harta, anak dan kenikmatannya, dan mati dalam keadaan itu.Sebaliknya kita sering melihat orang yang taat dan teraniaya mati dalam kesengsaraannya, maka pasti menurut kebijaksanaan Dzat yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, dan Maha Adil yang tidak pernah zalim sedikit pun untuk menegakkan keadilan dengan memenangkan yang teraniaya atas orang yang menganiayanya. Apabila hal ini tidak terjadi di dunia ini, maka terjadi di sana, di negeri lain yang padanya dilakukan pembalasan dan keadilan ini Mengingat bahwa Al-Qur'an itu memberi petunjuk ke tujuan-tujuan yang benar dan kesimpulan-kesimpulan yang masuk akal dan jelas, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (29)) Yaitu orang-orang yang memiliki akal, dan kata “al-albab” adalah bentuk jamak dari “lubbun” yang artinya akal.

Sumber: https://tafsirweb.com/8513-surat-shad-ayat-27.html

Informasi

Surat

ص (Sad)

Sad — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

27 dari 88 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 455

Ruku

Ruku 393

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 91 (182/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3997 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-38