Per AyatMushaf
اَمْ
atau
نَجْعَلُ
Kami jadikan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
وَعَمِلُوا
dan mereka beramal
الصّٰلِحٰتِ
shaleh
كَالْمُفْسِدِيْنَ
seperti orang-orang yang berbuat kerusakan
فِى
di
الْاَرْضِۖ
bumi
اَمْ
atau
نَجْعَلُ
Kami jadikan
الْمُتَّقِيْنَ
orang-orang yang bertakwa
كَالْفُجَّارِ
seperti orang-orang yang durhaka
﴿٢٨﴾
Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?
3998 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apakah pantas Kami menjadikan orang-orang yang beriman dan beramal shalih sama seperti orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi, atau Kami menjadikan orang-orang yang bertakwa lagi beriman sama seperti para pelaku dosa yang kafir? penyamaan ini tidak layak bagi Allah denan segala kebijaksanaan dan keputusan Allah maka mereka semua tidak sama di sisi Allah, karena Allah akan memberikan pahala bagi orang-orang mukmin yang bertakwa dan menghukum orang-orang yang merusak lagi celaka.

Sumber: https://tafsirweb.com/8514-surat-shad-ayat-28.html

Tafsir as-Sa'di

28. Maka dari itu Dia berfirman, “Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah pula Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” ini sama sekali tidak patut bagi kebijakan dan keputusan Kami.

Sumber: https://tafsirweb.com/8514-surat-shad-ayat-28.html

Tafsir Al-Wajiz

28. Patutkah Kami menjadikan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengerjakan perintah-Nya layaknya mereka orang-orang musyrik dan pembuat kedurhakaan di dunia. Juga patutkah Kami jadikan orang-orang yang bertaqwa layaknya orang-orang kafir munafik dan durhaka?Maka sekali-kali tidak ada kesamaan antara mereka. Kata am bisa berfungsi dua makna, bal untuk menekankan kalimat kedua. Fungsi selanjutnya seperti hamzah iistifham untuk mengingkari, sehingga kalimat sesudahnya menjadi nafi.Sehingga kalimat sesudahnya ada penyamaan makna antara atqiya’ dan asyrar. Fujjar bermakna orang-orang fasik yang berusaha keras untuk menutup terhadap syariat

Sumber: https://tafsirweb.com/8514-surat-shad-ayat-28.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-29 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa tidak sekali-kali Dia menciptakan makhlukNya dengan main-main, melainkan Dia menciptakan mereka supaya mereka menyembahNya dan mengesakanNya. Kemudian Allah mengumpulkan mereka di hari mengumpulkan, maka Dia memberi pahala kepada orang yang taat dan mengazab orang yang kafir. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya secara sia-sia. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir) yaitu orang-orang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan dan hari kembali, melainkan hanya percaya kepada kehidupan di dunia saja (maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka) yaitu, kecelakaan bagi mereka di hari mereka dibangkitkan berupa neraka yang disediakan untuk mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa termasuk keadilan dan hikmahNya Dia tidak menyamakan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? (28)) yaitu Kami tidak akan melakukan hal itu; mereka tidak sama di sisi Allah.Dan jika perkaranya demikian, maka pasti ada negeri lain yang di dalamnya orang yang taat diberi pahala dan orang yang durhaka mendapat siksaan. Petunjuk ini menunjukkan bagi akal yang sehat dan fitrah yang lurus bahwa hari akhirat dan hari pembalasan itu pasti ada. Karena sesungguhnya kita sering melihat orang yang zalim dan melampaui batas semakin bertambah harta, anak dan kenikmatannya, dan mati dalam keadaan itu.Sebaliknya kita sering melihat orang yang taat dan teraniaya mati dalam kesengsaraannya, maka pasti menurut kebijaksanaan Dzat yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, dan Maha Adil yang tidak pernah zalim sedikit pun untuk menegakkan keadilan dengan memenangkan yang teraniaya atas orang yang menganiayanya. Apabila hal ini tidak terjadi di dunia ini, maka terjadi di sana, di negeri lain yang padanya dilakukan pembalasan dan keadilan ini Mengingat bahwa Al-Qur'an itu memberi petunjuk ke tujuan-tujuan yang benar dan kesimpulan-kesimpulan yang masuk akal dan jelas, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (29)) Yaitu orang-orang yang memiliki akal, dan kata “al-albab” adalah bentuk jamak dari “lubbun” yang artinya akal.

Sumber: https://tafsirweb.com/8514-surat-shad-ayat-28.html

Informasi

Surat

ص (Sad)

Sad — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

28 dari 88 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 455

Ruku

Ruku 393

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 91 (182/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3998 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-38