اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
وَلِلّٰهِ
dan milik Allah
مَا
apa/segala
فِى
di
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَمَا
dan apa/segala
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
ۗوَاِلَى
dan kepada
اللّٰهِ
Allah
تُرْجَعُ
dikembalikan
الْاُمُوْرُ
segala urusan
ࣖ
﴿١٠٩﴾
Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
402 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan milik Allah apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi, merupakan milikNya semata, baik dari sisi penciptaan maupun pengaturanNya, dan tempat kembali semua makhluk adalah kepadaNya semata, kemudian Dia akan memberi balasan kepada tiap-tiap makhluk sesuai dengan balasan yang pantas diterimanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1241-surat-ali-imran-ayat-109.html
Tafsir as-Sa'di
109. “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan dibumi; dan kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan,” maka Allah akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikan dengan kebaikan mereka dan orang-orang yang berbuat kejelekan dengan kemaksiatan mereka. Sering sekali Allah menyebutkan hukum-hukumNya yang tiga itu secara bersamaan, yang mana Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya bahwa Dia-lah Pemutus perkara yang mutlak, milikNya-lah ketentuan-ketentuan takdir, ketentuan-ketentuan syariat, dan ketentuan-ketentuan pembalasan. Maka Allah-lah hakim di antara hamba-hambaNya di dunia dan akhirat, sedangkan selain diriNya dari para makhluk adalah orang-orang yang terkenal ketentuan hukum atasnya yang tidak memiliki hak sedikitpun.
Sumber: https://tafsirweb.com/1241-surat-ali-imran-ayat-109.html
Tafsir Al-Wajiz
109 Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi Yang berhak melakukan apapun yang Dia kehendaki. Segala seuatu ada pada kekuasaan-Nya dan kepada Allahlah tempat kembali segala urusan. Yang Maha Memberi balasan kebaikan kepada pembuat kebaikan dan Membalas Keburukan kepada pembuat keburukan.
Sumber: https://tafsirweb.com/1241-surat-ali-imran-ayat-109.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 104-109 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat) yang bertugas untuk menjalankan perintah Allah dalam mengajak kepada kebaikan, memerintahkan untuk berbuat kebaikan, dan melarang kemungkaran, (merekalah orang-orang yang beruntung) Adh-Dhahhak berkata: Ini khusus untuk para sahabat dan para ulama’ yang menyampaikan riwayat, yaitu mereka adalah orang yang berjuang dan para ulama’. Maksud dari ayat ini adalah agar ada kelompok dalam umat ini yang bertanggung jawab atas perkara ini. Meskipun itu adalah kewajiban bagi setiap orang di umat ini sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana yang ada dalam hadits shahih Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya.Jika dia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat (105)) Allah سبحانه وتعالى melarang umat ini untuk menjadi seperti umat-umat sebelumnya yang terpecah belah, berselisih, dan meninggalkan untuk memerintahkan kebajikan dan melarang kemungkaran, padahal bukti-bukti yang jelas telah datang kepada mereka. Firman Allah سبحانه وتعالى: (pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram) yaitu pada hari kiamat, ketika wajah ahlus sunnah akan bersinar putih, dan wajah ahli bid’ah dan orang yang melakukan perpecahan.Ibnu Abbas mengatakan itu. (Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?) Hasan Al-Bashri berkata: “Mereka adalah orang-orang munafik.” (Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu) Sifat ini mencakup setiap orang kafir (Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya (107)) yaitu surga, mereka menetap di dalamnya selamanya (mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya (108)) (Surah Al-Kahfi) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu) yaitu ini adalah hujjah-hujjah, dan tanda-tanda Allah yang Kami bacakan kepadamu, wahai Muhammad (dengan benar) yaitu Kami menjelaskan perintah itu di dunia dan akhirat (dan tiadalah Allah berkehendak untuk berbuat zalim kepada seluruh alam) yaitu tidak melakukan kezaliman kepada mereka, sebab itu adalah hukum yang adil yang tidak sewenang-wenang, karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, lagi Maha Mengetahui segala sesuatu, maka Dia tidak memerlukan untuk berbuat zalim kepada siapa pun dari makhlukNya.Itulah sebabnya Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi) yaitu semuanya milikNya, dan hambaNya (dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan) yaitu Dialah yang mengatur urusan dunia dan akhirat, lagi Maha Bijaksana di dunia dan akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/1241-surat-ali-imran-ayat-109.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
109 dari 200 ayat
Juz
Juz 4
Halaman
Halaman 64
Ruku
Ruku 52
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 13 (25/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-402 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3