Per AyatMushaf
لَاَمْلَئَنَّ
sungguh akan Aku penuhi
جَهَنَّمَ
neraka jahannam
مِنْكَ
dari kamu
وَمِمَّنْ
dan dari orang-orang
تَبِعَكَ
mengikuti kamu
مِنْهُمْ
diantara mereka
اَجْمَعِيْنَ
semuanya
﴿٨٥﴾
Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”
4055 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

84-85 Allah berfirman ”kebenaran itu adalah dariKu, Aku tidak berfirman kecuali kebenaran, sungguh Aku akan mengisi jahanam denganmu, dan juga keturunanmu serta orang-orang yang mengikutimu seluruhnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8571-surat-shad-ayat-85.html

Tafsir as-Sa'di

84-85. Allah “berfirman (kepada iblis),” “Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang KUkatakan,” artinya, al-Haq (kebenaran)itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, “sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8571-surat-shad-ayat-85.html

Tafsir Al-Wajiz

85. sungguh Aku akan memenuhi neraka jahannam denganmu hai iblis dan dengan orang-orang yang mengikutimu dari keturunan Adam

Sumber: https://tafsirweb.com/8571-surat-shad-ayat-85.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 71-85 Kisah yang telah disebutkan Allah dalam surah Al-Baqarah, permulaan surah Al-A'raf, surah Al-Hijr, surah Al-Isra’, surah Al-Kahfi dan di sini, yaitu bahwa Allah سبحانه وتعالى sebelum menciptakan nabi Adam, Dia memberitahukan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat dari lumpur hitam yang dibentuk. Dan Allah memerintahkan kepada mereka bahwa ketika nabi Adam telah diciptakan dan disempurnakan bentuknya, maka hendaknya mereka bersujud kepadanya sebagai penghormatan, dan pemuliaan untuknya, dan pelaksanaan perintah Allah سبحانه وتعالى. Semua malaikat mengerjakan hal itu kecuali iblis yang bukan termasuk jenis malaikat, namun dari golongan jin.Kemudian watak dan kejadiannya membuat dirinya sombong, maka dia menolak bersujud kepada nabi Adam dan mendebat Tuhannya tentang hal ini. Iblis menduga bahwa dirinya lebih baik daripada nabi Adam karena dia diciptakan dari api, sedangkan nabi Adam diciptakan dari tanah liat, dan api lebih baik daripada tanah menurut sangkaannya. Dengan demikian, berarti iblis bersikap salah dan menentang perintah Allah سبحانه وتعالى serta ingkar dalam hal itu.Maka Allah سبحانه وتعالى menjauhkan dan mengusirnya dari rahmatNya dan dari hadapanNya, yang Maha Suci, serta menamainya iblis karena dia dijauhkan dari rahmatNya, dan Allah menurunkannya dari langit dalam keadaan tercela dan terhina ke bumi. Maka dia meminta kepada Allah agar diberi masa tangguh sampai hari kebankitan, dan Allah yang Maha Penyantun mengabulkan permintaannya, yang tidak menyegerakan azab terhadap orang yang durhaka kepada­Nya. Setelah iblis merasa aman dari kebinasaan sampai hari kiamat, maka dia berlaku membangkang dan melampaui batas Dan dia berkata (Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya (82) kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka (83)) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku?Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil) (Surah Al-Isra: 62) Mereka adalah orang-orang yang dikecualikan dalam ayat lain, yaitu melalui firmanNya: (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga (65))) (Surah Al-Isra’) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Allah berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahKu) dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan” (84) Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka semua (85)) Demikianlah yang dibaca mayoritas ulama, di antaranya adalah Mujahid, dengan merafa' kata “al-haqqu” yang pertama.Dan Mujahid menafsirkan bahwa makna yang dimaksud adalah,”Akulah Yang Maha Benar dan hanya kebenaran yang Aku firmankan” Dalam riwayat lain darinya, makna yang dimaksud adalah “Kebenaran itu datangnya dariKu dan hanya Aku hanya kebenaran yang Aku firmankan” Ulama lain menashabnya. As-Suddi berkata bahwa ini adalah sumpah yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى. Saya berkata, ayat ini sebagaimana firmanNya: (tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama”) (Surah As-Sajdah: 13) dan (Tuhan berfirman, "Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup” (63)) (Surah Al-Isra’)

Sumber: https://tafsirweb.com/8571-surat-shad-ayat-85.html

Informasi

Surat

ص (Sad)

Sad — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

85 dari 88 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 458

Ruku

Ruku 395

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 92 (183/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4055 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-38