الزمر (Az-Zumar)

Per AyatMushaf
اَفَمَنْ
apakah maka orang
شَرَحَ
melapangkan
اللّٰهُ
Allah
صَدْرَهٗ
dadanya
لِلْاِسْلَامِ
untuk Islam
فَهُوَ
maka dia
عَلٰى
atas
نُوْرٍ
cahaya
مِّنْ
dari
رَّبِّهٖ
Tuhannya
ۗفَوَيْلٌ
maka kecelakaanlah
لِّلْقٰسِيَةِ
bagi yang keras/membatu
قُلُوْبُهُمْ
hati mereka
مِّنْ
dari
ذِكْرِ
mengingat
اللّٰهِ
Allah
ۗ
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
فِيْ
dalam
ضَلٰلٍ
kesesatan
مُّبِيْنٍ
nyata
﴿٢٢﴾
Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
4080 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang yang Allah lapangkan dadanya sehingga dia berbahagia dengan menerima islam tunduk dan beriman kepadaNya, sehingga Dia berjalan dengan ilmu yang jelas dan kehidupannya dan hidayah dari tuhannya, apakah dia sama dengan orang yang tidak seperti itu? tentu tidak sama. Celaka dan binasalah orang yang keras hatinya dan berpaling sehingga tidak mengingat Allah mereka adalah orang-orang yang berjalan di atas kesesatan yang jelas dari kebenaran.

Sumber: https://tafsirweb.com/8684-surat-az-zumar-ayat-22.html

Tafsir as-Sa'di

22. Maksudnya, apakah sama orang yang dilapangkan dadanya oleh Allah untuk menerima agama Islam, sehingga ia menjadi lapang untuk menerima (mempelajari) hukum-hukum Allah dan mengamalkannya dengan lapang dada dan senang hati berdasarkan pengetahuan yang jelas terhadap perintahNya yang dimaksud dari FirmanNya, “Lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya,” dengan orang yang tidak seperti itu; berdasarkan FirmanNya, “Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah,” yaitu hatinya tidak tunduk kepada kitabNya dan tidak pula mengambil pelajaran dari ayat-ayatNya serta tidak tenang dengan mengingatNya, melainkan ia berpaling dari TUhannya, beralih kepada selain Dia, maka bagi mereka azab yang sangat berat dan keburukan yang sangat besar. “Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” Kesesatan apalagi yang lebih besar daripada daripada kesesatan orang yang berpaling dari tuhannya, padahal sesungguhnya kebahagiaan itu hanya terdapat pada menghadap kepadaNya. Hatinya membatu, tidak bisa mengingatNya dan justru dia terfokus kepada segala yang berakibat buruk padanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8684-surat-az-zumar-ayat-22.html

Tafsir Al-Wajiz

22. Apakah kalian tidak bisa membedakan dan melihat, maka Allah jadikan hatinya terbuka menerima Islam, itu adalah dari petunjuk Tuhannya, sebagaimana orang yang keras dan sempit hatinya, maka iman tidak akan masuk dalam dirinya, apakah itu pilihan yang buruk? Yakni tidak sama diantara keduanya.Maka kerusakan dan siksa akan menimpa mereka yang berpaling dari Al-Qur’an, mereka adalah orang-orang yang keras hatinya, ragu-ragu, jauh dari kebenaran. (afaman) adalah istifham inkari bermakna nafi, istifham dalam lafadz tersebut disesuaikan dengan konteks. Ayat setelahnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8684-surat-az-zumar-ayat-22.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 21-22 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa asal air yang ada di dalam tanah itu dari langit, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih) (Surah Al-Furqan: 48) Apabila Dia menturunkan air dari langit, maka air itu tersimpan di dalam bumi, kemudian Allah mengalirkannya ke berbagai bagian bumi sebagaimana yang Dia kehendaki, dan memancarkannya, ada yang kecil dan ada yang besar sesuai yang membutuhkannya.Oleh karena itu Allah berfirman: (lalu diatur-Nya menjadi sumber-sumber air di bumi) Firman Allah سبحانه وتعالى: (kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya) yaitu kemudian Dia menumbuhkan dengan air yang turun dari langit itu dan yang memancar dari sumber air itu tumbuh-tumbuhan yang beragam bentuk, rasa, aroma, dan manfaatnya (kemudian ia menjadi kering) yaitu setelah terlihat segar dan muda, lalu menjadi tua. maka kamu melihat menjadi kuning yang bercampur kering (kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai) yaitu, kembalimenjadi kering dan hancur berguguran (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal) yaitu orang-orang yang mengambil pelajaran bahwa pada mulanya dunia itu seperti itu, awal mulanya hijau segar dan indah, lalu menjadi tua dan cacat.Dahulunya muda, menjadi tua, pikun, dan lemah, dan setelah itu lalu mati. Orang yang berbahagia adalah orang setelah itu mendapat kebaikan. Sering kali Allah سبحانه وتعالى membuat perumpamaan bagi kehidupan dunia ini dengan air yang Dia turunkan dari langit, lalu dengannya Dia menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan buah-buahan, kemudian setelah itu menjadi hancur berguguran.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (45)) (Surah Al-Kahfi) Firman Allah: (Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?) yaitu, apakah sama orang yang ini dengan orang yang hatinya membatu dan jauh dari kebenaran?Sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan apakah orang yang sudah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya?) (Surah Al-An’am: 122) Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya umtuk mengingat Allah) yaitu tidak lunak, tidak khusyu’, tidak sadar dan tidak memahami saat mengingatNya (Mereka itu dalam kesesatan yang nyata)

Sumber: https://tafsirweb.com/8684-surat-az-zumar-ayat-22.html

Informasi

Surat

الزمر (Az-Zumar)

Rombongan — 75 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

22 dari 75 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 461

Ruku

Ruku 398

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 92 (184/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4080 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-39