الزمر (Az-Zumar)

Per AyatMushaf
قُرْاٰنًا
Al Qur'an
عَرَبِيًّا
bahasa Arab
غَيْرَ
tidak/bukan
ذِيْ
mempunyai
عِوَجٍ
kebengkokan
لَّعَلَّهُمْ
agar mereka
يَتَّقُوْنَ
mereka bertakwa
﴿٢٨﴾
(Yaitu) Al-Qur'an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.
4086 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

27-28 Sungguh kami telah membuat segala perumpamaan kepada orang-orang yang menyekutukan Allah itu dari perumpamaan-perumpamaan umat-umat yang telah berlalu untuk mempertakutkan mereka dan memberi peringatan kepada mereka, sehingga mereka menyadari lalu meninggalkan apa yang mereka perbuat, yaitu kekafiran kepada Allah. Dan Kami menjadikan al-quran ini dengan bahasa arab yang lafazhnya jelas dan maknanya mudah, tidak ada kerancuan dan penyimpangan padanya, agar mereka bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8690-surat-az-zumar-ayat-28.html

Tafsir as-Sa'di

28. “Al-Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan,” maksudnya, Kami menjadikan al-Quran berbahasa Arab yang jelas lafazh-lafazhnya dan mudah makna-maknanya, terutama bagi orang-orang Arab; “tidak ada kebengkokan,” maksudnya, tidak ada kekeliruan di dalamnya dan tidak ada pula kekurangannya dari sisi manapun,apakah dari sisi lafazh-lafazhnya maupun dari sisi makna-maknanya.Ini menandakan kesempurnaan kelurusan dan keistiqamahannya, sebagaimana difirmankan oleh Allah, “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,” (Al-Kahfi: 1-2) “Supaya mereka bertakwa” kepada Allah di mana Kami telah memudahkan bagi mereka jalan-jalan menuju takwa yang bersifat ilmiah dan yang praktis melalui al-Quran yang berbahasa Arab lagi yang lurus ini, yang di dalamnya Allah membuat segala macam perumpamaan.

Sumber: https://tafsirweb.com/8690-surat-az-zumar-ayat-28.html

Tafsir Al-Wajiz

28. Yaitu Al-Qur’an yang kami baca dengan fasih, yang konsisten dan tidak ada pertentangan didalamnya, dan tidak pula perbedaan agar mereka para kaum kafir dan ahli maksiat bertaqwa kepada Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/8690-surat-az-zumar-ayat-28.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-31 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur’an ini setiap macam perumpamaan) yaitu Kami menjelaskan bagi manusia di dalamnya melalui beberapa perumpamaan (supaya mereka dapat pelajaran) yaitu karena sesungguhnya perumpamaan itu maknannya lebih dengan pikiran. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri) (Surah Ar-Rum: 28) yaitu yang kalian ketahui dari diri kalian. dan Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu (43)) (Surah Al-'Ankabut) Firman Allah: ((Ialah) Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (padanya)) yaitu Al-Qur'an dengan bahasa Arab yang jelas yang tidak ada kebengkokan, penyimpangan dan kekeliruan di dalamnya; bahkan Al-Qur'an itu jelas, gamblang, dan terbukti.Dan sesungguhnya Allah menjadikan Al-Qur'an demikian, lalu Dia menurunkannya dengan demikian (supaya mereka bertakwa) yaitu, mereka merasa takut dengan peringatan yang ada di dalamnya dan mengamalkan apa yang dijanjikan di dalamnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan) yaitu mereka berselisih tentang budak yang dimiliki dengan bersama di antara mereka (dan seorang budak yang menjadi milik penuh) yaitu secara sehat (dari seorang laki-laki (saja)) yaitu, tidak ada seorangpun yang memilikinya selain pemiliknya (Adakah kedua budak itu sama halnya?) yaitu tidak sama antara budak ini dan itu. Sebagaimana tidak sama antara orang musyrik yang menyembah tuhan-tuhan lain bersama Allah, dan antara seorang mukmin yang ikhlas yang tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya.Maka bagaimana mungkin bisa sama antara yang ini dan yang itu? Mujahid dan lainnya berkata bahwa ayat ini mengandung perumpamaan antara orang musyrik dan orang yang ikhlas. Setelah perumpamaan ini menjadi jelas dan terang, maka Allah berfirman: (Segala puji bagi Allah) yang menegakkan hujjah atas mereka (tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) yaitu oleh karena itu mereka menyekutukan Allah.Firman Allah: (Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula) (30)) Ayat ini merupakan salah satu ayat yang dijadikan dalil Abu Bakar Ash-Shiddiq di saat wafatnya Rasulullah ﷺ, sehingga manusia sadar bahwa beliau benar-benar telah wafat, bersamaan dengan firmanNya: (Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur (144)) (Surah Ali-Imran) Makna ayat ini bahwa kalian akan pindah dari dunia ini itu sudah pasti, lalu kalian akan dikumpulkan di sisi Allah di akhirat, kemudian kalian akan berbantah-bantah tentang apa yang kalian kerjakan di dunia tentang perkara tauhid dan kemusyrikan di hadapan Allah سبحانه وتعالى.Lalu Allah akan memutuskan perkara di antara kalian, dan memenangkan kebenaran, Dia adalah Dzat yang Maha Pemberi Keputusan dan Maha Mengetahui. Kemudian Allah menyelamatkan orang-orang mukmin yang ikhlas dan selalu mengesakan Allah, serta mengazab orang-orang kafir yang ingkar, musyrik, dan mendustakan kebenaran. Kemudian bahwa sekalipun konteks ayat ini tentang orang-orang mukmin dan orang-orang kafir serta perdebatan di antara mereka di akhirat, sesungguhnya makna ayat ini mencakup setiap dua pihak yang bermusuhan di dunia.Maka sesungguhnya permusuhan ini diulangi di negeri akhirat. Diriwayatkan dari Ibnu Az-Zubair berkata, bahwa ketika ayat ini diturunkan: (Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu (31)) Az-Zubair bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah perdebatan itu akan diulangi bagi kita nanti?" Rasulullah ﷺ menjawab,"Ya" Az-Zubair berkata, "Sesungguhnya perkaranya sangatlah keras" Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Kemudian sesungguhnya pada hari kiamat kamu akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu (31)) Ibnu Abbas berkata bahwa orang yang berkata jujur menuntut orang yang berkata dusta, orang yang terzalimi menuntut orang yang berbuat zalim, orang yang mendapat petunjuk menuntut orang yang tersesat, dan orang yang lemah menuntut orang yang kuat. Abu Al-’Aliyah berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى: (Kemudian sesungguhnya pada hari kiamat kamu akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu (31)) Abu Al-Aliyah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah orang yang menghadap kiblat.Ibnu Zaid berkata antara orang Islam dan orang kafir. Telah Kami sebutkan bahwa makna yang benar adalah yang mengandung makna umum, hanya Allah yang lebih Mengetahui

Sumber: https://tafsirweb.com/8690-surat-az-zumar-ayat-28.html

Informasi

Surat

الزمر (Az-Zumar)

Rombongan — 75 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

28 dari 75 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 461

Ruku

Ruku 398

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 92 (184/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4086 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-39