الزمر (Az-Zumar)

Per AyatMushaf
ثُمَّ
kemudian
اِنَّكُمْ
sesungguhnya kalian
يَوْمَ
pada hari
الْقِيٰمَةِ
kiamat
عِنْدَ
disisi/dihadapan
رَبِّكُمْ
Tuhan kalian
تَخْتَصِمُوْنَ
kamu bertengkar
ࣖ
۔
﴿٣١﴾
Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
4089 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

30-31 Sesungguhnya engkau (wahai rasul), akan mati dan mereka juga akan mati. Kemudian kalian semuanya (wahai manusia) akan berselisih di hari kiamat di sisi tuhan kalian, sehingga Allah menetapkan keputusanNya dianatra kalian dengan adil dan obyektif.

Sumber: https://tafsirweb.com/8693-surat-az-zumar-ayat-31.html

Tafsir as-Sa'di

31. “Kemudian sesungguhnya kamu pada Hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Rabbmu” dalam masalah yang kalian perselisihkan, lalu kelak Dia akan memberikan keputusan di antara kalian berdasarkan keputusanNya yang adil dan akan memberikan balasan kepada masing-masing sesuai apa yang dilakukannya. Allah telah menghitung dan memeliharanya, sedangkan kalian melupakannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8693-surat-az-zumar-ayat-31.html

Tafsir Al-Wajiz

31. Kemudian kalian akan berbantah-bantahan atas putusan Allah pada hari kiamat dan bertikai atas apa yang telah terjadi pada kalian sebab kedzaliman, urusan-urusan dunia dan agama, dan Allah menggolongkan kalian semua.

Sumber: https://tafsirweb.com/8693-surat-az-zumar-ayat-31.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-31 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur’an ini setiap macam perumpamaan) yaitu Kami menjelaskan bagi manusia di dalamnya melalui beberapa perumpamaan (supaya mereka dapat pelajaran) yaitu karena sesungguhnya perumpamaan itu maknannya lebih dengan pikiran. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri) (Surah Ar-Rum: 28) yaitu yang kalian ketahui dari diri kalian. dan Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu (43)) (Surah Al-'Ankabut) Firman Allah: ((Ialah) Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (padanya)) yaitu Al-Qur'an dengan bahasa Arab yang jelas yang tidak ada kebengkokan, penyimpangan dan kekeliruan di dalamnya; bahkan Al-Qur'an itu jelas, gamblang, dan terbukti.Dan sesungguhnya Allah menjadikan Al-Qur'an demikian, lalu Dia menurunkannya dengan demikian (supaya mereka bertakwa) yaitu, mereka merasa takut dengan peringatan yang ada di dalamnya dan mengamalkan apa yang dijanjikan di dalamnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan) yaitu mereka berselisih tentang budak yang dimiliki dengan bersama di antara mereka (dan seorang budak yang menjadi milik penuh) yaitu secara sehat (dari seorang laki-laki (saja)) yaitu, tidak ada seorangpun yang memilikinya selain pemiliknya (Adakah kedua budak itu sama halnya?) yaitu tidak sama antara budak ini dan itu. Sebagaimana tidak sama antara orang musyrik yang menyembah tuhan-tuhan lain bersama Allah, dan antara seorang mukmin yang ikhlas yang tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya.Maka bagaimana mungkin bisa sama antara yang ini dan yang itu? Mujahid dan lainnya berkata bahwa ayat ini mengandung perumpamaan antara orang musyrik dan orang yang ikhlas. Setelah perumpamaan ini menjadi jelas dan terang, maka Allah berfirman: (Segala puji bagi Allah) yang menegakkan hujjah atas mereka (tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) yaitu oleh karena itu mereka menyekutukan Allah.Firman Allah: (Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula) (30)) Ayat ini merupakan salah satu ayat yang dijadikan dalil Abu Bakar Ash-Shiddiq di saat wafatnya Rasulullah ﷺ, sehingga manusia sadar bahwa beliau benar-benar telah wafat, bersamaan dengan firmanNya: (Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur (144)) (Surah Ali-Imran) Makna ayat ini bahwa kalian akan pindah dari dunia ini itu sudah pasti, lalu kalian akan dikumpulkan di sisi Allah di akhirat, kemudian kalian akan berbantah-bantah tentang apa yang kalian kerjakan di dunia tentang perkara tauhid dan kemusyrikan di hadapan Allah سبحانه وتعالى.Lalu Allah akan memutuskan perkara di antara kalian, dan memenangkan kebenaran, Dia adalah Dzat yang Maha Pemberi Keputusan dan Maha Mengetahui. Kemudian Allah menyelamatkan orang-orang mukmin yang ikhlas dan selalu mengesakan Allah, serta mengazab orang-orang kafir yang ingkar, musyrik, dan mendustakan kebenaran. Kemudian bahwa sekalipun konteks ayat ini tentang orang-orang mukmin dan orang-orang kafir serta perdebatan di antara mereka di akhirat, sesungguhnya makna ayat ini mencakup setiap dua pihak yang bermusuhan di dunia.Maka sesungguhnya permusuhan ini diulangi di negeri akhirat. Diriwayatkan dari Ibnu Az-Zubair berkata, bahwa ketika ayat ini diturunkan: (Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu (31)) Az-Zubair bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah perdebatan itu akan diulangi bagi kita nanti?" Rasulullah ﷺ menjawab,"Ya" Az-Zubair berkata, "Sesungguhnya perkaranya sangatlah keras" Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Kemudian sesungguhnya pada hari kiamat kamu akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu (31)) Ibnu Abbas berkata bahwa orang yang berkata jujur menuntut orang yang berkata dusta, orang yang terzalimi menuntut orang yang berbuat zalim, orang yang mendapat petunjuk menuntut orang yang tersesat, dan orang yang lemah menuntut orang yang kuat. Abu Al-’Aliyah berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى: (Kemudian sesungguhnya pada hari kiamat kamu akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu (31)) Abu Al-Aliyah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah orang yang menghadap kiblat.Ibnu Zaid berkata antara orang Islam dan orang kafir. Telah Kami sebutkan bahwa makna yang benar adalah yang mengandung makna umum, hanya Allah yang lebih Mengetahui

Sumber: https://tafsirweb.com/8693-surat-az-zumar-ayat-31.html

Informasi

Surat

الزمر (Az-Zumar)

Rombongan — 75 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

31 dari 75 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 461

Ruku

Ruku 398

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 92 (184/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4089 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-39