الزمر (Az-Zumar)
Per AyatMushaf
فَاِذَا
maka apabila
مَسَّ
menimpa
الْاِنْسَانَ
manusia
ضُرٌّ
bahaya
دَعَانَاۖ
dia menyeru Kami
ثُمَّ
kemudian
اِذَا
apabila
خَوَّلْنٰهُ
Kami berikan kepadanya
نِعْمَةً
kenikmatan
مِّنَّاۙ
dari Kami
قَالَ
dia berkata
اِنَّمَآ
sesungguhnya hanyalah
اُوْتِيْتُهٗ
aku diberinya/nikmat
عَلٰى
atas/karena
عِلْمٍ
ilmu
ۗبَلْ
bahkan/sebenarnya
هِيَ
ia/itu
فِتْنَةٌ
fitnah/ujian
وَّلٰكِنَّ
tetapi
اَكْثَرَهُمْ
kebanyakan mereka
لَا
tidak
يَعْلَمُوْنَ
mereka mengetahui
﴿٤٩﴾
Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
4107 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
maka apabila manusia ditimpa kesulitan dan kemudaratan, dia memohon kepada Tuhannya agar mengangkat darinya, namun bila Kami menghilangkannya darinya apa yang telah menimpanya dan menggantinya dengan kenikmatan dari Kami, maka dia kembali kafir kepada Tuhannya dan mengingkari karuniaNya dan dia berkata, “Sesungguhnya apa yang aku dapatkan ini berdasarkan ilmu Allah bahwa aku memang layak dan berhak mendapatkannya.” Tidak demikian, sebaliknya itu adalah ujian dari Allah kepada hamba-hambaNya agar Dia melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kafir dari mereka, sekalipun kebanyakan dari mereka (karena kebodohan dan prasangka buruk mereka) tidak menyadari bahwa hal itu merupakan istidraj (penguluran waktu) dari Allah bagi mereka dan ujian dariNya atas mereka, apakah mereka akan mensyukuri nikmat-nikmatNya atau tidak.
Sumber: https://tafsirweb.com/8711-surat-az-zumar-ayat-49.html
Tafsir as-Sa'di
49. Allah mengabarkan tentang kondisi dan tabiat manusia, yaitu apabila ia ditimpa hal yang membahayakan, seperti penyakit, kesempitan atau kemiskinan dan kesusahan “ia menyeru Kami” dengan merengek-rengek (sangat serius) untuk membebaskan diri dari apa yang menimpanya, “kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami,” Kami mengangkat bahaya yang menimpanya dan Kami hilangkan kesulitannya, maka ia kembali kafir kepada Rabbnya dan mengingkari kebaikanNya dan malah “ia berkata, ‘SEsungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah berdasarkan pengetahuan’.” Maksudnya, pengetahuan Allah bahwasanya aku memang ahlinya dan aku berhak mendapatkannya, sebab aku sangat pemurah dengan harta tersebut; atau karena kepintaranku akan cara-cara memperolehhnya. Allah berfirman, “Sebenarnya itu adalah ujian,” yang dengannya Allah menguji hamba-hambaNya agar Dia melihat siapa yang beresyukur kepadaNya dan siapa pula yang mengingkariNya. “Tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui,” maka dari itu mereka menganggap ujian itu sebagai pemberian kebaikan yang murni, dan tidak jelas bagi mereka antara yang jelas baik dengan apa-apa yang kadang bisa menjadi sebab kebaikan dan bisa menjadi sebab keburukan..
Sumber: https://tafsirweb.com/8711-surat-az-zumar-ayat-49.html
Tafsir Al-Wajiz
49. Ketika manusia tertimpa musibah dan kesulitan, seperti sakit atau kemiskinan dan sebagainya, mereka meminta dan momohon kepada Kami agar menghilangkan musibah mereka. Namun setelah Kami mengabulkan permohonan mereka berupa kenikmatan dan menghilangkan kesulitan mereka, mereka berkata: “Sesungguhnya ini semua hanya karena ketangkasan, pengetahuan, dan kecerdasan kami untuk memperolehnya.” Bal berfungsi untuk menekankan kalimat akhir dari pada kalimat awal.Itu semua adalah ujian bagi mereka, apakah mereka bersyukur atau mengingkarinya? Namun kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa nikmat-nikmat yang tetap diberikan namun mereka bermaksiat adalah suatu istidraj dan ujian bagi mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/8711-surat-az-zumar-ayat-49.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 49-52 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang manusia, bahwa dalam keadaan susah manusia itu merendahkan diri, kembali dan memohon kepada Allah. Tetapi apabila dia mendapat nikmat dariNya, maka dia lupa kepada Allah, melampaui batas, lalu dia berkata: (Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku) yaitu karena Allah mengetahui bahwa diriku layak untuk menerimanya, seandainya aku tidak mempunyai kedudukan di sisi Allah, maka Dia tidak akan memberiku nikmat ini. Qatadah berkata bahwa makna ayat adalah,”Sesungguhnya aku diberi ini hanya karena kebaikan yang ada padaku” Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sebenarnya itu adalah ujian) yaitu keadaannya tidaklah seperti yang diduga, bahkan nikmat yang Kami berikan kepadanya hanya agar Kami mengujinya dalam nikmat yang Kami berikan itu, apakah dia menjadi orang yang taat atau menjadi durhaka, walaupun akibatnya sudah Kami ketahui, yaitu merupakan cobaan (tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui) Oleh karena itu mereka mengatakan apa yang mereka katakan dan mengakui apa yang mereka akui itu (Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula) yaitu ucapan dan pengakuan itu telah dikatakan juga oleh kebanyakan orang dari kalangan umat-umat terdahulu (maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan) yaitu perkataan mereka itu tidak benar, dan tidak dapat melindungi kesatuan mereka dan apa yang telah mereka usahakan (Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka) yaitu dari kalangan orang-orang yang diajak bicara (akan ditimpa akibat buruk dari usahanya) Sebagaimana yang telah menimpa mereka itu (dan mereka tidak dapat melepaskan diri) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang Qarun saat kaumnya berkata kepadanya: ("Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (77) Qarun berkata, "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwa Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka (78)) (Surah Al-Qashash) dan firmanNya: (Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakinya?) yaitu meluaskan rezeki suatu kaum dan menyempitkan rezeki kaum lain (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman) yaitu benar-benar terdapat pelajaran dan hujjah-hujjah
Sumber: https://tafsirweb.com/8711-surat-az-zumar-ayat-49.html
Informasi
Surat
الزمر (Az-Zumar)
Rombongan — 75 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
49 dari 75 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 464
Ruku
Ruku 400
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 93 (185/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4107 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-39