الزمر (Az-Zumar)
Per AyatMushaf
اَوَلَمْ
ataukah tidak
يَعْلَمُوْٓا
mereka mengetahui
اَنَّ
bahwa
اللّٰهَ
Allah
يَبْسُطُ
Dia melapangkan
الرِّزْقَ
rizki
لِمَنْ
bagi siapa
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
وَيَقْدِرُ
dan Dia menentukan/menyempitkan
ۗاِنَّ
sesungguhnya
فِيْ
pada
ذٰلِكَ
demikian itu
لَاٰيٰتٍ
benar-benar tanda-tanda
لِّقَوْمٍ
bagi kaum
يُّؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
ࣖ
﴿٥٢﴾
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
4110 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang-orang itu tidak mengetahui bahwa rizki Allah kepada manusia bukan merupakan bukti kebaikan hidup pemiliknya, karena sesungguhnya Allah, berdasarkan hikmahNya yang mendalam, melapangkan rizkiNya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya, baik dia shalih ataupun durjana, dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki dari mereka? Sesungguhnya dilapangkan dan disempitkannya rizki tersebut benar-benar mengandung petunjuk yang jelas bagi kaum yang membenarkan perintah Allah dan melaksanakannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/8714-surat-az-zumar-ayat-52.html
Tafsir as-Sa'di
52. Setelah Allah menjelaskan bahwasanya mereka terpedaya dengan harta benda dan mereka mengklaim berdasarkan kebodohannya bahwasanya (nikmat yang diberikan kepada mereka itu) membuktikan baiknya kondisi pemiliknya, maka Allah mengabarkan kepada mereka bahwa rizkiNya tidak menunjukkan kepada yang demikian, dan sesungguhnya Allah, “melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki” di antara hamba-hambaNya, yang shalih ataupun yang durhaka, “dan menyempitkan” rizki, artinya, menyempitkan rizki bagi siapa saja di antara HambaNya yang shalih ataupun yang durhaka. Jadi rizki Allah itu diberikan sama kepada semua manusia, sedangkan iman dan amal shalih diistimewakan hanya kepada manusia-manusia terbaik. “Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman.” Maksudnya, Allah melapangkan rizki dan menahannya; karena mereka mengetahui bahwa semua itu kembali kepada hikmah (kebijaksanaan) dan rahmat (Nya); dan mengetahui bahwa Dia lebih mengetahui tentang kondisi hamba-hambaNya.Kadang-kadang DIa menyempitkan rizkiNya terhadap mereka karena sifat lembutNya kepada mereka, sebab kalau seandainya Dia melapangkannya, niscaya mereka akan berbuat congkak di muka bumi ini. Jika demikian, maka itu berarti Allah dalam memberikan rizki tersebut selalu memperhatikan kebaikan agama mereka yang merupakan materi dasar kebahagiaan dan keberuntungan mereka. Wallahu a’lam.
Sumber: https://tafsirweb.com/8714-surat-az-zumar-ayat-52.html
Tafsir Al-Wajiz
52. Apakah orang musyrik itu tidak tahu bahwa Allah itu Maha Luas dalam menganugerahkan rizki bagi siapa pun yang Dia kehendaki. Allah juga Maha Kuasa untuk menyempitkan rizki siapapun yang Allah kehendaki.Sesungguhnya keluasan dan kesempitan rizki itu merupakan bukti bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Juga sebagai bukti bahwa rizki ada pada kekuasaan Allah, tidak ada yang bisa terjadi kecuali atas izin Allah
Sumber: https://tafsirweb.com/8714-surat-az-zumar-ayat-52.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 49-52 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang manusia, bahwa dalam keadaan susah manusia itu merendahkan diri, kembali dan memohon kepada Allah. Tetapi apabila dia mendapat nikmat dariNya, maka dia lupa kepada Allah, melampaui batas, lalu dia berkata: (Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku) yaitu karena Allah mengetahui bahwa diriku layak untuk menerimanya, seandainya aku tidak mempunyai kedudukan di sisi Allah, maka Dia tidak akan memberiku nikmat ini. Qatadah berkata bahwa makna ayat adalah,”Sesungguhnya aku diberi ini hanya karena kebaikan yang ada padaku” Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sebenarnya itu adalah ujian) yaitu keadaannya tidaklah seperti yang diduga, bahkan nikmat yang Kami berikan kepadanya hanya agar Kami mengujinya dalam nikmat yang Kami berikan itu, apakah dia menjadi orang yang taat atau menjadi durhaka, walaupun akibatnya sudah Kami ketahui, yaitu merupakan cobaan (tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui) Oleh karena itu mereka mengatakan apa yang mereka katakan dan mengakui apa yang mereka akui itu (Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula) yaitu ucapan dan pengakuan itu telah dikatakan juga oleh kebanyakan orang dari kalangan umat-umat terdahulu (maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan) yaitu perkataan mereka itu tidak benar, dan tidak dapat melindungi kesatuan mereka dan apa yang telah mereka usahakan (Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka) yaitu dari kalangan orang-orang yang diajak bicara (akan ditimpa akibat buruk dari usahanya) Sebagaimana yang telah menimpa mereka itu (dan mereka tidak dapat melepaskan diri) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang Qarun saat kaumnya berkata kepadanya: ("Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (77) Qarun berkata, "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwa Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka (78)) (Surah Al-Qashash) dan firmanNya: (Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakinya?) yaitu meluaskan rezeki suatu kaum dan menyempitkan rezeki kaum lain (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman) yaitu benar-benar terdapat pelajaran dan hujjah-hujjah
Sumber: https://tafsirweb.com/8714-surat-az-zumar-ayat-52.html
Informasi
Surat
الزمر (Az-Zumar)
Rombongan — 75 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
52 dari 75 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 464
Ruku
Ruku 400
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 93 (185/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4110 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-39