اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
هٰٓاَنْتُمْ
kamu ini
اُولَاۤءِ
beginilah
تُحِبُّوْنَهُمْ
kamu menyukai mereka
وَلَا
dan tidak
يُحِبُّوْنَكُمْ
mereka menyukai kamu
وَتُؤْمِنُوْنَ
dan kamu beriman
بِالْكِتٰبِ
dengan/kepada Kitab
كُلِّهٖۚ
semuanya
وَاِذَا
dan apabila
لَقُوْكُمْ
mereka menjumpai kamu
قَالُوْٓا
mereka berkata
اٰمَنَّاۖ
dari
وَاِذَا
dan apabila
خَلَوْا
mereka menyendiri
عَضُّوْا
mereka menggigit
عَلَيْكُمُ
atas kalian
الْاَنَامِلَ
jari-jari
مِنَ
sesungguhnya
الْغَيْظِ
kemarahan/kebencian
ۗ
قُلْ
katakanlah
مُوْتُوْا
matilah kamu
بِغَيْظِكُمْ
dengan kemarahanmu
ۗ
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
ۢبِذَاتِ
dengan yang ada di dalam
الصُّدُوْرِ
dada/hati
﴿١١٩﴾
Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, “Kami beriman,” dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, “Matilah kamu karena kemarahanmu itu!” Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
412 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Itulah bukti nyata yang menunjukan kesalahan kalian dalam mencintai mereka. Kalian mencintai dan berbuat baik pada mereka, sedangkan mereka itu tidak mencintai kalian dan justru membawa rasa permusuhan dan kebencian terhadap kalian; kalian mengimani semua kitab suci yang diturunkan, termasuk kitab suci mereka; sedangkan mereka tidak mengimani kitab suci kalian, maka bagaimana mungkin kalian menyukai mereka?! Apabila berjumpa dengan kalian mereka berkata dengan segala kemunafikan mereka, “Kami beriman dan membenarkan.” Apabaila mereka saling menyendiri dengan sebagian yang lain, maka tampak dari mereka kegelisahan dan kesedihan, lalu mereka pun menggigit ujung-ujung jari mereka karena kebencian, disebabkan mereka melihat keakraban kaum muslimin dan kepaduan persatuan mereka, kekokohan islam dan kehinaan mereka dengan islam.Katakanlah oleh mu (wahai Rasul) kepada mereka, “Matilah kalian dengan kegelisahan dan kesedihan kalian.” Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang disembunyikan oleh hati sanubari (kalian), dan akan memberikan balasan kepada masing-masing orang terhadap apa yang mereka usahakan, yang baik ataupun yang buruk.

Sumber: https://tafsirweb.com/1251-surat-ali-imran-ayat-119.html

Tafsir as-Sa'di

118-119. Ini adalah peringatan Allah untuk hamba-hambaNya dari tindakan mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka, menjadikan mereka sahabat-sahabat terpercaya, dan teman-teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Lalu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka berlepas diri dari tindakan menjadikan orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, karena mereka “tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu.” Mereka berusaha tanpa pernah lelah, dalam mengakibatkan kebencian dari perkataan dan ketergelinciran lisan mereka.Kebencian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka “adalah lebih besar lagi” daripada sesuatu yang dinampakkan oleh mereka berupa perkataan maupun perbuatan mereka. Bila kalian mempunyai pemahaman dan akal pikiran, maka sungguh Allah telah menjelaskan bagi kalian perkara mereka. Lalu apa faktor yang mengharuskan untuk mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman terpercaya, padahal kalian mengetahui adanya penyimpangan agama yang besar pada mereka dan juga pada balasan kebaikan kalian terhadap mereka?Kalian itu adalah orang-orang yang istiqamah berpegang teguh pada agama-agama para rasul. Kalian beriman kepada semua rasul yang diutus oleh Allah dan kepada setiap kitab yang diturunkan olehNya, sedang mereka mengingkari kitab yang diturunkan olehNYa, sedang mereka mengingkari kitab yang paling utama dan Rasul yang paling mulia. Kalian memberikan mereka (semua) cinta dan kasih sayang yang sama sekali mereka tidak memberikan imbalan minimal yang setimpal untuk kalian.Lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka sedang mereka tidak mencintai kalian? Dan bila mereka menjumpai kalian, “mereka berkata, ‘Kami beriman,’ dan apabila mereka menyendiri” bersama fdengan kelompok mereka sendiri, “mereka mengigit ujung jari” disebabkan karena kemarahan yang besar dan kebencian mereka terhadap kalian dan agama kalian. Allah berfirman, “katakanlah (kepada mereka), ‘Matilah kamu karena kemarahan itu’.” Maksudnya, kalian akan menyaksikan kemuliaan Islam dan kehinaan kufur yang akan membuat kalian mendapatkan keburukan, dan kalian meninggal disebabkan amarah kalian sehingga kalian tidak mendapatkan penawar untuknya seperti yang kalian inginkan. “sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” Karena itu allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang Mukmin apa yang dikandung oleh hati musuh-musuh agama dari orang-orang kafir dan munafik.

Sumber: https://tafsirweb.com/1251-surat-ali-imran-ayat-119.html

Tafsir Al-Wajiz

119 Wahai orang-orang beriman yang menjadikan orang di luar kalian sebagai teman kepercayaan. Kalian sungguh menyukai dan mencintai mereka, padahal mereka tidak menyukai dan juga tidak mencintai kalian. Bahkan mereka memendam permusuhan kepada kalian.Padahal kamu beriman kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi-Nya. Di antara kitab-kitab itu adalah kitab yang diturunkan kepada mereka, namun mereka kafir kepada kitab yang diturunkan kepada kalian. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata kepada kalian dengan penuh kemunafikan “Kami beriman kepada risalah nabi kalian” , dan apabila mereka bersama golongan mereka menggigit semua jari mereka, yaitu sebagai ungkapan kinayah atas besarnya raasa benci mereka terhadap kekuatan dan persatuan orang mukmin.Juga rasa saling mengerti dan maaf antara orang mukmin, sehingga sulit sekali untuk menikam kalian. Katakanlah kepada mereka mereka wahai Nabi: “Matilah kamu karena kemarahanmu itu, atau begitulah sampai kalian mati”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati yang penuh dengan keburukan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1251-surat-ali-imran-ayat-119.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 118-120 Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari melarang hamba-hambaNya yang mukmin untuk menjadikan orang-orang munafik sebagai teman akrab, yaitu membiarkan mereka mengetahui rahasia-rahasia orang mukmin yang bisa digunakan oleh musuh-musuh mereka. Orang-orang munafik dengan segala usaha dan upaya tidak akan henti-hentinya untuk merugikan orang-orang beriman, yaitu mereka akan berusaha bertentangan dan berusaha membahayakan mereka dengan segala kemungkinan, dan melakukan tipu daya untuk mencelakakan mereka. Mereka menginginkan sesuatu yang membuat orang-orang mukmin merasa tertekan dan terganggu.Firman Allah سبحانه وتعالى, (janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu) yaitu golongan lain dari golongan agama lain, dan teman kepercayaan seseorang terhadap oerang lain seperti keluarganya yang mengetahui rahasia-rahasia perkaranya. Imam Bukhari meriwayatkan hal ini. Diriwayatkan dari Abu Sa'id bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi dan mengangkat seorang khalifah melainkan dia mempunyai dua orang kepercayaan: satu orang kepercayaan yang menyuruh dan mendorongnya kepada yang makruf, dan satu orang kepercayaan yang menyuruh dan mendorongnya kepada kejahatan.Orang yang terjaga adalah orang yang dijaga oleh Allah " Diriwayatkan dari Abu Dahqanah, dia berkata, "Dikatakan kepada Umar bin Khattab, “Sesungguhnya disini ada anak dari golongan Nasrani yang hafal kitab, maka mungkin kamu bisa menjadikannya penulis” Umar berkata, “Sungguh jika aku mengambilnya, maka aku menjadikan orang kepercayaan selain orang-orang beriman." Dalam riwayat dan ayat ini terdapat dalil bahwa orang-orang yang ditegur maka tidak boleh dimintai pertolongan untuk menulis yang di dalamnya terdapat rahasia-rahasia orang muslim dan dalam urusannya yang bisa membahayakan mereka jika terungkap kepada musuh-musuh Islam dalam peperangan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi) sungguh telah terlihat di banyak wajah mereka, jadi ujaran kebencian keluar dari lisan-lisan tidak berguna mereka, dengan yang ada dalam hati mereka berupa kebencian terhadap Islam dan orangpara pemeluknya. Hal yang semacam itu tidak dapat disembunyikan bagi orang yang bijaksana dan berakal.Oleh karena itu Allah berfirman, (Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya) Firman Allah سبحانه وتعالى, (Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu) yaitu hai orang-orang yang beriman, kalian mencintai orang-orang munafik karena apa yang mereka tunjukkan kepada kalian berupa keimanan, sehingga kalian mencintai mereka karena itu.Adapun mereka tidak mencintai kalian baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. (dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya) yaitu kalian tidak ragu-ragu dalam mengimani kepada kitab-kitab tersebut, sedangkan mereka memiliki keraguan, kebimbangan, dan ketidakpastian. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas mengatakan, (dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya) yaitu terhadap kitab kalian, kitab mereka, dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Adapun mereka ingkar terhadap kitab kalian sehingga kalian lebih berhak membenci mereka daripada mereka membenci kalian.Ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, (Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu) “Al-Anamil" adalah ujung-ujung jari. Ini adalah yang dikatakan Qatadah. Seorang penyair berkata: Aku ingin dari kalian berdua, yaitu sesuatu yang mencapai tenggorokanku, dan apa yang dipegang oleh sepuluh jari tanganku.Ibnu Mas'ud, As-Suddi, dan Ar-Rabi' bin Anas berkata, “Al-Anamil” adalah jari-jari tangan. Ini adalah perkara orang-orang munafik. Mereka menampakkan iman dan kasih sayang kepada orang-orang mukmin, tetapi di dalam hati mereka sesuatu yang bertentangan.Seperti Allah سبحانه وتعالى berfirman: (mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu” Ini adalah kemarahan dan kebencian yang paling mendalam. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati) yaitu bagaimana kalian dengki terhadap orang-orang mukmin dan marah karena hal itu. Maka ketahuilah sesungguhnya Allah telah menyempurnakan nikmatNya kepada hamba-hambaNya yang beriman, memantapkan agamaNya, meninggikan kalimat-kalimatNya, dan menampakkan agamaNya.Maka matilah kalian dalam kemarahan kalian (Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati) yaitu Dia Maha Mengetahui apa yang terkandung dalam hati kalian, dan yang tersembunyi berupa rahasia-rahasia kalian berupa kemarahan, kedengkian, dan dendam terhadap orang-orang mukmin. Itu adalah kiasan bagi kalian di dunia, dimana kalian menampakkan sesuatu yang kalian harapkan. Di akhirat, kalian diberi azab yang dahsyat di neraka dan kalian kekal di dalamnya, sehingga tidak ada jalan keluar bagi kalian dari sana.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berkata, (Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya) Ini adalah bukti yang menunjukkan atas dahsyatnya permusuhan mereka terhadap orang-orang mukmin. Ketika orang mukmin meraih kemenangan, pertolongan, dan dukungan, serta mendapatkan banyak bantuan, hal itu menyakiti orang munafik. Ketika orang-orang mukmin mengalami kesulitan, atau kekalahan dari musuh mereka, dimana dalam hal tersebut terdapat hikmah Allah سبحانه وتعالى (sebagaimana yang terjadi pada perang Uhud) orang-orang munafik merasa gembira.Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahu kepada hamba-hambaNya (Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan) Allah سبحانه وتعالى membimbing mereka agar selamat dari kejahatan orang-orang yang berbuat jahat dan usaha orang yang berbuat dosa dengan sabar, takwa, dan tawakal kepada Allah, Dzat yang meliputi muruh-musuh mereka. Maka, tidak ada daya dan upaya bagi mereka kecuali dengan izinNya. Dialah Dzat yang membuat sesuatu ada jika Dia berkehendak, dan tidak ada jika Dia tidak berkehendak, serta sesuatu tidak aakn terjadi kecuali dengan kausa dan kehendakNya.Cukuplah berserah diri kepadaNya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menentukan syariat dalam mengisahkan perang Uhud dan apa yang terjadi di dalamnya, berupa ujian bagi hamba-hambaNya yang beriman, dan memisahkan antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik serta menjelaskan kesabaran orang-orang yang bersabar. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman

Sumber: https://tafsirweb.com/1251-surat-ali-imran-ayat-119.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

119 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 65

Ruku

Ruku 53

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 13 (26/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-412 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3