غافر (Gafir)
Per AyatMushaf
اِلٰى
kepada
فِرْعَوْنَ
Fir'aun
وَهَامٰنَ
dan Haman
وَقَارُوْنَ
dan Karun
فَقَالُوْا
maka mereka berkata
سٰحِرٌ
seorang ahli sihir
كَذَّابٌ
pendusta
﴿٢٤﴾
kepada Fir‘aun, Haman dan Karun; lalu mereka berkata, “(Musa) itu seorang pesihir dan pendusta.”
4157 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
kepada Fir’aun, Raja Mesir, Haman, menterinya; dan Qarun, hartawan pemilik kekayaan melimpah-ruah, lalu mereka mengingkari risalahnya dan menyombongkan diri. Mereka berkata tentangnya, “sesungguhnya dia adalah tukang sihir pembohong, bagaimana dia mengaku bahwa dirinya diutus kepada manusia sebagai Rasul?”
Sumber: https://tafsirweb.com/8836-surat-al-mumin-ayat-24.html
Tafsir as-Sa'di
24. “yang menjadi sasaran adalah, “fir’aun dan haman,” yang merupakan menterinya, ”dan qarun,” yang termasuk kaum nabi Musa yang membangkang terhadapnya karena harta kekayaannya. Semuanya menolak nabi Musa dengan penolakan yang sengit terhadap (seruan) nabi musa bahkan mereka mengatakan, “ia adalah seorang ahli sihir yang pendusta.”
Sumber: https://tafsirweb.com/8836-surat-al-mumin-ayat-24.html
Tafsir Al-Wajiz
24. Kami mengutusnya kepada Fir’aun, penguasa Mesir juga kepada Haman pembesar para menteri Fir’aun. Juga kepada Qarun, orang kaya dari kaum Nabi Musa.Mereka semua berkata tentang Musa : “Sesungguhnya Musa hanyalah penyihir dan pendusta atas risalahnya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/8836-surat-al-mumin-ayat-24.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 23-27 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghibur hati NabiNya, Muhammad ﷺ dalam menghadapi pendustaan dari kaum beliau, seraya memberitahukan tentang berita gembira kepada beliau bahwa akibat yang baik dan kemenangan bagi beliau di dunia dan akhirat, sebagaimana yang terjadi kepada nabi Musa. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengutusnya dengan membawa ayat-ayat yang terang dan dalil-dalil yang jelas. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata) kata “as-sulthan” adalah hujjah dan bukti (kepada Fir’aun) yaitu raja suku Qibti di negeri Mesir (Haman) yaitu menteri dalam kerajaannya (dan Qarun) orang paling kaya di zamannya dalam harta dan perdagangannya (maka mereka berkata, "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta”) yaitu mereka mendustakan dan menuduhnya sebagai seorang penyihir, gila, kesurupan, dan pendusta dalam pengakuannya Allah mengutusnya.Ini sebagaimana firmanNya: (Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila” (52) Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas (53)) (Surah Adz-Dzariyat) (Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami) yaitu dengan membawa bukti yang pasti yang menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى mengutusnya kepada mereka (mereka berkata, "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka”) Ini merupakan perintah yang kedua dari Fir'aun untuk membunuh anak-anak laki-laki dari kaum Bani Israil.Adapun perintah pertama adalah untuk mencegah agar nabi Musa tidak dilahirkan, atau untuk menghina kaum ini dan memperkecil jumlah mereka, atau karena kedua perkara itu. Adapun perintah yang kedua karena alasan yang lain, juga untuk menghinakan bangsa ini agar mereka merasa sial dengan adanya nabi Musa. oleh karena itu mereka berkata: (Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab, Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu”) (Surah Al-A'raf: 129) Qatadah berkata bahwa ini merupakan perintah sesudah perintah.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tipu daya orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah sia-sia (belaka)) yaitu tidak ada lain tipu daya dan tujuan mereka untuk mengurangi jumlah kaum Bani Israil agar mereka tidak mempunyai kekuatan melawan mereka, melainkan sia-sia dan kehancuran (Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya), "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya") Ini merupakan tekad Fir'aun (semoga laknat Allah bagi mereka) untuk membunuh nabi Musa, yaitu untuk membunuh nabi Musa demi kalian" (dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya) yaitu aku tidak peduli denganNya. Ini merupakan untuk menunjukkan keingkaran, kekerasan, dan kekeras kepalaan. Perkataan Fir'aun (semoga laknat Allah baginya): (karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi) yaitu nabi Musa, Fir'aun merasa khawatir jika nabi Musa menyesatkan manusia dan mengganti tradisi dan kebiasaan mereka.Ini sebagaimana yang dikatakan dalam suatu ungkapan,”Fir'aun berpura-pura sebagai seorang yang mengharapkan kebaikan bagi manusia, yaitu dia memperingatkan manusia dari nabi Musa. Kebanyakan dari mereka membaca (An yubaddila diinakum wa an yuzhira fil ardhil fasaada) dan ulama lainnya membacanya (aw yuzhira fil ardhil fasaada) dan sebagian ulama membacanya (yazhara fil ardhil fasaadu) dengan didhammah. Nabi Musa berkata: (Dan Musa berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”) yaitu setelah perkataan Fir'aun itu sampai kepadanya: (Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya) Maka nabi Musa berkata,”Aku memohon perlindungan dan meminta pertolongan kepada Allah dari kejahatan Fir'aun dan orang-orang yang serupa dengannya" Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu) wahai orang-orang yang diajak bicara (dari setiap orang yang menyombongkan diri) yaitu dari kebenaran dan jahat (yang tidak beriman kepada hari penghisaban)
Sumber: https://tafsirweb.com/8836-surat-al-mumin-ayat-24.html
Informasi
Surat
غافر (Gafir)
Maha Pengampun — 85 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
24 dari 85 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 469
Ruku
Ruku 406
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 94 (188/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4157 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-40