غافر (Gafir)

Per AyatMushaf
وَقَالَ
dan berkata
فِرْعَوْنُ
Fir'aun
ذَرُوْنِيْٓ
biarkan aku
اَقْتُلْ
aku membunuh
مُوْسٰى
Musa
وَلْيَدْعُ
dan hendaklah dia berdo'a
رَبَّهٗ
Tuhannya
ۚاِنِّيْٓ
sesungguhnya aku
اَخَافُ
aku takut
اَنْ
bahwa
يُّبَدِّلَ
dia akan menukar
دِيْنَكُمْ
agamamu
اَوْ
atau
اَنْ
bahwa
يُّظْهِرَ
dia akan menimbulkan
فِى
di muka
الْاَرْضِ
bumi
الْفَسَادَ
kerusakan
﴿٢٦﴾
Dan Fir‘aun berkata (kepada pembesar-pembesarnya), “Biar aku yang membunuh Musa dan suruh dia memohon kepada Tuhannya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di bumi.”
4159 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Fir’aun berkata kepada para pembesar kaumnya, “Biarkan aku membunuh Musa dan biarkan dia memanggil Tuhannya yang dia anggap Dia mengutusnya kepada kita agar Dia bisa melindunginya dari apa yang hendak dia lakukan terhadapnya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan mengganti agama yang telah kalian pegang atau akan menghadirkan kerusakan di bumi Mesir ini.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8838-surat-al-mumin-ayat-26.html

Tafsir as-Sa'di

26. ”Dan fir’aun berkata” dengan rasa sombong, congkak dan memperdaya kaumnya yang dungu “biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Rabbnya.” Yakni ia menyangja -semoga Allah menghinakannya- bahwa kalau saja tidak karena menjaga perasaan kaumnya tentu ia telah membunuhnya; dan mengklaim bahwa doa Nabi Musa kepada Tuhannya tidak akan bisa menghalanginya. Kemudian fir’aun menjelaskan hal yang menyeretnya untuk membunuh nabi Musa, yaitu sebagai kesetiaannya kepada kaum (rakyat)nya dan keinginan memberantas kejahatan di muka bumi ini, seraya berkata, ”karena sesungguhnya aku khawatir ia akan menukar agama kalian,” yang kalian anut ini, “atau menimbulkan kerusakan di muka bumi,” sungguh sangat mengherankan! Bagaimana manusia yang paling jahat menasihati masyarakat untuk tidak mengikuti manusia pilihan!Itu semua tindakan pengelabuan dan propaganda yang tidak akan ada yang mengikutinya kecuali akal orang yang disebutkan oleh Allah,” maka fir’aun membodoh-bodohi kaumnya( dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguyhnya mereka adalah kaum yang fasik,” (az-zukhruf:54)

Sumber: https://tafsirweb.com/8838-surat-al-mumin-ayat-26.html

Tafsir Al-Wajiz

26. Fir’aun berkata: “Biarkan aku yang akan membunuh Musa dengan tanganku sendiri. Suruh dia berdoa kepada Tuhannya agar selamat dariku” Ucapan Fir’aun itu mengandung tipu daya, kedengkian dan kesombongan. “Jika aku tidak membunuhnya, aku khawatir kalian akan berubah halauan dalam beribadah.Yaitu dalam menyembahku dan menyembah para berhala. Atau juga merusak tanah Mesir ini dengan warisan fitnah dan pertentangan.

Sumber: https://tafsirweb.com/8838-surat-al-mumin-ayat-26.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 23-27 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghibur hati NabiNya, Muhammad ﷺ dalam menghadapi pendustaan dari kaum beliau, seraya memberitahukan tentang berita gembira kepada beliau bahwa akibat yang baik dan kemenangan bagi beliau di dunia dan akhirat, sebagaimana yang terjadi kepada nabi Musa. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengutusnya dengan membawa ayat-ayat yang terang dan dalil-dalil yang jelas. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata) kata “as-sulthan” adalah hujjah dan bukti (kepada Fir’aun) yaitu raja suku Qibti di negeri Mesir (Haman) yaitu menteri dalam kerajaannya (dan Qarun) orang paling kaya di zamannya dalam harta dan perdagangannya (maka mereka berkata, "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta”) yaitu mereka mendustakan dan menuduhnya sebagai seorang penyihir, gila, kesurupan, dan pendusta dalam pengakuannya Allah mengutusnya.Ini sebagaimana firmanNya: (Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila” (52) Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas (53)) (Surah Adz-Dzariyat) (Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami) yaitu dengan membawa bukti yang pasti yang menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى mengutusnya kepada mereka (mereka berkata, "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka”) Ini merupakan perintah yang kedua dari Fir'aun untuk membunuh anak-anak laki-laki dari kaum Bani Israil.Adapun perintah pertama adalah untuk mencegah agar nabi Musa tidak dilahirkan, atau untuk menghina kaum ini dan memperkecil jumlah mereka, atau karena kedua perkara itu. Adapun perintah yang kedua karena alasan yang lain, juga untuk menghinakan bangsa ini agar mereka merasa sial dengan adanya nabi Musa. oleh karena itu mereka berkata: (Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab, Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu”) (Surah Al-A'raf: 129) Qatadah berkata bahwa ini merupakan perintah sesudah perintah.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tipu daya orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah sia-sia (belaka)) yaitu tidak ada lain tipu daya dan tujuan mereka untuk mengurangi jumlah kaum Bani Israil agar mereka tidak mempunyai kekuatan melawan mereka, melainkan sia-sia dan kehancuran (Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya), "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya") Ini merupakan tekad Fir'aun (semoga laknat Allah bagi mereka) untuk membunuh nabi Musa, yaitu untuk membunuh nabi Musa demi kalian" (dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya) yaitu aku tidak peduli denganNya. Ini merupakan untuk menunjukkan keingkaran, kekerasan, dan kekeras kepalaan. Perkataan Fir'aun (semoga laknat Allah baginya): (karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi) yaitu nabi Musa, Fir'aun merasa khawatir jika nabi Musa menyesatkan manusia dan mengganti tradisi dan kebiasaan mereka.Ini sebagaimana yang dikatakan dalam suatu ungkapan,”Fir'aun berpura-pura sebagai seorang yang mengharapkan kebaikan bagi manusia, yaitu dia memperingatkan manusia dari nabi Musa. Kebanyakan dari mereka membaca (An yubaddila diinakum wa an yuzhira fil ardhil fasaada) dan ulama lainnya membacanya (aw yuzhira fil ardhil fasaada) dan sebagian ulama membacanya (yazhara fil ardhil fasaadu) dengan didhammah. Nabi Musa berkata: (Dan Musa berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”) yaitu setelah perkataan Fir'aun itu sampai kepadanya: (Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya) Maka nabi Musa berkata,”Aku memohon perlindungan dan meminta pertolongan kepada Allah dari kejahatan Fir'aun dan orang-orang yang serupa dengannya" Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu) wahai orang-orang yang diajak bicara (dari setiap orang yang menyombongkan diri) yaitu dari kebenaran dan jahat (yang tidak beriman kepada hari penghisaban)

Sumber: https://tafsirweb.com/8838-surat-al-mumin-ayat-26.html

Informasi

Surat

غافر (Gafir)

Maha Pengampun — 85 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

26 dari 85 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 470

Ruku

Ruku 406

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 94 (188/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4159 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-40