غافر (Gafir)
Per AyatMushaf
وَيٰقَوْمِ
hai kaumku
اِنِّيْٓ
sesungguhnya aku
اَخَافُ
aku takut/khawatir
عَلَيْكُمْ
atas kalian
يَوْمَ
hari
التَّنَادِۙ
panggil-memanggil
﴿٣٢﴾
Dan wahai kaumku! Sesungguhnya aku benar-benar khawatir terhadapmu akan (siksaan) hari saling memanggil,
4165 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai kaumku, sesungguhnya aku takut hukuman di Hari Kiamat akan menimpa kalian, di hari itu sebagian manusia berseru memanggil sebagian yang lain karena beratnya kengerian di hari itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/8844-surat-al-mumin-ayat-32.html
Tafsir as-Sa'di
32. setelah ia mempertakuti mereka dengan azab-azab duniawi, maka ia pertakuti mereka dengan azab-azab duniawi, maka ia pertakuti pula dengan azab-azab akhirat seraya berakata, “hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil,” maksudnya, hari kiamat saat penghuni surga memanggil- manggil para penghuni neraka. “"Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang lalim,” (Al-A’rof : 44) “Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu".Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,” (Al-A’rof : 50) Dan Ketika ahli nereka menyeru malaikat “supaya memustuskan tuhanmu kepada kami” “sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang mentap”, Dan ketika mereka menyeru tuhan mereka, ”ya rabb kami, keluarkalan kami darinya, (dan kembalikanlah kami ke dunia,) maka jika kami kembali (juga pada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang yang zhalim,” Dia (Allah) berfirman, ”tinggalah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku,” (al-mu’minun:107-108) Dan ketika dikatakan kepada kaum musyrikin, ”serulah olehmu sekutu-sekutu kamu,” lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka.” (al-qashas :64)
Sumber: https://tafsirweb.com/8844-surat-al-mumin-ayat-32.html
Tafsir Al-Wajiz
32. “Wahai kaumku aku sungguh khawatir kepada kalian jika hari kiamat nanti datang. Hari dimana orang-orang kafir saling memanggil satu sama lain untuk meminta pertolongan dan pembelaan atas segala kesulitan dan bencana pada hari itu.”
Sumber: https://tafsirweb.com/8844-surat-al-mumin-ayat-32.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 30-35 Ini adalah pemberitahuan dari Allah سبحانه وتعالى tentang laki-laki shalih yang mukmin dari keluarga Fir'aun, bahwa dia memperingatkan kaumnya atas azab Allah سبحانه وتعالى di dunia dan akhirat. Jadi dia berkata: (Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu) yaitu orang-orang yang mendustakan para rasul Allah di masa lalu seperti kaum nabi Nuh, kaum 'Ad, kaum Tsamud, dan orang-orang setelah mereka dari kalangan umat-umat yang mendustakan, bagaimana mereka tertimpa azab Allah, dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak dan menyelamatkan mereka dari itu (Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hambaNya) yaitu, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka hanya karena dosa-dosa mereka, dan karena pendustaan mereka terhadap para rasulNya dan pertentangan mereka terhadap perintahNya. Maka Allah melaksanakan kekuasaanNya terhadap mereka.Kemudian laki-laki itu berkata: (Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari saling memanggil (32)) yaitu pada hari kiamat. Qatadah berkata bahwa setiap kaum dipanggil sesuai dengan amal mereka, penghuni surga dipanggil dengan sebutan penghuni surga, dan penghuni neraka dipanggil dengan sebutan penghuni neraka. Dikatakan, hari itu dinamakan demikian karena penghuni surga dan penghuni neraka saling memanggil (Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?Mereka (ahli neraka) menjawab,"benar") (Surah Al-A'raf: 44) dan seruan penghuni neraka kepada penghuni surga: (Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu. Mereka (ahli surga) menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir”) (Surah Al-A'raf: 50) dan karena adanya saling memanggil antara penghuni surga, dan penghuni neraka, sebagaimana yang telah disebutkan dalam surah Al-A'raf.Al-Baghawi dan lainnya memilih bahwa hari itu dinamakan demikian karena penggabungan hal itu. Ini merupakan pendapat yang baik, hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah: ((yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang) yaitu pergi melarikan diri (sekali-kali tidak!Tidak ada tempat berlindung! (11) Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali (12)) (Surah Al-Qiyamah) Oleh karena itu Allah berfirman: (tidak ada bagimu seorang pun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah) yaitu tidak ada seorang pun yang dapat melindungi kalian dari azab dan pembalasan Allah (dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang yang akan memberi petunjuk) yaitu, barangsiapa yang disesatkan Allah سبحانه وتعالى, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk selain Dia Firman Allah: (Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu sebelumnya dengan membawa keterangan-keterangan) yaitu kepada penduduk Mesir, Allah سبحانه وتعالى mengutus mereka seorang rasul sebelum nabi Musa.Dia adalah nabi Yusuf yang menjadi perdana menteri penduduk Mesir, sekaligus sebagai seorang rasul yang menyeru umatnya untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى untuk bersikap adil. Tetapi mereka tidak menaatinya dengan sebenarnya, melainkan hanya karena dia sebagai menteri, kedudukan dunianya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata, "Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya”) yaitu kalian putus asa dan kalian katakan dengan maksud menggambarkan keinginan: (Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya) Demikian itu karena kekafiran dan kedustaan mereka (Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu) yaitu seperti keadaan orang yang telah disesatkan Allah karena perbuatannya yang sewenang-wenang dan hatinya ragu kepada kebenaran.Kemudian Allah berfirman: ((yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka) yaitu orang-orang yang menolak kebenaran dengan kebathilan, dan membantah hujjah-hujjah tanpa dalil dan hujjah dari Allah سبحانه وتعالى.Maka sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى sangat membenci orang yang berperilaku demikian. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman) yaitu, orang-orang yang beriman juga membenci orang-orang yang sifatnya demikian, karena sesungguhnya orang yang bersifat demikian itu hatinya dikunci Allah, sehingga dia setelah itu tidak dapat mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Oleh karena itu Allah berfirman: (Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang sombong) yaitu dari mengikuti kebenaran (lagi sewenang-wenang)
Sumber: https://tafsirweb.com/8844-surat-al-mumin-ayat-32.html
Informasi
Surat
غافر (Gafir)
Maha Pengampun — 85 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
32 dari 85 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 470
Ruku
Ruku 407
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 94 (188/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4165 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-40