غافر (Gafir)

Per AyatMushaf
ۨالَّذِيْنَ
orang-orang yang
يُجَادِلُوْنَ
mereka membantah
فِيْٓ
pada
اٰيٰتِ
ayat-ayat
اللّٰهِ
Allah
بِغَيْرِ
dengan tanpa
سُلْطٰنٍ
alasan
اَتٰىهُمْۗ
datang kepada mereka
كَبُرَ
amat besar
مَقْتًا
kemurkaan/kebencian
عِنْدَ
di sisi
اللّٰهِ
Allah
وَعِنْدَ
dan di sisi
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
ۗ
كَذٰلِكَ
demikianlah
يَطْبَعُ
menutup
اللّٰهُ
Allah
عَلٰى
atas
كُلِّ
setiap
قَلْبِ
hati
مُتَكَبِّرٍ
orang yang sombong
جَبَّارٍ
sewenang-wenang
﴿٣٥﴾
(yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang.
4168 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang mendebat ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjahNya untuk menolaknya dengan tanpa memiliki hujjah-hujjah yang bisa diterima, perdebatan tersebut benar-benar besar dosanya sehingga itu mendatangkan murka Allah dan orang-orang yang beriman, sebagaimana Allah mengunci hati orang-orang yang mendebat itu dengan kesesatan dan Dia telah menutup dari hidayah, Allah juga menutup hati orang-orang yang menyombongkan diri sehingga menolak mentauhidkanNya dan menaatiNya, angkuh dengan banyak melakukan kezhaliman dan permusuhan.

Sumber: https://tafsirweb.com/8847-surat-al-mumin-ayat-35.html

Tafsir as-Sa'di

35. kemudian Allah menyebutkan sifat orang yang melampaui batas lagi pendusta, seraya berfirman “orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah” yang menjelaskan kebenaran dari kebatilan, yang karena sangat jelas ayat-ayat itu hingga laksana mentari bagi pandangan mata, mereka memperdebatkannya sekalipun ayat-ayat itu sudah sangat jelas sekali, agar mereka bisa menolak dan membatalkannya. “tanpa alasan yang sampai kepada mereka”. Maksudnya, tanpa argument dan alasan yang benar. Ini adalah karakter pokok setiap orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah, sebab, mustahil ia akan bisa berdebat berdasarkan argument, sebab kebenaran itu tidak bisa ditentang oleh siapa pun.Maka ia sama sekali tidak memungkinkan menolaknya dengan dalil syar’I atau ‘aqli. “amat besar” ucapan yang mengandung penolakan terhadap kebenaran dengan batil itu, dan merupakan “kemurkaan di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman”. Jadi, Allah sangat murka terhadap pengucapannya, sebab ucapannya mengandung pendustaan terhadap kebenaran dan membenarkan kebatilan serta menisbatkannya kepada Allah. Ini semua adalah perkara-perkara yang membuat Allah sangat murka kepadanya dan kepada siapa saja yang berkarakterkan demikian.Dan demikian pula hamba-hambaNya yang beriman sangat membenci perbuatan tersebut dengan sebenci-bencinya, sejalan dengan Tuhan mereka. Mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah. Dan kebencian mereka adalah bukti atas kekejian orang yang mereka benci. “Demikianlah” sebagaimana Allah mengunci mati hati keluarga fir’aun, maka “Allah mengunci mati setiap hati yang sombong dan sewenang-wenang”.Yang menyombongkan diri terhadap kebenaran dan menolaknya dan terhadap manusia dengan meremehkan mereka: sewenang-wenang dengan banyak berbuat kezhaliman dan jahat.

Sumber: https://tafsirweb.com/8847-surat-al-mumin-ayat-35.html

Tafsir Al-Wajiz

35. (yaitu) Orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada mereka untuk menyalahkannya tanpa alasan dan dasar yang jelas. Mereka mebesar-besarkan perdebatan mereka dengan penuh kebencian. Kemurkaan Allah dan kemurkaan orang mukmin sangat besar kepada mereka.Al muqtu adalah kemarahan yang sangat besar, karena mereka telah memperdebatkan Al-quran dengan buruk dan penuh kesombongan. Seperti Allah telah menutup hati orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah itu, begitu juga Allah telah menutup hati orang-orang yang menyombongkan diri dan angkuh sebagi hukuman bagi mereka. Ketika hati telah sombong maka sombonglah seluruh anggota badannya

Sumber: https://tafsirweb.com/8847-surat-al-mumin-ayat-35.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 30-35 Ini adalah pemberitahuan dari Allah سبحانه وتعالى tentang laki-laki shalih yang mukmin dari keluarga Fir'aun, bahwa dia memperingatkan kaumnya atas azab Allah سبحانه وتعالى di dunia dan akhirat. Jadi dia berkata: (Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu) yaitu orang-orang yang mendustakan para rasul Allah di masa lalu seperti kaum nabi Nuh, kaum 'Ad, kaum Tsamud, dan orang-orang setelah mereka dari kalangan umat-umat yang mendustakan, bagaimana mereka tertimpa azab Allah, dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak dan menyelamatkan mereka dari itu (Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hambaNya) yaitu, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka hanya karena dosa-dosa mereka, dan karena pendustaan mereka terhadap para rasulNya dan pertentangan mereka terhadap perintahNya. Maka Allah melaksanakan kekuasaan­Nya terhadap mereka.Kemudian laki-laki itu berkata: (Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari saling memanggil (32)) yaitu pada hari kiamat. Qatadah berkata bahwa setiap kaum dipanggil sesuai dengan amal mereka, penghuni surga dipanggil dengan sebutan penghuni surga, dan penghuni neraka dipanggil dengan sebutan penghuni neraka. Dikatakan, hari itu dinamakan demikian karena penghuni surga dan penghuni neraka saling memanggil (Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?Mereka (ahli neraka) menjawab,"benar") (Surah Al-A'raf: 44) dan seruan penghuni neraka kepada penghuni surga: (Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu. Mereka (ahli surga) menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir”) (Surah Al-A'raf: 50) dan karena adanya saling memanggil antara penghuni surga, dan penghuni neraka, sebagaimana yang telah disebutkan dalam surah Al-A'raf.Al-Baghawi dan lainnya memilih bahwa hari itu dinamakan demikian karena penggabungan hal itu. Ini merupakan pendapat yang baik, hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah: ((yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang) yaitu pergi melarikan diri (sekali-kali tidak!Tidak ada tempat berlindung! (11) Hanya kepada Tuhan­mu sajalah pada hari itu tempat kembali (12)) (Surah Al-Qiyamah) Oleh karena itu Allah berfirman: (tidak ada bagimu seorang pun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah) yaitu tidak ada seorang pun yang dapat melindungi kalian dari azab dan pembalasan Allah (dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang yang akan memberi petunjuk) yaitu, barangsiapa yang disesatkan Allah سبحانه وتعالى, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk selain Dia Firman Allah: (Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu sebelumnya dengan membawa keterangan-keterangan) yaitu kepada penduduk Mesir, Allah سبحانه وتعالى mengutus mereka seorang rasul sebelum nabi Musa.Dia adalah nabi Yusuf yang menjadi perdana menteri penduduk Mesir, sekaligus sebagai seorang rasul yang menyeru umatnya untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى untuk bersikap adil. Tetapi mereka tidak menaatinya dengan sebenarnya, melainkan hanya karena dia sebagai menteri, kedudukan dunianya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata, "Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya”) yaitu kalian putus asa dan kalian katakan dengan maksud menggambarkan keinginan: (Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya) Demikian itu karena kekafiran dan kedustaan mereka (Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu) yaitu seperti keadaan orang yang telah disesatkan Allah karena perbuatannya yang sewenang-wenang dan hatinya ragu kepada kebenaran.Kemudian Allah berfirman: ((yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka) yaitu orang-orang yang menolak kebenaran dengan kebathilan, dan membantah hujjah-hujjah tanpa dalil dan hujjah dari Allah سبحانه وتعالى.Maka sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى sangat membenci orang yang berperilaku demikian. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman) yaitu, orang-orang yang beriman juga membenci orang-orang yang sifatnya demikian, karena sesungguhnya orang yang bersifat demikian itu hatinya dikunci Allah, sehingga dia setelah itu tidak dapat mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Oleh karena itu Allah berfirman: (Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang sombong) yaitu dari mengikuti kebenaran (lagi sewenang-wenang)

Sumber: https://tafsirweb.com/8847-surat-al-mumin-ayat-35.html

Informasi

Surat

غافر (Gafir)

Maha Pengampun — 85 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

35 dari 85 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 471

Ruku

Ruku 407

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 94 (188/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4168 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-40