غافر (Gafir)
Per AyatMushaf
اَسْبَابَ
pintu-pintu
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
فَاَطَّلِعَ
maka aku akan melihat
اِلٰٓى
kepada
اِلٰهِ
Tuhan
مُوْسٰى
Musa
وَاِنِّيْ
dan sesungguhnya aku
لَاَظُنُّهٗ
sungguh aku menyangkanya
كَاذِبًا
seorang pendusta
ۗوَكَذٰلِكَ
dan demikianlah
زُيِّنَ
dijadikan memandang baik
لِفِرْعَوْنَ
bagi Fir'aun
سُوْۤءُ
seburuk-buruk
عَمَلِهٖ
perbuatannya
وَصُدَّ
dan dia dihalangi
عَنِ
dari
السَّبِيْلِ
jalan
ۗوَمَا
dan tidaklah
كَيْدُ
tipu daya
فِرْعَوْنَ
Fir'aun
اِلَّا
kecuali
فِيْ
dalam
تَبَابٍ
kerugian/kebinasaan
ࣖ
﴿٣٧﴾
(yaitu) pintu-pintu langit, agar aku dapat melihat Tuhannya Musa, tetapi aku tetap memandangnya seorang pendusta.” Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir‘aun perbuatan buruknya itu, dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir‘aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.
4170 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
36-37. Fir’aun berkata mendustakan dakwah Musa untuk mengakui ketuhanan tuhan alam semesta dan berserah diri kepadaNya, “Wahai Haman, dirikanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi, yang bisa menyampaikanku kepada pintu-pintu langit sehingga aku ingin melihat sendiri Tuhan Musa. Sesungguhnya aku menyangka Musa telah berdusta dalam kata-katanya bahwa kita memiliki Tuhan dan bahwa Tuhan itu di atas langit.” Demikianlah perbuatan Fir’aun yang buruk itu dijadikan indah sehingga dia pun melihatnya baik, maka dia terhalangi dari jalan kebenaran disebabkan kebatilan yang dihiasi untuknya.Taktik yang digunakan oleh Fir’aun untuk mengelabuhi manusia bahwa dirinya berada di pihak yang benar dan bahwa Musa adalah pihak yang salah, hanya kerugian dan kesia-siaan; tidak bermanfaat sama sekali selain hanya menambah kesengsaraan baginya di dunia dan di akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/8849-surat-al-mumin-ayat-37.html
Tafsir as-Sa'di
36-37. “dan berkatalah Firaun” seraya menetang nabi Musa daqn mendiustkan dakwah beliau untuk beriman kepada robbul ‘alamin yang bersemayam di Arasy dan maha tinggi di atas makhlukNya. “Hai Haman, buatkanlah bagikku senuah bangunan yang tinggi.” Maksudnya, sebuah bangunan raksasa yang tinggi. Tujuannya adalah agar aku bisa melihat “Tuhannya Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta” dalam dakwahnya bahwa kita mempunyai Rabb, dan bahwa Rabb itu di atas langit sana. Firaun sebenarnya hanya ingin mewaspadai dan menguji permasalahan secara langsung.Allah berfirman dalam menjelaskan apa yang menyeret Firaun mengucapkan perkataan tersebut, “Demikianlah dijadikan Firaun memandang baik perbuatan yang buruk itu”.Dihiasi baginya agar dia memandang baik perbuatan jahat itu, dan setan pun terus memperindahnya, menyerukannya dan menghiasinya, hingga Firaun melihatnya indah lalu menyerukannya dan melakukan perdebatan seolah-oleh perdebatan orang yang berbuat kebenaran, padahal ia sebenarnya adalah pembuat kerusakan terbesar, “Dan dia dihalangi dari jalan” kebenaran disebabkan kebatilan yang dihiaskan kepadanya. “dan tidaklah tipu daya Firaun itu”, yaitu yang ia maksudkan untuk memberangus kebenaran dan mengelabui manusia dia adalah yang benar sedangkan Nabi Musa adalah yang berbuat kebatilan, “kecuali membawa kerugian”, maksudnya kegagalan dan sia-sia, tidak menguntungkannya sama sekali. Melainkan kesengsaraan baginya dan bagi orang yang mengikutinya di dunia dan akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/8849-surat-al-mumin-ayat-37.html
Tafsir Al-Wajiz
37. Yaitu pintu-pintu menuju langit. Sehingga aku bisa melihat bagaimana Tuhan Musa.Pernyataan ini mengacu kepada keyakinan agama yang semisal bahwa Allah berada di atas langit. Aku sungguh menyangka bahwa bahwa Musa hanya berdusta bahwa mempunyai Tuhan selain aku. Itu semua adalah tipu daya setan, setan telah menghiasi Fir’aun dengan amal-amal buruk, seperti syirik dan dusta.Sehingga itu semua menjadi sebab penghalang masuknya isitiqamah, petunjuk dan hidayah. Usaha Fir’aun untuk menyanggah dan melawan risalah Musa itu hanyalah usaha yang sia-sia dan tidak membawa manfaat apa-apa.
Sumber: https://tafsirweb.com/8849-surat-al-mumin-ayat-37.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 36-37 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang Fir'aun yang melampaui batas, ingkar dan kebohongan yang dia buat-buat dalam mendustakan nabi Musa bahwa pada suatu hari dia memerintahkan kepada menterinya, yaitu Haman agar membangunkan sebuah menara tinggi untuknya. Bangunan yang terbuat dari batu bata dari tanah liat yang dibakar, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat; kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi) (Surah Al-Qashash: 38) oleh karena itu Ibrahim An-Nakha'i berkata bahwa mereka tidak suka membuat bangunan dari batu bata, dan mereka hanya menjadikannya untuk kuburan mereka.Pendapat ini dikatakan Ibnu Abu Hatim. Firman Allah: (supaya aku sampai ke pintu-pintu (36) (yaitu) pintu-pintu langit) yaitu pintu-pintu langit. Dikatakan bahwa itu adalah jalan-jalan menuju ke langit (supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta) Ini menggambarkan kekafiran dan keingkarannya.Dia tidak mempercayai bahwa nabi Musa bahwa Allah سبحانه وتعالى mengutus nabi Musa kepadanya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar)) yaitu dengan perbuatannya itu yang bermaksud untuk mengelabui rakyatnya, bahwa dia melakukan sesuatu hal yang dijadikan untuk mendustakan nabi Musa. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian) Ibnu Abbas dan Mujahid berkata bahwa itu maknanya adalah kerugian
Sumber: https://tafsirweb.com/8849-surat-al-mumin-ayat-37.html
Informasi
Surat
غافر (Gafir)
Maha Pengampun — 85 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
37 dari 85 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 471
Ruku
Ruku 407
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 94 (188/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4170 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-40