غافر (Gafir)

Per AyatMushaf
فَلَمَّا
maka tatkala
جَاۤءَتْهُمْ
datang kepada mereka
رُسُلُهُمْ
rasul-rasul mereka
بِالْبَيِّنٰتِ
dengan keterangan yang nyata
فَرِحُوْا
mereka bergembira
بِمَا
dengan apa
عِنْدَهُمْ
di sisi mereka
مِّنَ
daripada
الْعِلْمِ
ilmu pengetahuan
وَحَاقَ
dan mengepung
بِهِمْ
pada mereka
مَّا
apa (azab)
كَانُوْا
adalah mereka
بِهٖ
dengannya
يَسْتَهْزِءُوْنَ
mereka memperolok-olok
﴿٨٣﴾
Maka ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka merasa senang dengan ilmu yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.
4216 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Manakala umat-umat yang mendustakan itu didatangi para rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berbahagia dengan ilmu yang mereka miliki yang bertentangan dengan apa yang dibawa oleh utusan-utusan mereka, karena kebodohan mereka. Azab pun menimpa mereka, padahal sebelumnya mereka menghina dan mengejek para utusan untuk segera mendatangkan azab tersebut. Ayat ini mengandung dalil bahwa setiap ilmu yang bertentangan dengan Islam atau mencederai Islam atau meragukan kebenaran Islam, ilmu tersebut adalah ilmu yang tercela dan dibenci, serta orang yang meyakininya bukan termasuk diantara para pengikut Muhammad.

Sumber: https://tafsirweb.com/8895-surat-al-mumin-ayat-83.html

Tafsir as-Sa'di

83. Allah menyebutkan kejahatan besar mereka, seraya berfirman “Maka tatkala datang kepada mereka rosul-rosul mereka dengan membawa keterangan-keterangan,” seperti kitab-kitab ilahi dan mukjizat-mukjizat hebat, ilmu yang bermanfaat yang membedakan antara hidayah dengan kesesatan, yang haq dan yang batil, “mereka justru merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka” yang berlawanan dengan agama para rosul itu. Padahal sudah dimaklumi bahwa kesenangan mereka menunjukan kepada betapa sangat rela dan berpegang teguhnya mereka kepadanya, dan betapa mereka menentang kebenaran yang dibawa oleh para rosul itu, serta menjadikan kebatilan mereka sebagai kebenaran.Ini umum mencakup semua ilmu yang digunakan untuk menentang ajaran yang dibawa oleh para Rosul. Dan yang paling berhak masuk ke dalam kategori ini adalah ilmu filsafat dan mantiq Yunani yang dengannya banyak sekali ayat-ayat Al-quran yang ditolak, dan menyepelekan kedudukannya di dalam hati, dan menjadikan dalil-dalilnya yang pasti lagi meyakinkan itu sebagai dalil-dalil lafdzi belaka, tidak menginformasikan keyakinan sedikitpun. Dan akal orang-orang dungu lagi sesat pun lebih diutamakan atas ayat-ayat Al-Quran.Ini merupakan tindakan kekufuran terbesar terhadap ayat-ayat Allah, perlawanan, dan pembatalan terhadapnya. Hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan “Dan mereka dikepung” mereka dilandan oleh azab yang dahulu mereka perolok-olokan.

Sumber: https://tafsirweb.com/8895-surat-al-mumin-ayat-83.html

Tafsir Al-Wajiz

83. Ketika para rasul datang kepada mereka dengan mukjizat dan dalil untuk mengesakan Allah, mereka lebih memilih akidah menyimpang dan menolak para rasul itu. Lalu turunlah azab yang sering mereka ejek itu kepada mereka.Mereka juga dipertontonkan kepada balasan atas olok-olokan mereka

Sumber: https://tafsirweb.com/8895-surat-al-mumin-ayat-83.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 82-85 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang umat-umat yang mendustakan para rasulNya di masa lalu, dan apa yang menimpa mereka berupa azab yang keras, padahal mereka adalah orang-orang yang kuat dan berpengaruh di bumi dan mengumpulkan harta. Namun semua itu tidak berguna sedikitpun kepada mereka dan tidak dapat menolak dari mereka bahkan sebesar dzarrah dari azab Allah. Demikian itu karena ketika datang kepada mereka para rasul dengan membawa keterangan-keterangan, hujjah-hujjah yang pasti, dan bukti-bukti yang jelas, mereka tidak mengindahkan seruan para rasul dan tidak mau menerimanya, bahkan mereka merasa cukup dengan pengetahuan yang ada pada mereka dengan anggapan bahwa itu lebih baik daripada apa yang disampaikan para rasul kepada mereka.Mujahid berkata bahwa mereka berkata,"Kami lebih mengetahui daripada mereka, bahwa kami tidak akan dibangkitkan dan tidak akan diazab" As-Suddi berkata bahwa mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka, karena kebodohan mereka, maka datanglah kepada mereka azab Allah yang belum pernah mereka alami sebelumnya (dan mereka dikepung) yaitu mereka diliputi (oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu) yaitu yang mereka dustakan dan mereka anggap mustahil akan terjadi (Maka tatkala mereka melihat azab Kami) yaitu mereka menyaksikan terjadinya azab atas mereka (mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”) yaitu mereka mengesakan Allah سبحانه وتعالى dan kafir kepada berhala-berhala, tetapi hal itu terjadinya setelah hal itu sudah terlanjur terjadi dan tidak ada gunanya lagi alasan. Sebagaimana Fir'aun berkata pada saat dia ditenggelamkan: (Saya percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)) (Surah Yunus: 90) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan (91)) (Surah Yunus) yaitu Allah tidak menerima imannya karena dia telah dikutuk oleh nabiNya, Musa, saat dia memohon kepada Allah سبحانه وتعالى, ketika dia berkata: (dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih) (Surah Yunus: 88) Demikian juga dikatakan Allah سبحانه وتعالى di sini: (Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya) Demikianlah hukum Allah terhadap semua orang yang bertaubat kepadaNya di saat iad menyaksikan azab, bahwa Allah tidak mau menerimanya.Oleh karena itu disebutkan di dalam hadits:”Sesungguhnya Allah senantiasa menerima taubat hamba selama dia belum sekarat” yaitu apabila dia sekarat dan ruhnya sampai di tenggorokan dan malaikat maut telah dilihat, maka taubat sudah tertutup baginya saat itu. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir).

Sumber: https://tafsirweb.com/8895-surat-al-mumin-ayat-83.html

Informasi

Surat

غافر (Gafir)

Maha Pengampun — 85 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

83 dari 85 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 476

Ruku

Ruku 412

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 95 (190/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4216 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-40