غافر (Gafir)

Per AyatMushaf
فَلَمَّا
maka tatkala
رَاَوْا
mereka melihat
بَأْسَنَاۗ
azab Kami
قَالُوْٓا
mereka berkata
اٰمَنَّا
kami beriman
بِاللّٰهِ
kepada Allah
وَحْدَهٗ
sendiri-Nya
وَكَفَرْنَا
dan kami ingkar
بِمَا
dengan apa
كُنَّا
adalah kami
بِهٖ
dengan-Nya
مُشْرِكِيْنَ
orang-orang yang mempersekutukan
﴿٨٤﴾
Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.”
4217 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka pun mengakui disaat di mana pengakuan tidak berguna. Mereka berkata, “Kami beriman kepada Allah semata dan kafir kepada apa yang telah Kami persekutukan dengan Allah.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8896-surat-al-mumin-ayat-84.html

Tafsir as-Sa'di

84. “maka tatkala mereka melihat azab kami.” Maksudnya, siksaan kami, mereka pun mengakui, di mana pengakuan sudah tidak berguna lagi. Dan “mereka bekata ‘Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami perrsekutukan dengan Allah” yaitu seperti patung dan berhala, dan kami berlepas dirri dari apa saja yang menyalahi para rosul, dalam ilmu ataupun amal.

Sumber: https://tafsirweb.com/8896-surat-al-mumin-ayat-84.html

Tafsir Al-Wajiz

84. Ketika melihat dahsyatnya siksa Kami, mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada Allah dan kami mengingkari apa yang kami sekutukan dalam ibadah berupa berhala dan patung” Sesungguhnya mereka itu berlepas diri dari kesyirikan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/8896-surat-al-mumin-ayat-84.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 82-85 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang umat-umat yang mendustakan para rasulNya di masa lalu, dan apa yang menimpa mereka berupa azab yang keras, padahal mereka adalah orang-orang yang kuat dan berpengaruh di bumi dan mengumpulkan harta. Namun semua itu tidak berguna sedikitpun kepada mereka dan tidak dapat menolak dari mereka bahkan sebesar dzarrah dari azab Allah. Demikian itu karena ketika datang kepada mereka para rasul dengan membawa keterangan-keterangan, hujjah-hujjah yang pasti, dan bukti-bukti yang jelas, mereka tidak mengindahkan seruan para rasul dan tidak mau menerimanya, bahkan mereka merasa cukup dengan pengetahuan yang ada pada mereka dengan anggapan bahwa itu lebih baik daripada apa yang disampaikan para rasul kepada mereka.Mujahid berkata bahwa mereka berkata,"Kami lebih mengetahui daripada mereka, bahwa kami tidak akan dibangkitkan dan tidak akan diazab" As-Suddi berkata bahwa mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka, karena kebodohan mereka, maka datanglah kepada mereka azab Allah yang belum pernah mereka alami sebelumnya (dan mereka dikepung) yaitu mereka diliputi (oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu) yaitu yang mereka dustakan dan mereka anggap mustahil akan terjadi (Maka tatkala mereka melihat azab Kami) yaitu mereka menyaksikan terjadinya azab atas mereka (mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”) yaitu mereka mengesakan Allah سبحانه وتعالى dan kafir kepada berhala-berhala, tetapi hal itu terjadinya setelah hal itu sudah terlanjur terjadi dan tidak ada gunanya lagi alasan. Sebagaimana Fir'aun berkata pada saat dia ditenggelamkan: (Saya percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)) (Surah Yunus: 90) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan (91)) (Surah Yunus) yaitu Allah tidak menerima imannya karena dia telah dikutuk oleh nabiNya, Musa, saat dia memohon kepada Allah سبحانه وتعالى, ketika dia berkata: (dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih) (Surah Yunus: 88) Demikian juga dikatakan Allah سبحانه وتعالى di sini: (Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya) Demikianlah hukum Allah terhadap semua orang yang bertaubat kepadaNya di saat iad menyaksikan azab, bahwa Allah tidak mau menerimanya.Oleh karena itu disebutkan di dalam hadits:”Sesungguhnya Allah senantiasa menerima taubat hamba selama dia belum sekarat” yaitu apabila dia sekarat dan ruhnya sampai di tenggorokan dan malaikat maut telah dilihat, maka taubat sudah tertutup baginya saat itu. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir).

Sumber: https://tafsirweb.com/8896-surat-al-mumin-ayat-84.html

Informasi

Surat

غافر (Gafir)

Maha Pengampun — 85 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

84 dari 85 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 476

Ruku

Ruku 412

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 95 (190/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4217 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-40