فصّلت (Fussilat)
Per AyatMushaf
ذٰلِكَ
demikianlah
جَزَاۤءُ
balasan
اَعْدَاۤءِ
musuh-musuh
اللّٰهِ
Allah
النَّارُ
neraka
لَهُمْ
bagi mereka
فِيْهَا
di dalamnya
دَارُ
tempat tinggal
الْخُلْدِ
kekal
ۗجَزَاۤءً
balasan
ۢبِمَا
dengan apa
كَانُوْا
adalah mereka
بِاٰيٰتِنَا
terhadap ayat-ayat Kami
يَجْحَدُوْنَ
mereka ingkar
﴿٢٨﴾
Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.
4246 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Balasan yang diberikan kepada orang-orang kafir itu adalah balasan untuk musuh-musuh Allah, yaitu neraka. Ia adalah rumah langgeng dan abadi bagi mereka, sebagai balasan atas pengingkaran mereka terhadap ayat-ayat dan hujjah-hujjah Kami di dunia. Ayat ini menunjukkan besarnya kejahatan orang yang memalingkan manusia dari al-Qur’an yang agung dan menghalang-halangi mereka sehingga mereka tidak bisa merenungkannya dan mengambil petunjuk darinya dengan sarana apa pun.
Sumber: https://tafsirweb.com/9010-surat-fussilat-ayat-28.html
Tafsir as-Sa'di
28. “demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah,” yaitu orang-orang yang memerangiNya dan memerangi para kekasihNya dengan melakukan kekafiran, mendustakan, mendebat, dan menentang, “yaitu neraka;mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya.” Maksudnya, kekal selamanya, tidak sesaat pun azab dihentikan dari mereka dan tidak pula mereka ditolong. Yang demikian itu adalah “sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat kami,” sebab, ia adalah ayat-ayat yang sangat jelas sekali dan merupakan bukti-bukti yang pasti yang memberikan keyakinan. Maka kezhaliman terbesar dan sikap menentang yang paling berat adalah mengingkari dan kafir terhadpnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9010-surat-fussilat-ayat-28.html
Tafsir Al-Wajiz
28. Balasan itu adalah balasan untuk musuh-musuh Allah. Mereka adalah orang-orang kafir dan orang-orang yang berbuat maksiat.Balasan mereka adalah neraka. Bagi mereka itu neraka Jahanam sebagai tempat tinggal yang abadi. Mereka dibalas akibat pendustaan mereka terhadap ayat-ayat Al-Qur’an
Sumber: https://tafsirweb.com/9010-surat-fussilat-ayat-28.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 25-29 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa Dialah Dzat yang menyesatkan orang-orang musyrik, dan bahwa hal itu merupakan kehendakNya, ciptaanNya dan kekuasaanNya. Dia Maha Bijaksana dalam semua perbuatanNya, karena itu Dia menetapkan bagi orang-orang musyrik teman-teman dekat, yaitu setan-setan dari kalangan manusia dan jin (yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka) yaitu setan-setan itu membuat mereka memandang baik amal perbuatan mereka di masa lalu dan sehubungan dengan masa mendatang, maka mereka tidak memandang diri mereka melainkan sebagai orang-orang yang berbuat baik. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya (36) Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk (37)) (Surah Az-Zukhruf) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan tetaplah atas mereka keputusan azab) yaitu ketetapan azab seperti azab yang telah ditimpakan atas umat-umat terdahulu sebelum mereka melakukan perbuatan yang serupa dengan mereka dari kalangan jin dan manusia. (Sesungguhnya mereka telah merugi) yaitu mereka dan orang-orang terdahulu yang sama dengan mereka benar-benar merugi dan binasa.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan orang-orang yang kafir berkata, "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini”) yaitu, mereka saling berpesan di antara mereka agar jangan taat kepada Al-Qur'an dan jangan tunduk kepada perintah-perintahnya (dan buatlah hiruk pikuk terhadapnya) yaitu apabila Al-Qur'an dibacakan, janganlah kamu mendengarkannya. Sebagaimana Mujahid berkata tentang firmanNya (dan buatlah hiruk pikuk terhadapnya) yaitu dengan tepuk tangan, siulan, dan bicara keras terhadap Rasulullah ﷺ jika dia sedang membaca Al-Qur'an dan orang-orang Quraisy yang melakukannya. Qatadah berkata bahwa maknanya adalah ingkarilah dan musuhilah dia. (supaya kamu dapat mengalahkan) Demikianlah keadaan orang-orang bodoh dari kalangan orang-orang kafir dan orang yang mengikuti jejak mereka ketika mendengar Al-Qur'an.Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang beriman supaya bersikap berbeda dari hal itu. Jadi Dia berfirman: (Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (204) (Surah Al-A'raf) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membela Al-Qur'an dan mengecam orang-orang yang memusuhinya dari kalangan orang-orang kafir: (Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir) yaitu sebagai balasan atas perbuatan mereka terhadap Al-Qur'an ketika mereka mendengarnya (dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan) yaitu karena amal mereka yang jahat dan perbuatan mereka yang buruk (Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami (28) Dan orang-orang kafir berkata, "Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina” (29)) Sufyan Ats-Tsauri meriwayatkan dari Salamah bin Kahil, dari Malik bin Al-Husain Al-Fazzari, dari ayahnya, dari Ali tentang firmanNya: (dua jenis orang yang telah menyesatkan kami) dia berkata bahwa adalah iblis dan anak cucu nabi Adam yang telah membunuh saudaranya.Demikian juga diriwayatkan oleh Habbah Al-’Urani dari Ali tentang hal itu. As-Suddi meriwayatkan dari Ali bahwa iblis menyeru manusia untuk musyrik, dan anak cucu nabi Adam menyeru manusia untuk melakukan dosa besar. Iblis yang menyeru manusia untuk berbuat kejahatan, berupa berbuat musyrik, dan dosa-dosa lainnya itu dilakukan oleh anak cucu nabi Adam yang pertama, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits:”Tidak sekali-kali seseorang dibunuh secara zalim, melainkan anak Adam yang pertama menanggung sebagian dari darahnya, karena dialah orang yang pertama melakukan pembunuhan” Firman Allah: (agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami) yaitu lebih rendah tempatnya daripada kami dalam azab, agar azabnya lebih keras daripada kami.Oleh karena itu mereka berkata: (supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina) yaitu di dasar paling bawah dari neraka, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al-A'raf tentang permintaan para pengikut yang menyekutukan Allah agar Dia mengazab para pemimpin mereka dengan azab yang berlipat ganda. (lalu Allah berfirman,”Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui) (Surah Al-A'raf: 38) yaitu, Allah سبحانه وتعالى memberi azab dan pembalasan kepada masing-masing golongan yang layak dia terima sesuai dengan amal perbuatannya dan sesuai dengan kerusakan yang dia lakukan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan (88)) (Surah An-Nahl)
Sumber: https://tafsirweb.com/9010-surat-fussilat-ayat-28.html
Informasi
Surat
فصّلت (Fussilat)
Yang Dijelaskan — 54 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
28 dari 54 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 479
Ruku
Ruku 416
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 96 (192/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4246 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-41