فصّلت (Fussilat)

Per AyatMushaf
وَمِنْ
dan dari
اٰيٰتِهِ
tanda-tanda-Nya
الَّيْلُ
malam
وَالنَّهَارُ
dan siang
وَالشَّمْسُ
dan matahari
وَالْقَمَرُۗ
dan bulan
لَا
tidak
تَسْجُدُوْا
kamu bersujud
لِلشَّمْسِ
kepada matahari
وَلَا
dan jangan
لِلْقَمَرِ
pada bulan
وَاسْجُدُوْا
dan bersujudlah
لِلّٰهِ
kepada Allah
الَّذِيْ
yang
خَلَقَهُنَّ
menciptakan semuanya
اِنْ
jika
كُنْتُمْ
kalian adalah
اِيَّاهُ
hanya kepada-Nya
تَعْبُدُوْنَ
kamu menyembah
﴿٣٧﴾
Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, mata-hari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
4255 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Diantara hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya dan bukti-bukti keesaanNya dan kesempurnaan KuasaNya adalah silih bergantinya malam dengan siang dan saling mengejar di antara keduanya, silih bergantinya matahari dengan rembulan dan pergantian di antara keduanya. Semua ini dibawah pengaturan dan keperkasaan Allah. janganlah bersujud kepada matahari atau rembulan (karena keduanya adalah makhluk yang diatur) sebaliknya bersujudlah kepada Allah yang menciptakan mereka, bila kalian benar-benar tunduk kepada perintahNya, mendengar dan menaatiNya, menyembahNya semata, tidak ada sekutu bagiNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9019-surat-fussilat-ayat-37.html

Tafsir as-Sa'di

37. kemudian Allah menjelaskan bahwa “diantara sebagian dari tanda-tandaNYa” yang menunjukan pada kemahasempurnaan kekuasaanNya, kemahamampuan kehendakNYa, kemahaluasan wewenangNYa, dan kasih sayangNYa terhadap hamba-hambaNYa dan sesungguhnya Dialah yang esa, tiada sekutu bagiNYa. ”ialah malam dan siang” yakni siang dengan segala manfaat terangnya dan pekerjaan manusia di siang hari, sedangkan malam dengan manfaat kegelapannya dan istirahat manusia padanya,”matahari dan bulan,” yang tidak akan sempurna kehidupan manusia dan badan mereka, juga badan hewan-hewan ternak mereka kecuali dengan keberadaan keduanya;dan dari kedua matahari dan bulan inilah terjadi bebagai macam maslahat yang tidak tehitung.” “Janganlah bersujud pada matahari dan janganlah pula kepada bulan,” karena sesungguhnya keduanya dikendalikan dan ditundukan dan diciptakan, ”tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya,” maksudnya, sembahlah Allah semata, sebab Dialah pencipta yang maha agung, dan tinggalkanlah segala bentuk penyembahan kepada selain Dia dari berbagai macam makhluk ini, seklaipun ia (selain Dia) besar bentuknya dan banyak manfaatnya. Sebab semua itu tidak berasal darinya, melainkan dari sang pencipta yang Maha suci yang telah menciptakannya,”jika kamu hanya kepadaNYa saja menyembah,”maka istimewakanlah Dia dengan ibadah dan murnikanlah kepatuhan hanya kepadaNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/9019-surat-fussilat-ayat-37.html

Tafsir Al-Wajiz

37. Di antara dalil-dalil keesaan Allah, kekuasaanNya, keagunganNya dan hikmahNya adalah penciptaan malam dengan kegelapannya, siang dengan sinarnya, matahari dengan silau cahanya, dan bulan dengan cahayanya. Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan bulan wahai manusia karena keduanya adalah makhluk Allah.Mereka bukanlah sekutuNya. Bersujudlah kepada Allah yang telah menciptakan 4 makhluk ini, jika kalian ingin benar dalam beribadah. Ini untuk menanggapi kaum shabi’ yang menyembah planet-planet

Sumber: https://tafsirweb.com/9019-surat-fussilat-ayat-37.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 37-39 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan makhlukNya atas kekuasaanNya dan bahwa Dia itu tidak ada tandingan bagiNya, serta Maha Kuasa terhadap apa yang Dia kehendaki (Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan) yaitu Dialah yang menciptakan malam dengan kegelapannya, siang dengan cahayanya, sedangkan keduanya silih berganti tanpa henti, serta matahari dengan cahayanya yang terang, dan bulan dengan sinarnya, serta menetapkan tempat-tempatnya di garis edarnya dan perbedaan perjalanannya di langit agar dapat diketahui lamanya malam dan siang hari, minggu, bulan, dan tahun. Maka dapat dijelaskan pemecahan hak-hak, waktu-waktu ibadah dan bermuamalah. Kemudian mengingat matahari dan bulan merupakan dua benda langit yang terlihat lebih jelas daripada bumi di alam atas dan alam bawah, maka Allah mengingatkan kepada manusia bahwa keduanya adalah hamba Allah juga yang berada di bawah pengaturan dan kekuasaanNya.Jadi Allah berfirman: (Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang Menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah) yaitu janganlah kalian menyekutukanNya, karena tidak ada manfaat bagi kalian penyembahan kalian kepadaNya bersama penyembahan kepada selainNya.Sesungguhnya Dia tidak mengampuni jika Dia dipersekutukan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Jika mereka menyombongkan diri) yaitu dari menyembah hanya kepadaNya, dan menolak hal itu selain menyekutukanNya dengan yang selain Dia (maka mereka yang di sisi Tuhanmu) yaitu para malaikat (bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedangkan mereka tidak jemu-jemu) sebagaimana firmanNya: (Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya) (Surah Al-An'am: 89) Firman Allah: (Dan sebagai tanda-tanda kekuasaanNya) menunjukkan atas kekuasaanNya untuk mengembalikan orang-orang mati (bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus) yaitu tandus tidak ada tanamannya, bahkan kering (maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur) yaitu mengeluarkan semua tanaman yang beragam warna dan buah-buahan (Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)

Sumber: https://tafsirweb.com/9019-surat-fussilat-ayat-37.html

Informasi

Surat

فصّلت (Fussilat)

Yang Dijelaskan — 54 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

37 dari 54 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 480

Ruku

Ruku 417

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 96 (192/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4255 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-41