فصّلت (Fussilat)
Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
اٰتَيْنَا
telah Kami berikan
مُوْسَى
Musa
الْكِتٰبَ
kitab
فَاخْتُلِفَ
maka ia diperselisihkan
فِيْهِ
didalamnya
ۗوَلَوْلَا
dan jika tidak
كَلِمَةٌ
kalimat/ketetapan
سَبَقَتْ
telah lewat/terdahulu
مِنْ
dari
رَّبِّكَ
Tuhanmu
لَقُضِيَ
tentu diputuskan
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
ۗوَاِنَّهُمْ
dan sesungguhnya mereka
لَفِيْ
benar-benar dalam
شَكٍّ
keraguan
مِّنْهُ
dari padanya
مُرِيْبٍ
kebingungan
﴿٤٥﴾
Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) lalu diperselisihkan. Sekiranya tidak ada keputusan yang terdahulu dari Tuhanmu, orang-orang kafir itu pasti sudah dibinasakan. Dan sesungguhnya mereka benar-benar dalam keraguan yang mendalam terhadapnya.
4263 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh Kami telah memberikan Taurat kepada Musa, sebagaimana Kami juga memberimu al-Quran (wahai Rasul), lalu kaum Musa berselisih padanya, diantara mereka ada yang beriman dan diantara mereka ada yang mendustakan. Kalau bukan karena kalimat (ketetapan) yang mendahului dari Tuhanmu untuk menunda azab dari kaummu, niscaya mereka diberi keputusan pasti dengan membinasakan orang-orang kafir saat itu juga. Sesungguhnya orang-orang musyrik benar-benar dalam keraguan terhadap al-Quran dengan keraguan yang berat.
Sumber: https://tafsirweb.com/9027-surat-fussilat-ayat-45.html
Tafsir as-Sa'di
45. Allah berfirman,”dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Musa al-kitab,” sebagaimana kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) al-kitab, kemudian manusia melakukan terhadapnya apa yang telah mereka lakukan terhadapmu.Mereka berselisih, di antara mereka ada yang beriman kepadanya, berpedoman kepadanya dan mengambil pelajaran. Dan diantara mereka ada yang mendustakannya dan tidak mengambil pelajaran darinya. Allah, jika bukan karena kesantuananNYa dan ketetapanNYa terdahulu yang menangguhkan azab hingga waktu yang telah ditentukan tidak bisa dimajukan dan tidak pula bisa ditunda, “tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan,” hanya dengan terpisahkannya orang-orang yang beriman dari orang-orang yang kafir, dengan membinasakan orang-orang yang kafir pada saat itu juga.Karena sebab kebinasaan sudah pasti dan ada. “dan sesungguhnya mereka terhadap al-qur’an benar-benar berada dalam keragu-raguan yang membingungkan,” artinya, mereka sudah sampai pada keragu-raguan yang membuat mereka gelisah, maka dari itu mereka mendustakannya dan mengingkarinya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9027-surat-fussilat-ayat-45.html
Tafsir Al-Wajiz
45. Sungguh Kami telah memberi Musa kitab Taurat sebagaimana memberimu kitab Al-Qur’an wahai Nabi. Kaum Musa saling bertentangan tentang Taurat, yaitu antara orang yang beriman dan pendusta, sebagaimana mereka juga bertentangan tentang Al-Qur’an.Kalaupun tidak ada ketentuan sebelumnya dari Tuhanmu terkait pengakhiran hisab dan balasan bagi para makhluk sampai tiba hari kiamat, sungguh akan tetap ditentukan hukum di antara mereka terkait apa yang mereka pertentangkan dengan mempercepat azab bagi para pendusta. Sesungguhnya para pendusta itu berada dalam keragu-raguan tentang Taurat dan Al-Qur’an, yaitu dalam keraguan dan kebathilan.
Sumber: https://tafsirweb.com/9027-surat-fussilat-ayat-45.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 44-45 Setelah menyebutkan Al-Qur’an, kefasihan dan hukumnya dalam lafaz dan maknanya, yang sekalipun demikian orang-orang musyrik tidak mau beriman kepadanya, lalu Allah mengingatkan bahwa kekafiran mereka kepada Al-Qur'an timbul dari keingkaran dan sikap menentang mereka. Sebagaimana Allah berfirman: (Dan kalau Al-Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab (198) lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir), niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya (199)) (Surah Asy-Syu'ara’) Demikian juga seandainya Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa non Arab, maka mereka akan berkata dengan maksud menentang dan ingkar (Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?Apakah (patut Al-Qur'an) dalam bahasa asing, sedangkan (rasul adalah orang) Arab?)) yaitu mereka berkata, "Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan dengan bahasa Arab?" Dan tentu mereka mengingkarinya seraya berkata,"Mengapa bahasa non Arab diturunkan kepada lawan bicara yang berbahasa Arab dan tidak memahaminya?" Demikianlah makna dari hal itu yang diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Sa'id bin Jubair, As-Suddi dan lainnya. Dikatakan bahwa makna yang dimaksud dengan ucapan mereka ("Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya? Apakah patut Al-Qur'an dalam bahasa asing, sedangkan rasul adalah orang Arab?") yaitu mengapa sebagiannya tidak diturunkan dengan bahasa non Arab dan sebagian lainnya dengan bahasa Arab?Demikianlah pendapat Hasan Al-Bashri, dan dia membacanya demikian, tanpa hamzah istifham pada lafaz “a’jamiyyun”. Itu adalah riwayat dari Sa'id bin Jubair, yaitu tentang sikap ingkar dan menentang yang keras. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman”) yaitu katakanlah, wahai Muhammad, bahwa Al-Qur'an itu bagi orang yang beriman kepadanya merupakan petunjuk bagi hatinya dan obat bagi semua keraguan dan kebimbangan di dalam dadanya (Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan) yaitu, mereka tidak memahami apa yang ada di dalamnya (sedangkan Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka) yaitu tidak mendapatkan petunjuk dari keterangan yang terkandung di dalamnya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian (82)) (Surah Al-Isra’) (Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah seakan-akan orang-orang yang diajak bicara itu dipanggil dari tempat yang jauh, yaitu mereka tidak memahami apa yang dikatakan.Saya berkata, ini sebagaimana firmanNya: (Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu, dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti (171)) (Surah Al-Baqarah) Adh-Dhahhak berkata bahwa pada hari kiamat mereka diseru dengan nama panggilan yang paling buruk.Firman Allah: (Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat, lalu diperselisihkan tentang Taurat itu) yaitu didustakan dan disakiti (Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul) (Surah Al-Ahqaf: 35) dan (Kalau tidak ada keputusan yang telah terdahulu dari Tuhanmu sampai waktu yang ditentukan) yaitu dengan ditangguhkannya hisab sampai hari kiamat (tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan) yaitu azab itu disegerakan bagi mereka, tetapi Allah telah menetapkan bagi mereka suatu hari yang mereka tidak akan dapat selamat dari hari itu (Dan sesungguhnya mereka terhadap Al-Qur’an benar-benar berada dalam keragu-raguan yang membingungkan) yaitu, tidaklah kedustaan yang mereka lancarkan terhadap Al-Qur'an itu berdasarkan keyakinan kepada apa yang mereka katakan, bahkan mereka ragu dengan apa yang mereka katakan terhadap Al-Qur'an dan tidak yakin dengan pendapat mereka sendiri.Demikianlah menurut pendapat yang disampaikan Ibnu Jarir bahwa itu dapat diterima, hanya Allah yang lebih Mengetahui
Sumber: https://tafsirweb.com/9027-surat-fussilat-ayat-45.html
Informasi
Surat
فصّلت (Fussilat)
Yang Dijelaskan — 54 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
45 dari 54 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 481
Ruku
Ruku 418
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 96 (192/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4263 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-41