فصّلت (Fussilat)
Per AyatMushaf
لَا
tidak
يَسْـَٔمُ
jemu-jemu
الْاِنْسَانُ
manusia
مِنْ
dari
دُعَاۤءِ
memohon
الْخَيْرِۖ
kebaikan
وَاِنْ
dan jika
مَّسَّهُ
menimpa dia
الشَّرُّ
kejelekan
فَيَـُٔوْسٌ
maka dia jemu
قَنُوْطٌ
putus asa
﴿٤٩﴾
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya.
4267 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Manusia tidak merasa bosan untuk selalu berdo’a kepada Tuhan-nya meminta kebaikan dunia, namun bila dia ditimpa kemiskinan dan kesulitan, maka dia berputus asa dari rahmat Allah, berputus harapan dengan berburuk sangka kepada Tuhanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9031-surat-fussilat-ayat-49.html
Tafsir as-Sa'di
49. Ini adalah informasi tentang tabiat manusia sebagaimana adanya, tidak mempunyai kesabaran dan ketangguhan dalam melakukan kebaikan maupun mencegah diri dari keburukan kecuali orang dipindahkan oleh Allah dari kondisi ini ke tingkat kesempurnaan, seraya berfirman, Manusia tidak jemu memohon kebaikan,” maksudnya, manusia tidak bosan berdoa kepada Allah untuk meminta kekayaan, harta, anak, dan berbagai tuntutan duniawi lainnya, dan ia terus melakukan itu, ia tidak pernah merasa puas dengan yang sedikit maupun dengan yang banyak darinya. Sekalipun ia telah memperoleh kekayaan dunia secukupnya, ia akan terus mencari untuk menambah. “Dan jika mereka ditimpa malapetaka,” maksudnya, sesuatu yang tidak disukai, seperti penyakit, kefakiran, dan berbagai cobaan lainnya, “maka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” Maksudnya, ia berputus asa dari rahmat Allah, dan ia mengira bahwa cobaan itulah yang menentukan kebinasaannya, dan ia merasa terganggu dengan datangnya berbagai sebab yang tidak seperti apa yang ia suka dan ia cari.Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Orang-orang yang beriman apabila dikaruniai kebaikan, kenikmatan dan apa-apa yang disukai maka mereka bersyukur kepada Allah, dan mereka khawatir kalau karunia-karunia Allah itu menjadi istidraj dan imhal. Dan jika mereka ditimpa suatu musibah pada diri, harta benda, atau pada anak-anak mereka, maka mereka sabar dan berharap akan karunia Rabbnya; mereka tidak berputus asa.
Sumber: https://tafsirweb.com/9031-surat-fussilat-ayat-49.html
Tafsir Al-Wajiz
49. Orang kafir itu tidak bosan-bosan untuk mencari kebaikan bagi dirinya. Yang dimaksud kebaikan (disini) adalah harta benda, kesehatan, kehidupan, kekuasaan, dan ketenaran.Namun jika mereka tertimpa kesempitan berupa kefakiran, kesengsaraan, sakit dan lain-lain, dia akan sangat putus asa dari fadhilah dan rahmat Allah dengan menampakkan pengaruh keputusasaan, kesedihan, tangisan dan kepasrahan (mereka).
Sumber: https://tafsirweb.com/9031-surat-fussilat-ayat-49.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 49-51 Allah سبحانه وتعالى berfitamn bahwa manusia itu tidak bosan berdoa kepada Tuhannya memohon kebaikan, yaitu harta, kesehatan tubuh, dan hal lainnya. (Dan jika dirinya tertimpa keburukan) yaitu malapetaka atau kemiskinan (dia menjadi putus asa lagi putus harapan) yaitu dalam pikirannya timbul perasaan bahwa dia tidak siap setelah kebaikan ini. (Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, "Ini adalah hakku”) yaitu apabila dia mendapat kebaikan dan rezeki setelah kesengsaraan, maka dia benar-benar berkata bahwa kebaikan ini memang berhak aku terima menurut Tuhanku (dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang) yaitu dia ingkar kepada terjadinya hari kiamat, yaitu hanya karena dia diberi nikmat, maka dia langsung bersifat angkuh, sombong, dan kafir. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas (6) karena dia melihat dirinya serba cukup (7)) (Surah Al-'Alaq) (Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya) yaitu jika memang ada hari kebangkitan, niscaya Tuhanku akan berbuat baik kepadaku sebagaimana Dia telah berbuat baik kepadaku di dunia ini.Dia mengharapkan kebaikan dari Allah, padahal dia amal perbuatannya buruk dan tidak yakin. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras) Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang amal perbuatan dan keyakinannya demikian dengan siksaan dan pembalasan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri) yaitu berpaling dari ketaatan, dan enggan menuruti perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana firmanNya: (Maka dia berpaling (dari iman) bersama tentaranya) (Surah Adz-Dzariyat: 39) (tetapi apabila ia ditimpa malapetaka) yaitu kesengsaraan (maka ia banyak berdoa) yaitu memperpanjang permintaannya hanya karena meminta sesuatu. yaitu, dia mengucapkan doa yang panjang, padahal maknanya sedikit.Sedangkan kebalikannya adalah doa yang ringkas dan menunjukkan maknannya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui Galaunya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya) (Surah Yunus: 12)
Sumber: https://tafsirweb.com/9031-surat-fussilat-ayat-49.html
Informasi
Surat
فصّلت (Fussilat)
Yang Dijelaskan — 54 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
49 dari 54 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 482
Ruku
Ruku 418
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 97 (193/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4267 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-41