فصّلت (Fussilat)

Per AyatMushaf
وَاِذَآ
dan apabila
اَنْعَمْنَا
Kami berikan nikmat
عَلَى
atas
الْاِنْسَانِ
manusia
اَعْرَضَ
ia berpaling
وَنَاٰ
dan menjauhkan diri
بِجَانِبِهٖۚ
disampingnya
وَاِذَا
dan apabila
مَسَّهُ
menimpanya
الشَّرُّ
kejelekan
فَذُوْ
maka ia mempunyai
دُعَاۤءٍ
permohonan
عَرِيْضٍ
luas/panjang
﴿٥١﴾
Dan apabila Kami berikan nikmat kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri (dengan sombong); tetapi apabila ditimpa malapetaka maka dia banyak berdoa.
4269 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Bila Kami memberikan kenikmatan kepada manusia dengan kesehatan atau rizki atau lainya, maka dia berpaling dan menyombongkan diri sehingga dia menolak kepada kebenaran. Bila dia ditimpa kesulitan, maka dia banyak berdo’a kepada Allah agar mengangkat kesulitanya. Dia mengetahui Tuhanya saat dia berada dalam keadaan susah dan tidak mengenalNya dalam keadaan senang.

Sumber: https://tafsirweb.com/9033-surat-fussilat-ayat-51.html

Tafsir as-Sa'di

51. “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia,” berupa kesehatan, rizki, atau lainnya “ia berpaling” dari Rabbnya dan dari mensyukuriNya, “dan menjauhkan diri,” maksudnya, menghindarkan diri “di sampingNya,” dengan sukap takjub dan sombong. “Tetapi apabila ia ditimpa malapetaka,” maksudnya, penyakit, kefakiran, atau lainnya, “maka ia banyak berdoa,” sangat sering sekali berdoa karena tidak mempunyai kesabaran. Tidak ada kesabaran saat ditimpa kesusahan dan tidak ada syukur saat mendapat kelapangan, kecuali orang yang diberi hidayah oleh Allah dan diberi karuniaNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/9033-surat-fussilat-ayat-51.html

Tafsir Al-Wajiz

51. Jika kami memberi nikmat kepada manusia, maka dia akan tidak bersyukur kepada yang memberi nikmat itu dan enggan menerima kebenaran. Dan jika dia tertimpa musibah berupa kefakiran atau sakit maka dia akan banyak-banyak berdoa secara terus-menerus.Ayat-ayat ini diturunkan untuk orang-orang kafir seperti Walid bin Mughirah dan Utbah bin Rabi’ah.

Sumber: https://tafsirweb.com/9033-surat-fussilat-ayat-51.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 49-51 Allah سبحانه وتعالى berfitamn bahwa manusia itu tidak bosan berdoa kepada Tuhannya memohon kebaikan, yaitu harta, kesehatan tubuh, dan hal lainnya. (Dan jika dirinya tertimpa keburukan) yaitu malapetaka atau kemiskinan (dia menjadi putus asa lagi putus harapan) yaitu dalam pikirannya timbul perasaan bahwa dia tidak siap setelah kebaikan ini. (Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, "Ini adalah hakku”) yaitu apabila dia mendapat kebaikan dan rezeki setelah kesengsaraan, maka dia benar-benar berkata bahwa kebaikan ini memang berhak aku terima menurut Tuhanku (dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang) yaitu dia ingkar kepada terjadinya hari kiamat, yaitu hanya karena dia diberi nikmat, maka dia langsung bersifat angkuh, sombong, dan kafir. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas (6) karena dia melihat dirinya serba cukup (7)) (Surah Al-'Alaq) (Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya) yaitu jika memang ada hari kebangkitan, niscaya Tuhanku akan berbuat baik kepadaku sebagaimana Dia telah berbuat baik kepadaku di dunia ini.Dia mengharapkan kebaikan dari Allah, padahal dia amal perbuatannya buruk dan tidak yakin. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras) Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang amal perbuatan dan keyakinannya demikian dengan siksaan dan pembalasan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri) yaitu berpaling dari ketaatan, dan enggan menuruti perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana firmanNya: (Maka dia berpaling (dari iman) bersama tentaranya) (Surah Adz-Dzariyat: 39) (tetapi apabila ia ditimpa malapetaka) yaitu kesengsaraan (maka ia banyak berdoa) yaitu memperpanjang permintaannya hanya karena meminta sesuatu. yaitu, dia mengucapkan doa yang panjang, padahal maknanya sedikit.Sedangkan kebalikannya adalah doa yang ringkas dan menunjukkan maknannya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui Galaunya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya) (Surah Yunus: 12)

Sumber: https://tafsirweb.com/9033-surat-fussilat-ayat-51.html

Informasi

Surat

فصّلت (Fussilat)

Yang Dijelaskan — 54 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

51 dari 54 ayat

Juz

Juz 25

Halaman

Halaman 482

Ruku

Ruku 418

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 97 (193/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4269 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-41