الشورى (Asy-Syura)

Per AyatMushaf
لَهٗ
bagi-Nya
مَقَالِيْدُ
perbendaharaan
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِۚ
dan bumi
يَبْسُطُ
Dia lapangkan
الرِّزْقَ
rezeki
لِمَنْ
bagi siapa
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
وَيَقْدِرُ
dan Dia sempitkan
ۚاِنَّهٗ
sesungguhnya Dia
بِكُلِّ
dengan segala
شَيْءٍ
sesuatu
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
﴿١٢﴾
Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
4284 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Bagi-Nya kerajaan langit dan bumi dan di tangan-Nya kunci-kunci rahmat dan rizki, Dia melapangkan rizki-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia maha mengetahui segala sesuatu tidak satupun dari perkara makhluk-Nya yang samar bagi-Nya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9102-surat-asy-syura-ayat-12.html

Tafsir as-Sa'di

12. ”Kepunyaan nya-lah perbendaharaan langit dan bumi,” Miliknya-lah kerajaan langit dan bumi, di TanganNya-lah semua kunci rahmat, rizki berbagai kenikmatan yang lahir dan yang batin. Jadi, semua mahkluk bergantung kepada Allah dalam mencari kebaikan mereka dan mencegah keburukan dari mereka, dalam setiap keadaan.Tidak ada seorang pun yang memiliki otoritas. Allah-lah yang Maha Memberi ,Yang menahan Yang dapat menimpakan mudharat dan dapat mendatangkan manfaat, yang tiada suatu nikmatpun ada pada hamba-hamba ini melainkan ia berasal dariNya dan tidak ada yang bisa mencegah keburukan selain dia.Dan apa pun rahmat yang Allah bukakan untuk manusia, maka tidak ada yang bisa menahanya, dan apa pun yang di tahan, maka tidak ada yang bisa melepaskanya selain dia. Maka dari itu dia berfirman, “Dia melapangkan rizki bagi siapa yang di kehendakinya,” maksudnya, melapangkannya dan memberikannya dari bebagai macam rezeki yang dia kehendaki,” dan menyempitkan,” maksudnya, menyusahkan bagi siapa saja yang dia kehendaki hingga hanya sebatas keperluanya saja, tidak lebih dari itu. Semua itu tergantung kepada ilmu dan kebijaksanaanNya.Maka dari itu Dia berfirman, “Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu,” yakni Dia mengetahui kondisi hamba-hambaNya sehingga memberi masing-masing sesuai dengan kebijaksanaanNya dan menurut tuntutan kehendakNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9102-surat-asy-syura-ayat-12.html

Tafsir Al-Wajiz

12. Hanya MilikNya kunci-kunci gudang langit dan bumi. Dia meluaskan dan menyempitkan rejeki makhlukNya yang dikehendaki.Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang sempurna pengetahuannya atas segala sesuatu. Tidak ada rahasia yang luput dariNya dan tidak ada kemaslahatan makhluk yang tidak diketahuiNya

Sumber: https://tafsirweb.com/9102-surat-asy-syura-ayat-12.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 9-12 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari orang-orang musyrik karena mereka telah menjadikan tuhan-tuhan selain Allah, dan pemberitahuan bahwa hanya Dialah Pelindung yang sebenarnya, yang tidak ada penyembahan kecuali hanya kepadaNya, karena sesungguhnya Dia Maha Kuasa untuk menghidupkan orang-orang mati, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah) yaitu, manakala kalian berselisih dalam urusan apa pun. Hal ini mengandung makna yang mencakup segala sesuatu (maka putusannya (terserah) kepada Allah) yaitu Dialah Dzat yang akan memutuskannya melalui kitabNya dan sunnah NabiNya. sebagaimana firmanNya: (Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya)) (Surah An-Nisa: 59) (Yang demikian itu adalah Allah Tuhanku) yaitu Dzat yang memutuskan segala sesuatu (Kepada-Nyalah aku bertawakal dan kepada-Nyalah aku kembali) yaitu aku merujuk dalam semua urusan.Firman Allah: ((Dia) Pencipta langit dan bumi) yaitu Dzat yang yang menciptakan keduanya dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya (Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan) yaitu dari jenis, dan bentuk kalian sendiri sebagai karunia dan anugerah bagi kalian, baik laki-laki dan perempuan (dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula)) Dia telah menciptakan bagi kalian delapan macam pasangan binatang ternak. Firman Allah: (dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu) yaitu Dia menciptakan kalian di dalamnya, dan dengan penciptaan itu Dia terus-menerus mengembangbiakkan kalian, ada yang laki-laki dan yang perempuan, ciptaan demi ciptaan, generasi demi generasi, dan keturunan-demi keturunan, dari kalangan manusia dan binatang ternak. Al-Baghawi berkata tentang ini bahwa maknannya adalah di dalam rahim.Dikatakan bahwa itu di dalam perut. Dikatakan juga bahwa dalam hal itu terjadi penciptaan Mujahid berkata bahwa maknannya adalah generasi demi generasi, dari kalangan manusia maupun binatang ternak. Dikatakan bahwa huruf “fii” bermakna huruf “ba”, yaitu Dia mrnjadikan kalian berkembang biak. (Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia) yaitu tidak ada suatu makhluk pun yang serupa dengan Pencipta makhluk yang berpasang-pasangan itu, karena hanya Dialah Dzat yang segala sesuatu bergantung kepadaNya, yang tidak ada tandingan bagiNya. (dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat) Adapun Firman Allah: (Kepunyaan-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi) Tafsir tentang hal ini telah disebutkan dalam surah Az-Zumar, yang kesimpulannya bahwa Dialah Dzat yang Mengatur dan yang menentukan sesuatu pada keduanya (Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya)) yaitu Dia meluaskan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan menyempitkannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki.MilikNyalahKeadilan dan kebijaksanaan yang sempurna (Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu)

Sumber: https://tafsirweb.com/9102-surat-asy-syura-ayat-12.html

Informasi

Surat

الشورى (Asy-Syura)

Musyawarah — 53 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

12 dari 53 ayat

Juz

Juz 25

Halaman

Halaman 484

Ruku

Ruku 420

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 97 (193/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4284 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-42