الشورى (Asy-Syura)
Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
تَفَرَّقُوْٓا
mereka berpecah belah
اِلَّا
kecuali
مِنْۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
مَا
apa yang
جَاۤءَهُمُ
datang kepada mereka
الْعِلْمُ
pengetahuan
بَغْيًاۢ
kedengkian
بَيْنَهُمْۗ
diantara mereka
وَلَوْلَا
dan kalau tidak
كَلِمَةٌ
kalimat/ketetapan
سَبَقَتْ
telah lewat/lalu
مِنْ
dari
رَّبِّكَ
Tuhanmu
اِلٰٓى
sampai pada
اَجَلٍ
waktu
مُّسَمًّى
ditentukan
لَّقُضِيَ
pasti diputuskan
بَيْنَهُمْۗ
diantara mereka
وَاِنَّ
dan sesunguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اُوْرِثُوا
mereka diwarisi
الْكِتٰبَ
kitab
مِنْۢ
dari
بَعْدِهِمْ
sesudah mereka
لَفِيْ
benar-benar dalam
شَكٍّ
keragu-raguan
مِّنْهُ
daripadanya
مُرِيْبٍ
kebimbangan
﴿١٤﴾
Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al-Qur'an) itu.
4286 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan tidaklah bercerai-berai orang-orang yang menyekutukan Allah di dalam agama mereka dalam agama mereka, sehingga mereka menjadi kelompok-kelompok dan aliran-aliran, kecuali setelah datang ilmu kepada mereka dan hujjah telah tegas atas mereka, dan yang membuat mereka melakukan hal itu hanyalah pengingkaran dan pelanggaran. kalau bukan karena kalimat yang telah ada dari tuhanmu (wahai rasul) dengan menunda azab dari mereka ke waktu yang telah ditetapkan yaitu hari kiamat, niscaya telah ditetapkan diantara mereka untuk menyegerakan azab mereka atas orang-orang kafir dari mereka. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi taurat dan injil setelah orang-orang yang berselisih tentang kebenaran tersebut benar-benar dalam keraguan dari agama dan iman, terjatuh kedalam kebimbangan dan perselisihan yang tercela.
Sumber: https://tafsirweb.com/9104-surat-asy-syura-ayat-14.html
Tafsir as-Sa'di
14. Setelah Allah memerintahkan persatuan kaum Muslimin dalam Bergama dan melarang mereka berpecah belah, Dia sampaikan kepada mereka agar jangan terpedaya dengan al-Kitab yang Allah turunkan kepada mereka; sebab orang-orang Ahlul Kitab itu tidak bercerai-berai kecuali setelah Allah menurunkan kepada mereka al-Kitab yang seharusnya melahirkan persatuan. Namun mereka melakukan kebalikan dari apa yang diperintahkan oleh kitab suci mereka.Semua itu adalah karena kecongkakan dan kebencian dari mereka. Sebab mereka saling benci membenci dan saling dengki mendengki, dan terjadilah kebencian dan permusuhan di antara mereka, dengan demikian terjadilah perpecahan. Maka waspadalah wahai kaum Muslimin untuk tidak menjadi seperti mereka. “Kalaulah tidak karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulunya,” yakni untuk penundaan azab yang membinasakan hingga waktu yang telah ditentukan, “pastilah mereka telah dibinasakan.” Akan tetapi kebijaksanaan dan kelembutanNya menuntut untuk ditangguhkannya siksaan itu dari mereka. “Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka al-Kitab sesudah mereka,” maksudnya, orang-orang mewarisi mereka dan mereka menjadi pengganti (penerus) mereka yang berilmu di antara mereka, “benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu,” maksudnya, benar-benar berada dalam ketidakjelasan yang sangat kentara yang menjerumuskan ke dalam perselisihan, di mana para pendahulu mereka berselisih karena congkak dank eras kepala.Dan generasi selanjutnya berselisih karena ragu dan bimbang. Semua mereka sama-sama dalam perselisihan yang tercela.
Sumber: https://tafsirweb.com/9104-surat-asy-syura-ayat-14.html
Tafsir Al-Wajiz
14. Para ahli agama itu tidak saling berselisih dalam hal agama, dimana ada sebagian yang mengesakan dan mengimani Tuhannya, ada juga sebagian lain yang ingkar, kecuali setelah mereka mengetahui agama haq yang dibawakan oleh para rasul. Jika saja sebelumnya tidak ada ketentuan Allah untuk menangguhkan dan mengakhirkan balasanNya (kepada mereka) sampai waktu yang ditentukan, sungguh ketentuan yang terjadi di antara mereka adalah kehancuran bagi orang-orang kafir dan pertolongan bagi orang-orang mukmin.Sesungguhnya orang-orang yang diserahi kitab (ahli kitab dari kaum Yahudi dan Nasrani) yang hidup di masa Nabi ﷺ itu berada dalam kebingungan tentang urusan dan kitab mereka, yang mana mereka tidak benar-benar mengimaninya dan tidak pula mengimani Al-Qur’an. Sungguh mereka benar-benar dalam keragu-raguan dan kebimbangan
Sumber: https://tafsirweb.com/9104-surat-asy-syura-ayat-14.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 13-14 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada umat ini: (Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Kami wahyukan kepadamu) Dia menyebutkan rasul pertama setelah nabi Adam yaitu nabi Nuh dan rasul yang terakhir, yaitu nabi Muhammad ﷺ. Kemudian Dia menyebutkan setelah rasul-rasul itu yaitu rasul ulul 'azmi, mereka adalah nabi Ibrahim, nabi Musa dan nabi Isa. Ayat ini menyebutkan semua rasul ulul 'azmi yang jumlahnya lima orang sebagaimana yang disebutkan dalam suatu ayat dan surah Al-Ahzab dalam firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam) (Surah Al-Ahzab: 7) Agama yang disampaikan para rasul adalah menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku oleh kalian semua” (25)) (Surah Al-Anbiya’) Disebutkan dalam hadits,”Kami para nabi adalah saudara yang berbeda-beda ibu, tetapi agama kami satu” yaitu, kesamaan yang ada di antara mereka adalah menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, sekalipun syariat dan tuntunannya berbeda. sebagaimana firmanNya: (Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang) (Surah Al-Maidah: 48) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tegakkanlah agamamu dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada semua nabi untuk rukun dan bersatu, serta melarang mereka berpecah belah dan berselisih.Firman Allah: (Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya) yaitu amat berat bagi mereka dan mereka mengingkari apa yang kamu serukan kepada mereka, wahai Muhammad berupa ajaran tauhid. Kemudian Allah berfirman: (Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)) yaitu Dialah Dzat yang menentukan petunjuk kepada siapa saja yang berhak menerimanya. dan menetapkan kesesatan atas siapa saja yang lebih memilih jalan kesesatan daripada jalan petunjuk.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka) (Surah Al-Jatsiyah: 17) yaitu sesungguhnya sikap menentang mereka terhadap kebenaran itu setelah kebenaran itu datang kepada mereka dan hujjah telah ditegakkan atas mereka, dan tidak ada yang mendorong mereka bersikap demikian melainkan karena mereka melampaui batas, ingkar dan selalu menentang.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kalau tidak karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada ' waktu yang ditentukan) yaitu sekiranya tidak ada ketetapan Allah yang terdahulu untuk menangguhkan para hambaNya bahwa hisab mereka akan dilakukan pada hari kiamat, maka sungguh Allah menyegerakan hukuman atas mereka di dunia secepatnya. Firman Allah: (Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka) yaitu, generasi yang terakhir dari kalangan mereka di masa pertama Islam yang mendustakan kebenaran (benar-benar berada dalam keraguan yang mengguncangkan tentang kitab itu) yaitu mereka tidak yakin dengan perkara dan keimanan mereka, dan sesungguhnya mereka hanya mengikuti nenek moyang dan para pendahulu mereka tanpa dalil dan bukti. Mereka berada dalam kebimbangan dan keraguan dalam urusan mereka dan dalam perpecahan yang parah
Sumber: https://tafsirweb.com/9104-surat-asy-syura-ayat-14.html
Informasi
Surat
الشورى (Asy-Syura)
Musyawarah — 53 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
14 dari 53 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 484
Ruku
Ruku 420
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 97 (194/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4286 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-42