الشورى (Asy-Syura)

Per AyatMushaf
اَمْ
atau
لَهُمْ
mereka mempunyai
شُرَكٰۤؤُا
sekutu-sekutu
شَرَعُوْا
mereka mensyari'atkan
لَهُمْ
mereka mempunyai
مِّنَ
daripada
الدِّيْنِ
agama
مَا
apa-apa
لَمْ
tidak
يَأْذَنْۢ
mengizinkan
بِهِ
dengannya
اللّٰهُ
Allah
ۗوَلَوْلَا
dan jika tidak
كَلِمَةُ
kalimat/ketetapan
الْفَصْلِ
putusan
لَقُضِيَ
niscaya diputuskan
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
ۗوَاِنَّ
dan sesungguhnya
الظّٰلِمِيْنَ
orang-orang yang zalim
لَهُمْ
mereka mempunyai
عَذَابٌ
azab
اَلِيْمٌ
pedih
﴿٢١﴾
Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridai) Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih.
4293 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apakah orang-orang musyrik itu memiliki sekutu-sekutu dalam kesyirikan dan kesesatan mereka, yang membuat-buat bid’ah dalam agama dan kesyirikan yang tidak diijinkan oleh Allah? Kalau bukan karena keputusan takdir Allah untuk menangguhkan mereka dan bahwa Dia tidak menyegerakan bagi mereka azab di dunia, niscaya ditetapkan dikalangan mereka dengan disegerakannya azab. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah di hari kiamat mendapatkan siksa yang menyakitkan dan pedih.

Sumber: https://tafsirweb.com/9111-surat-asy-syura-ayat-21.html

Tafsir as-Sa'di

21. Allah menyampaikan bahwa kaum musyrikin telah mengambil sekutu-sekutu (sembahan-sembahan) yang mereka cintai dan mereka percayai, mereka dan para sekutu itu sama dalam kekafiran dan perbuatan-perbuatan kufur. (Mereka) adalah setan-setan dari bangsa manusia yang mengajak kepada kekafiran “yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah,” berupa syirik, bid’ah-bid’ah, mengharamkan apa-apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan oleh Allah serta hal-hal yang serupa dengannya yang yang menjadi tuntutan hawa nafsu mereka. Padahal Agama itu hanya apa-apa yang telah disyariatkan oleh Allah agar dipatuhi oleh manusia dan mereka mendekatkan diri kepadaNya dengannya.Hukum asalnya adalah dilarang bagi setiap orang membuat suatu aturan apa pun (syariat) yang tidak bersumber dari Allah dan dari RasulNya. Lalu bagaimana dengan orang-orang fasik yang bersekutu dengan bapak-bapak mereka, sedangkan mereka menganut kekafiran!? “Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan, tentulah mereka telah dibinasakan.” Artinya, kalau saja bukan karena ketetapan ajal yang telah ditentukan Allah sebagai pemisah antara berbagai golongan itu, dan bahwasanya Dia akan menangguhkan mereka kepadanya, tentu telah diputuskan di antara mereka pada saat itu juga dengan memberikan kebahagiaan kepada orang yang berpegang kepada kebenaran dan membinasakan orang yang berada pada kesesatan, karena penyebab untuk dibinasakan sudah ada. Namun, di hadapan mereka dan di hadapan setiap orang zhalim sudah ada azab pedih yang telah menanti di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/9111-surat-asy-syura-ayat-21.html

Tafsir Al-Wajiz

21. Bahkan bagi orang-orang musyrik itu, sembahan-sembahan selain Allah, yang membawa mereka dalam kekufuran. Mereka adalah setan.Mereka tidak mengikuti apa yang disyariatkan oleh Allah, berupa agama, namun mereka malah mengikuti sesuatu yang membuat mereka semakin jauh, yaitu berupa kesyirikan, mengingkari hari kebangkitan dan kemaksiatan. Itu adalah hal-hal yang tidak diizinkan oleh Allah. Sekiranya tidak ada ketentuan yang berupa janji Allah سبحانه وتعالى untuk menangguhkan azab mereka, sungguh mereka akan dibinasakan dan azab mereka akan dipercepat.Sesungguhnya bagi orang-orang zalim (orang-orang kafir) itu azab yang menyakitkan. {Am} bermakna {bal} yang berfungsi untuk berpindah dari satu kalimat ke kalimat lainnya, dan bermakna hamzah istifham ingkary yang berfungsi untuk menegasikan (kalimat ssetelahnya). Maknanya perintah itu tidak seperti yang mereka kerjakan

Sumber: https://tafsirweb.com/9111-surat-asy-syura-ayat-21.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 19-22 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kelembutanNya terhadap makhlukNya; Dia memberi rezeki mereka semuanya tanpa melupakan seorang pun di antara mereka, dan sama saja rezekiNya baik orang yang berbuat kebaikan atau orang yang durhaka. sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz) (6)) (Surah Hud: 6) dan ayat-ayat yang serupa masih banyak.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya) yaitu Dia meluaskan rezeki siapa saja yang Dia kehendaki (dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa) yaitu Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkanNya. Kemudian Allah berfirman: (Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat) yaitu amal perbuatan untuk akhirat (akan Kami tambah keuntungan itu baginya) yaitu, Kami akan menguatkannya dan menolongnya untuk melakukan apa yang menjadi tujuannya, maka Kami akan memperbanyak dan mengembangkannya.Kami akan membalas pahala satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, sampai kelipatan yang dikehendaki Allah (dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tak ada baginya suatu bagian pun di akhirat) yaitu, barangsiapa yang tujuan usahanya hanya mencari suatu keuntungan dunia, sedangkan untuk kepentingan akhiratnya tidak ada sedikit pun, maka Allah mengharamkan baginya keuntungan di akhirat. Sedangkan keuntungan dunia, jika Allah menghendakinya, maka Dia memberinya; dan jika tidak menghendakinya, maka Dia tidak memberikan kepadanya, baik keuntungan yang ini maupun yang itu. Dan orang yang berusaha dengan niat ini memperoleh kerugian di dunia dan di akhirat.Dalil yang menunjukkan bahwa ayat ini terikat dengan ayat yang ada di dalam surah Al-Isra adalah firman Allah سبحانه وتعالى: (Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir (18) Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibatasi dengan baik (19) Kepada masing­ masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu (20) Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya (21)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah: (Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?) yaitu mereka tidak mau mengikuti apa yang disyariatkan Allah kepadamu berupa agama yang lurus, bahkan mereka mengikuti apa yang diperintahkan setan-setan mereka dari kalangan jin dan manusia, berupa mengharamkan apa yang dihalalkan bagi mereka berupa bahirah, saibah, washilah, dan ham.Dan mereka menghalalkan memakan bangkai, darah, berjudi, dan kesesatan-kesesatan lainnya. Itulah kebathilan yang mereka ada-adakan di masa Jahiliyah seperti menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, dan menyembah yang bathil dan mengucapkan perkataan yang merusak. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah), tentulah mereka telah dibinasakan) yaitu sungguh hukuman itu akan disegerakan kepada mereka sekiranya tidak ada ketetapan untuk menangguhkan bagi mereka sampai hari kiamat (Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih) yaitu siksaan yang sangat menyakitkan di dalam neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan) yaitu saat mereka berada di Padang Mahsyar hari kiamat (sedangkan siksaan menimpa mereka) yaitu yang mereka takutkan terjadi pada diri mereka sebagai suatu kepastian. Demikianlah keadaan mereka di hari kiamat, mereka berada dalam ketakutan dan rasa malu (Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka) Maka alangkah jauh bedanya antara ini dan itu? yaitu betapa jauhnya perbedaan antara orang-orang yang berada di Padang Mahsyar dengan kerendahan, kehinaan, dan ketakutan yang pasti karena kezalimannya, dan keadaan orang-orang yang berada di taman-taman surga yang men­dapatkan segala sesuatu yang dia kehendaki berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, pemandangan, istri-istri, dan kenikmatan lainnya yang belum pernah dilihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbesit di hati manusia. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Yang demikian itu adalah karunia yang besar) yaitu keberuntungan yang besar dan nikmat yang lengkap, sempurna, dan menyeluruh

Sumber: https://tafsirweb.com/9111-surat-asy-syura-ayat-21.html

Informasi

Surat

الشورى (Asy-Syura)

Musyawarah — 53 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

21 dari 53 ayat

Juz

Juz 25

Halaman

Halaman 485

Ruku

Ruku 421

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 97 (194/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4293 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-42