الشورى (Asy-Syura)

Per AyatMushaf
۞
وَلَوْ
dan jika
بَسَطَ
melapangkan
اللّٰهُ
Allah
الرِّزْقَ
rezeki
لِعِبَادِهٖ
bagi hamba-hamba-Nya
لَبَغَوْا
tentu mereka akan melampaui batas
فِى
di muka
الْاَرْضِ
bumi
وَلٰكِنْ
tetapi
يُنَزِّلُ
Dia menurunkan
بِقَدَرٍ
dengan ketentuan/ukuran
مَّا
apa yang
يَشَاۤءُ
Dia kehendaki
ۗاِنَّهٗ
sesungguhnya
بِعِبَادِهٖ
terhadap hamba-hamba-Nya
خَبِيْرٌۢ
Maha Mengetahui
بَصِيْرٌ
Maha Melihat
﴿٢٧﴾
Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.
4299 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya Allah memberikan rizkiNya kepada hamba-hamba dan melapangkannya bagi mereka, niscaya mereka akan berbuat kerusakan dimuka bumi berupa kesombongan dan keangkuhan, dan niscaya sebagian dari mereka dan berbuat aniaya terhadap sebagian yang lain, akan tetapi Allah menurunkan rizki-rizki mereka dengan kadar yang mencukupi sesuai dengan kehendakNya, sesungguhnya Allah maha teliti terhadap kemaslahatn-kemaslahatan hambaNya, maha mengetahui bagaimana mengatur dan mengarahkan kondisi-kondisi mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/9117-surat-asy-syura-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

27. kemudian Allah menjelaskan bahwa di antara kelembutanNYa terhadap hamba-hambaNYa adalah Dia tidak melimpahkan dunia (harta benda) kepada mereka dengan pelimpahan yang dapat merusak agama mereka, seraya berfirman, ”dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hambaNya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi,” artinya, niscaya mereka lalai dari ketaatan kepada Allah dan tenggelam dalam menikmati syahwat kehidupan dunia. Jadi, hal itu pasti membuat mereka sibuk dengan apa-apa yang disenangi oleh nafsu mereka sekalipun berupa maksiat dan kezhaliman. ”tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakiNYa dengan ukuran,”menurut tuntutan kelembutan dan hikmahNYa.” sesungguhnya DIa maha mengetahui hamba-hambaNYa lagi maha melihat,” sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat (hadits qudsi): “Sesungguhnya di antara hamba-Ku, keimanan barulah menjadi baik jika Allah memberikan kekayaan padanya. Seandainya Allah membuat ia miskin, tentu hal itu akan merusaknya.Dan di antara hamba-Ku, keimanan barulah baik jika Allah memberikan kemiskinan padanya. Seandainya Allah membuat ia kaya, tentu hal itu akan merusaknya “Sesungguhnya di antara hamba-Ku, keimanan barulah menjadi baik jika Allah memberikan kesehatan padanya. Seandainya Allah membuat ia sakit, tentu hal itu akan merusaknya.Dan di antara hamba-Ku, keimanan barulah baik jika Allah memberikan penyakit padanya. Seandainya Allah membuat ia sehat tentu hal itu akan merusaknya. Aku mengatur urusan hamba-hamba KU dengan ilmuKU pada hati mereka, sesungguhnya Aku Mahamengetahui dan Mahamelihat”

Sumber: https://tafsirweb.com/9117-surat-asy-syura-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Jika Allah melapangkan rejeki bagi seluruh hamba-hambaNya, niscaya mereka akan berada dalam kezaliman (melampaui batas hukum), kesewenang-wenangan dan kerusakan. Akan tetapi Dia menurunkan rejeki dalam jumlah tertentu sesuai dengan kabijaksanaanNya, tabiat manusia, dan sesuatu yang cocok untuk mereka, berupa kekayaan atau kefakiran.Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengetahui rahasia-rahasia hambaNya dan keadaan mereka yang terlihat. Dia Maha Melihat sesuatu yang baik dan berbahaya bagi mereka. Ali رضي الله عنه berkata: “Ayat ini diturunkan untuk Ashabus Suffah.Mereka berkata: “Andai saja kita memiliki kekayaan di dunia”

Sumber: https://tafsirweb.com/9117-surat-asy-syura-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 25-28 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menyebutkan karunia yang Dia berikan kepada para hambaNya, bahwa Dia menerima taubat mereka jika mereka bertaubat kepadaNya dan kembali kepadaNya. Sesungguhnya termasuk kemurahan dan sifat penyantunNya adalah Dia memaafkan, menutupi, dan mengampuni sebagaimana firmanNya: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah,, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)) (Surah An-Nisa’) Firman Allah: (dan memaafkan kesalahan-kesalahan) yaitu menerima taubat di masa yang akan datang dan memaafkan kesalahan-kesalahan di masa lalu (dan mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan dan yang kalian katakan.Tetapi sekalipun demikian, Dia menerima taubat orang yang mau bertaubat kepadaNya. Firman Allah: (dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh) As-Suddi berkata bahwa maknanya adalah Allah menerima doa mereka. Demikian juga dikatakan Ibnu Jarir, yakni maknanya adalah Allah سبحانه وتعالى memperkenankan doa mereka, baik untuk diri mereka sendiri, teman-teman mereka, dan saudara-saudara mereka.Dia meriwayatkannya dari sebagian ulama’ Nahwu yang menjadikannya semakna dengan firmanNya: (Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya) (Surah Ali-Imran: 195) Firman Allah: (Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras) Setelah menyebutkan tentang orang-orang mukmin dan pahala melimpah yang mereka terima, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang orang-orang kafir, dan apa yang mereka terima di sisiNya pada hari kiamat berupa azab yang keras, menyakitkan, dan pedih saat mereka dikembalikan kepadaNya dan menjalani hisab.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi) yaitu seandainya Allah memberi mereka lebih dari apa yang mereka butuhkan berupa rezeki, niscaya hal itu akan mendorong mereka untuk bersikap melampaui batas dan berlaku sewenang-wenang; sebagian dari mereka akan berlaku demikian terhadap sebagian yang lainnya dengan penuh keangkuhan dan kejahatan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat) yaitu tetapi Allah memberi mereka sebagian dari rezeki yang Dia kehendaki untuk kebaikan mereka sendiri, Dia Maha Mengetahui tentang hal itu. Jadi Dia menjadikan kaya orang yang berhak menjadi kaya, dan menjadikan fakir orang yang berhak menjadi fakir, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan,”Sesungguhnya di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak baik baginya kecuali hanya kaya; dan seandainya Aku menjadikannya fakir, niscaya kefakirannya itu akan merusak agamanya.Dan sesungguhnya di antara hamba-hambaKu terdapat orang yang tidak baik baginya kecuali hanya fakir; seandainya Aku menjadikannya kaya, maka kekayaan itu akan merusak agamanya” Firman Allah: (Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa) yaitu setelah manusia putus asa dari turunnya hujan, maka hujan diturunkan kepada mereka di saat mereka sangat membutuhkannya. Sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa (49)) (Surah Ar-Rum) Firman Allah: (dan menyebarkan rahmat-Nya) yaitu menyebarkan rahmatNya kepada semua penduduk negeri yang disiraminya segala sesuatu yang ada di kawasan itu melalui hujan itu. (Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji) yaitu Dialah yang Mengatur makhlukNya sesuai dengan apa yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat mereka, dan Dia Maha Terpuji dan akibatNya dalam semua apa yang telah Dia tetapkan dan perbuat

Sumber: https://tafsirweb.com/9117-surat-asy-syura-ayat-27.html

Informasi

Surat

الشورى (Asy-Syura)

Musyawarah — 53 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

27 dari 53 ayat

Juz

Juz 25

Halaman

Halaman 486

Ruku

Ruku 421

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 98 (195/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4299 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-42