اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
قَدْ
sungguh
خَلَتْ
telah berlaku
مِنْ
dari
قَبْلِكُمْ
sebelum kalian
سُنَنٌۙ
sunnah
فَسِيْرُوْا
maka berjalanlah kamu
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
فَانْظُرُوْا
maka perhatikanlah
كَيْفَ
bagaimana
كَانَ
adalah
عَاقِبَةُ
akibat
الْمُكَذِّبِيْنَ
orang-orang yang mendustakan
﴿١٣٧﴾
Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).
430 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah menyeru orang-orang yang beriman ketika mereka ditimpa musibah pada perang uhud dengan ta’ziyah bagi mereka, bahwasanya telah berlalu sebelum kalian umat-umat, telah diuji orang-orang mukmin diantara mereka dengan penyerangan orang-orang kafir maka mereka menderita kekalahan, maka berjalanlah dimuka bumi dengan mengambil pelajaran atas nikmat yang diberikan kepada mereka, mereka itulah orang-orang yang mendustakan Allah dan RosulNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1269-surat-ali-imran-ayat-137.html
Tafsir as-Sa'di
137. Ayat-ayat yang mulia ini dan yang setelahnya yang menyebutkan kisah tentang perang uhud, Allah menghibur dengannya hamba-hambaNya yang beriman yang menegakkan hati mereka. Kemudian Allah mengabarkan kepada mereka bahwasanya telah berlalu umat dan kaum yang silih berganti, yang telah diberikan ujian, dan kaum Mukminin dari mereka dberi ujian dan memerangi kaum kafir.Dan mereka terus senantiasa dalam peperangan dan pertempuran hingga Allah memberi akibat yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa dan kemenangan bagi orang-orang yang beriman. Dan pada akhirnya, orang-orang yang berdusta mengalami kekalahandan Allah menghinakan mereka dengan membela para RasulNya, beserta para pengikut mereka. “Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi, ” dengan tubuh dan hati kalian, “dan perhatikanlah akibat orang-orang yang mendustakan rasul-rasul.” Kalian tidak akan menemukan mereka kecuali dalam keadaan mereka di siksa dengan hukuman dunia, negri mereka hancur, kerugian mereka sangatlah jelas oleh setiap orang, keagungan dan kekuasaan mereka telah hilang, dan kegagahan dan kesombangan mereka telah lenyap. bukankah dalam fakta itu ada dalil yang paling besar dan bukti yang paling akurat atas syariat yang di bawa oelh seluruh rasul dan hikmah dalam menguji hamba-hambaNya, agar terlihat jelas dan terang orang-orang yang benar dari orang-orang yang dusta? Karena itulah Allah berfirman,
Sumber: https://tafsirweb.com/1269-surat-ali-imran-ayat-137.html
Tafsir Al-Wajiz
137 Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu wahai para manusia sunnah-sunnah Allah dalam menyiksa orang-orang zalim dengan membinasakan mereka karena dusta mereka terhadap nabinya; dan di sisi lain pertolongan untuk kaum mukmin. Jika kalian ragu maka berjalanlah di atas bumi untuk mencari pelajaran, dan perhatikanlah bagaimana akibat dan bekas orang-orang terdahulu yang mendustakan rasul-rasul.
Sumber: https://tafsirweb.com/1269-surat-ali-imran-ayat-137.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 137-143 Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari menyampaikan kepada hamba-hambaNya yang mukmin yang terluka pada hari perang Uhud dan tujuh puluh di antara mereka tewas: (Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah) yaitu telah terjadi hal yang serupa pada umat-umat yang telah ada sebelum kalian, yaitu orang-orang yang mengikuti para nabi. Kemudian kemenangan bagi mereka, dan kehancuran atas orang-orang kafir. Oleh karena itu Allah berfirman: (Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan) Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (ini adalah penerangan bagi seluruh manusia) yaitu Al-Quran, yang di dalamnya terdapat penjelasan perkara dengan jelas, serta gambaran bagaimana umat-umat terdahulu berhadapan dengan musuh-musuh mereka. (dan petunjuk serta pelajaran) Al-Qur’an mengandung berita tentang apa yang terjadi sebelum kalian (petunjuk) bagi hati kalian (pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa) yaitu mereka yang menjauhi perbuatan maksiat dan dosa.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari menghibur orang-orang mukmin: (Janganlah kamu bersikap lemah) yaitu janganlah kalian lemah akibat hal yang telah terjadi (dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi jika kamu orang-orang yang beriman) yaitu kemenangan dan pertolongan akan menjadi milik kalian, wahai orang-orang mukmin, (Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun mendapat luka yang serupa) yaitu jika kalian menerima luka dan ada yang tewas di antara kalian, maka musuh-musuh kalian juga sebelumnya merasakan hal itu berupa tewas dalam perang dan terluka (Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia) yaitu terkadang giliran kemenangan musuh atas kalian, meskipun kemenangan akhir akan menjadi milik kalian, karena itu adalah hikmah dari Kami. Oleh Karena itu Allah berfirman: (dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman) Ibnu Abbas berkata terkait hal ini: “Kami ingin melihat siapa yang bersabar dalam menghadapi musuh-musuhnya.” (supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada') yaitu mereka yang mati di jalan Allah dan berkorban untuk mendapatkan keridhaanNya. (Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim (140) Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman) yaitu Dia menghapus dosa-dosa mereka jika mereka memiliki dosa.Jika tidak, maka Allah akan mengangkat derajat mereka sesuai dengan musibah yang menimpa mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (dan membinasakan orang-orang yang kafir) yaitu ketika mereka menang, berbuat zalim, dan sombong, maka hal itu akan menjadi sebab, kehancuran, kerusakan, kekalahan, dan kebinasaan mereka. Kemudian Allah berfirman, (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (142)) yaitu apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk Surga tanpa menghadapi diuji dengan peperangan dan kesulitan perang sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah: (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (214)) (Surah Al-Baqarah) dan Alif laam miim ((1) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (2) Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (3)) (Surah Al-Ankabut) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini, (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (142)) yaitu kalian tidak akan bisa memasuki surge sampai kalian diuji dan Allah melihat orang-orang yang berjuang di jalanNya di antara kalian dan orang-orang yang bersabar dalam mengahadapi musuh.FIrman Allah (Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya (143)) yaitu wahai orang-orang mukmin, sebelum hari ini, kalian menginginkan untuk berhadapan dengan musuh, kalian ingin menghancurkan mereka, ingin melawan mereka. Sekarang, apa yang kalian harapankan dan inginkan itu telah terwujud, jadi berjuanglah dan bersabarlah. Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah kalian mengharapkan pertemuan dengan musuh, dan berdoalah kepada Allah agar mendapat keselamatan, jika kalian berhadapan dengan musuh, maka bersabarlah, dan ketahuilah bahwa surga berada di bawah naungan pedang.” Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, (sungguh kamu telah melihatnya) yaitu kalian telah melihat kematian dalam kilatan pedang, pertukaran anak panah, dan barisan orang untuk berperang, dan orang-orang yang menggambarkan ini dengan khayalannya, yaitu menyaksikan sesuatu yang tidak bisa dirasakan sebelumnya seperti yang dirasakan oleh domba yang merasa aman di samping seekor domba jantan lalu yang merasa terancam oleh serigala.
Sumber: https://tafsirweb.com/1269-surat-ali-imran-ayat-137.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
137 dari 200 ayat
Juz
Juz 4
Halaman
Halaman 67
Ruku
Ruku 55
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 14 (27/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-430 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3