الشورى (Asy-Syura)
Per AyatMushaf
وَمِنْ
dan dari
اٰيٰتِهِ
tanda-tanda-Nya
الْجَوَارِ
kapal-kapal
فِى
di
الْبَحْرِ
laut
كَالْاَعْلَامِ
seperti gunung-gunung
ۗ
﴿٣٢﴾
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.
4304 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
32-33 Diantara ayat-ayatNya yang menunjukan kuasa Allah yang mengagumkan dan kekuasaan-NYa yang mengalahkan, adalah kapal-kapal yang besar seperti gunung yang berlayar di lautan. Bila Allah yang membuat kapal-kapal itu berjalan di laut berkehendak, Dia akan menghentikan angin sehingga kapal-kapal itu hanya diam diatas air, tidak bergerak. sesungguhnya dalam berlayarnya kapal-kapal itu dan berhentinya ia di lautan dengan kuasa Allah mengandung nasihat-nasihat dan bukti-bukti yang nyata atas kuasa Allah bagi orang-orang yang sangat sabar dalam menerima takdir Allah yang menyakitkan, serta banyak bersyukur atas nikmat-nikmat dan karunia-karuniaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9122-surat-asy-syura-ayat-32.html
Tafsir as-Sa'di
32. diantara bukti-bukti rahmat (kasih sayangNya) dan perhatianNya terhadap hamba-hambaNya, ”ialah kapal-kapal dilaut” berupa bahtera-bahtera dan berbagai kapal motor dan kapal layar yang karena sangat besarnya “seperti gunung-gunung” yakni gunung-gunung besar. Dan Allah-lah yang telah menundukkan lautan yang berkecamuk itu untuknya dan menjaganya dari gempuran gelombang. Dia menjadikannya mampu membawa kalian dan membawa berbagai barang yang sangat banyak milik kalian menunju negeri-negeri dan penjuru-penjuru nan jauh disana, dan Dia menundukkan pula untuk berbagai sebab (fasilitas) yang mempermudah semua itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/9122-surat-asy-syura-ayat-32.html
Tafsir Al-Wajiz
32. Di antara bukti kekuasaan Allah سبحانه وتعالى adalah kapal-kapal yang berlayar di lautan dengan layar seperti gunung
Sumber: https://tafsirweb.com/9122-surat-asy-syura-ayat-32.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 32-35 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa termasuk di antara tanda-tanda kekuasaanNya yang jelas adalah Dia menundukkan laut agar dijadikan sebagai jalan bagi bahtera dengan seizinNya, yaitu bahtera-bahtera yang berlayar di lautan seperti gunung-gunung. Pendapat ini dikatakan Mujahid dan As-Suddi yaitu bahwa bahtera-bahtera ini yang ada di laut seperti gunung-gunung di daratan. (Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin) yaitu angin yang bertiup di laut membawa bahtera, seandaiNya Allah menghendaki, Dia menghentikan tiupan angin itu sehingga bahtera-bahtera itu tidak bergerak, bahkan diam saja, tidak dapat maju dan tidak dapat mundur, bahkan diam saja mengapung di atas laut (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar) dalam menghadapi kesulitan (dan banyak bersyukur) sesungguhnya dalam penundukkan laut dan tiupan angin sesuai dengan apa yang mereka butuhkan untuk memperjalankan mereka itu benar-benar mengandung bukti-bukti yang menunjukkan kepada nikmat Allah kepada makhlukNya bagi setiap orang yang banyak bersabar dalam menghadapi kesulitan dan banyak bersyukur dalam sejahtera. Firman Allah: (atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka) yaitu seandainya Allah menghendaki, sungguh Dia membinasakan perahu-perahu itu, lalu menenggelamkannya karena dosa orang-orang yang sedang menaikinya (atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka)) yaitu dari dosa-dosa mereka; dan seandainya Allah menghukum mereka berdasarkan semua dosa mereka, sumgguh Dia akan membinasakan semua orang yang menaikinya.Sebagian ulama tafsir berkata tentang makna firmanNya: (atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka) yaitu seandainya Allah menghendaki, sungguh Dia mengirimkan angin yang kuat tiupannya dan melanda kapal-kapal itu sehingga menyimpang dari tujuannya. Dan angin itu mengombang-ambingkannya ke kanan dan ke kiri tanpa tujuan, menyimpang jauh dari arah yang dituju. Pendapat ini mengandung makna penghancurannya dan itu sesuai dengan pendapat pertama. yaitu bahwa seandainya Allah menghendaki, tentu Dia menjadikan angin itu berhenti atau menguatkannya sehingga mengombang-ambingkannya, menenggelamkannya, dan membinasakannya.Akan tetapi, karena kelembutan dan rahmatNya Dia meniupkan angin sesuai kebutuhannya, sebagaimana Dia menurunkan hujan menurut secukupnya. Seandainya Dia menurunkan hujan yang sangat banyak, maka semua bangunan akan roboh; atau jika sedikit maka tumbuhan dan buah-buahan tidak akan dapat tumbuh. sehingga Dia mengirimkan ke negeri, seperti Mesir, air dari negeri lain, karena mereka tidak membutuhkan hujan. Seandainya Dia menurunkan hujan kepada mereka, maka bangunan mereka akan roboh dan tembok-tembok mereka runtuh.Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan keluar (dari siksaan) (35)) yaitu, tidak ada jalan keluar bagi mereka dari siksaan dan balasan Kami, karena sesungguhnya mereka dikalahkan oleh kekuasaan Kami
Sumber: https://tafsirweb.com/9122-surat-asy-syura-ayat-32.html
Informasi
Surat
الشورى (Asy-Syura)
Musyawarah — 53 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
32 dari 53 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 487
Ruku
Ruku 422
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 98 (195/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4304 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-42