الشورى (Asy-Syura)

Per AyatMushaf
اِنْ
jika
يَّشَأْ
Dia menghendaki
يُسْكِنِ
Dia menenangkan
الرِّيْحَ
angin
فَيَظْلَلْنَ
maka jadilah ia kapal-kapal)
رَوَاكِدَ
terhenti
عَلٰى
atas
ظَهْرِهٖۗ
permukaan
اِنَّ
jika
فِيْ
pada yang
ذٰلِكَ
demikian itu
لَاٰيٰتٍ
benar-benar tanda-tanda
لِّكُلِّ
bagi setiap
صَبَّارٍ
orang yang bersabar
شَكُوْرٍۙ
orang yang bersyukur
﴿٣٣﴾
Jika Dia menghendaki, Dia akan menghentikan angin, sehingga jadilah (kapal-kapal) itu terhenti di permukaan laut. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang selalu bersabar dan banyak bersyukur,
4305 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

32-33 Diantara ayat-ayatNya yang menunjukan kuasa Allah yang mengagumkan dan kekuasaan-NYa yang mengalahkan, adalah kapal-kapal yang besar seperti gunung yang berlayar di lautan. Bila Allah yang membuat kapal-kapal itu berjalan di laut berkehendak, Dia akan menghentikan angin sehingga kapal-kapal itu hanya diam diatas air, tidak bergerak. sesungguhnya dalam berlayarnya kapal-kapal itu dan berhentinya ia di lautan dengan kuasa Allah mengandung nasihat-nasihat dan bukti-bukti yang nyata atas kuasa Allah bagi orang-orang yang sangat sabar dalam menerima takdir Allah yang menyakitkan, serta banyak bersyukur atas nikmat-nikmat dan karunia-karuniaNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9123-surat-asy-syura-ayat-33.html

Tafsir as-Sa'di

33-34 kemudian Allah menyinggung sebab-sebab (fasilitas-fasilitas) tersebut dengan FirmanNYa, ”jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, ” yang dijadikan oleh Allah sebagai sebab yang membuatnya bisa berjalan, “maka jadilah, ” yakni, kapal-kapal itu “terhenti, ” di permukaan lautan, tidak bisa maju dan tidak bisa mundur. Ini tidak menjadi batal karena adanya kapal-kapal motor, sebab diantara syaratnya untuk bisa berangkat adalah adanya angin. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan kapal-kapal tesebut karena perbuatan para penumpangnya.Maksudnya, Allah menenggelamkannya di dalam lautan dan menghancukannya. Namun Allah masih berlaku lembut dan memaafkan kebanyakan (perbuatan mereka). “sesungguhnya pada yang demikian itu tedapat tanda-tandaNya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, ” maksudnya, sangat penyabar terhadap hal-hal yang tidak disukai oleh jiwanya dan menyusahkannya sehingga ia tidak menyukainya, seperti kesusahan dalam menjalankan ketaatan atau dalam menolak bujukan untuk berbuat maksiat, atau untuk menghentikan jiwannya bersikap muka di saat ditimpa musibah dan suka berterima kasih di waktu senang dan di saat menerima berbagai nikmat, dia mengakui karunia tuhannya, ia tunduk patuh kepadaNya dan menggunakannya dalam angka mencari keridaanNya. Itulah oang yang akan dapat banyak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah.Adapun orang yang tidak mempunyai kesabaran dan tidak mempunyai rasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka ia pasti berpaling atau bersikap keras kepala, tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/9123-surat-asy-syura-ayat-33.html

Tafsir Al-Wajiz

33. Jika berkehendak, Allah akan memberhentikan angin yang menggerakkan kapal-kapal layar itu sehingga tetap diam di atas permukaan laut. Sesungguhnya dalam pelayaran dan pemberhentian kapal itu di atas air adalah untuk menunjukkan betapa menakjubkannya kekuasaan Tuhan itu bagi setiap kesabaran dan rasa syukur atas nikmat Tuhan yang dilakukan oleh orang mukmin.

Sumber: https://tafsirweb.com/9123-surat-asy-syura-ayat-33.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 32-35 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa termasuk di antara tanda-tanda kekuasaanNya yang jelas adalah Dia menundukkan laut agar dijadikan sebagai jalan bagi bahtera dengan seizinNya, yaitu bahtera-bahtera yang berlayar di lautan seperti gunung-gunung. Pendapat ini dikatakan Mujahid dan As-Suddi yaitu bahwa bahtera-bahtera ini yang ada di laut seperti gunung-gunung di daratan. (Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin) yaitu angin yang bertiup di laut membawa bahtera, seandaiNya Allah menghendaki, Dia menghentikan tiupan angin itu sehingga bahtera-bahtera itu tidak bergerak, bahkan diam saja, tidak dapat maju dan tidak dapat mundur, bahkan diam saja mengapung di atas laut (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar) dalam menghadapi kesulitan (dan banyak bersyukur) sesungguhnya dalam penundukkan laut dan tiupan angin sesuai dengan apa yang mereka butuhkan untuk memperjalankan mereka itu benar-benar mengandung bukti-bukti yang menunjukkan kepada nikmat Allah kepada makhlukNya bagi setiap orang yang banyak bersabar dalam menghadapi kesulitan dan banyak bersyukur dalam sejahtera. Firman Allah: (atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka) yaitu seandainya Allah menghendaki, sungguh Dia membinasakan perahu-perahu itu, lalu menenggelamkannya karena dosa orang-orang yang sedang menaikinya (atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka)) yaitu dari dosa-dosa mereka; dan seandainya Allah meng­hukum mereka berdasarkan semua dosa mereka, sumgguh Dia akan membinasakan semua orang yang menaikinya.Sebagian ulama tafsir berkata tentang makna firmanNya: (atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka) yaitu seandainya Allah menghendaki, sungguh Dia mengirimkan angin yang kuat tiupannya dan melanda kapal-kapal itu sehingga menyimpang dari tujuannya. Dan angin itu mengombang-ambingkannya ke kanan dan ke kiri tanpa tujuan, menyimpang jauh dari arah yang dituju. Pendapat ini mengandung makna penghancurannya dan itu sesuai dengan pendapat pertama. yaitu bahwa seandainya Allah menghendaki, tentu Dia menjadikan angin itu berhenti atau menguatkannya sehingga mengombang-ambingkannya, menenggelamkannya, dan membinasa­kannya.Akan tetapi, karena kelembutan dan rahmatNya Dia meniupkan angin sesuai kebutuhannya, sebagaimana Dia menurunkan hujan menurut secukupnya. Seandainya Dia menurunkan hujan yang sangat banyak, maka semua bangunan akan roboh; atau jika sedikit maka tumbuhan dan buah-buahan tidak akan dapat tumbuh. sehingga Dia mengirimkan ke negeri, seperti Mesir, air dari negeri lain, karena mereka tidak membutuhkan hujan. Seandainya Dia menurunkan hujan kepada mereka, maka bangunan mereka akan roboh dan tembok-tembok mereka runtuh.Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan keluar (dari siksaan) (35)) yaitu, tidak ada jalan keluar bagi mereka dari siksaan dan balasan Kami, karena sesungguhnya mereka dikalahkan oleh kekuasaan Kami

Sumber: https://tafsirweb.com/9123-surat-asy-syura-ayat-33.html

Informasi

Surat

الشورى (Asy-Syura)

Musyawarah — 53 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

33 dari 53 ayat

Juz

Juz 25

Halaman

Halaman 487

Ruku

Ruku 422

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 98 (195/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4305 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-42