الشورى (Asy-Syura)
Per AyatMushaf
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
اِذَآ
apabila
اَصَابَهُمُ
menimpa mereka
الْبَغْيُ
kezaliman
هُمْ
mereka
يَنْتَصِرُوْنَ
mereka membela diri
﴿٣٩﴾
dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri.
4311 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang bila dizhalimi, mereka menuntut hak mereka kepada orang yang menzhalimi mereka tanpa melampaui batas, namun bila mereka bersabar, maka akibat kesabaran mereka mengandung kebaikan yang banyak.
Sumber: https://tafsirweb.com/9129-surat-asy-syura-ayat-39.html
Tafsir as-Sa'di
39. “dan orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim, ” maksudnya, kezhaliman yang sampai kepada mereka dai musuh, ”mereka membela diri, ”karena kekuatan dan keperkasaan (harga diri) mereka. mereka tidak menjadi manusia yang hina dan lemah untuk membela diri. Ringkasnya, Allah menyifati mereka dengan iman, tawakal kepada Allah, menjauhi perbuatan-perbuatan keji dan dosa-dosa besar yang dengannya dosa-dosa kecil dihapuskan, kepatuhan yang sempurna dan memenuhi seruan tuhan mereka, menegakkan shalat, berinfak di jalan-jalan kebajikan, bermusyawarah dalam urusan-urusan mereka, kekuatan dan membela diri terhadap musuh. Inilah karakter-karakter mulia dalam diri mereka tersebut memastikan mereka melakukan karakter-karakter lainnya dan menjauhi lawan-lawannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9129-surat-asy-syura-ayat-39.html
Tafsir Al-Wajiz
39. Dan orang-orang yang saat menerima kezaliman dan tindakan yang melewati batas, mereka menolong atau membela diri mereka dari kezaliman itu dengan melawan keburukan itu menggunakan sesuatu yang serupa.
Sumber: https://tafsirweb.com/9129-surat-asy-syura-ayat-39.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 36-39 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menggambarkan kecilnya perkara dunia, perhiasannya, dan segala sesuatu yang ada padanya berupa perhiasan dan kenikmatam yang fana, dengan firmanNya سبحانه وتعالى: (Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu, itu adalah kesenangan hidup di dunia) yaitu, bagaimanapun kalian menghasilkan dan mengumpulkan sesuatu, janganlah teperdaya olehnya, karena sesungguhnya itu adalah kesenangan hidup di dunia, sedangkan dunia adalah negeri yang fana dan pasti akan lenyap (dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal) yaitu pahala Allah سبحانه وتعالى lebih baik daripada dunia, karena itu kekal. Maka janganlah mendahulukan yang fana atas sesuatu yang kekal. Oleh karena itu Allah berfirman: (bagi orang-orang yang beriman) yaitu bagi orang-orang yang bersabar dalam meninggalkan kesenangan dunia (dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal) yaitu untuk membantu mereka bersabar dalam menunaikan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman (dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji) Pembahasan tentang dosa-dosa besar dan perbuatan keji telah dijelaskan di surah Al-A'raf. (dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf) yaitu watak mereka adalah pemaaf dan penyantun terhadap orang lain, dan bukan termasuk watak mereka adalah pendendam. Firman Allah: (Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya) yaitu mereka mengikuti para rasul Allah dan taat kepada perintah-perintahNya serta menjauhi larangan-laranganNya (dan mendirikan shalat) yaitu shalat itu ibadah yang paling agung (sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka) yaitu, mereka tidak pernah memutuskan sesuatu melainkan sampai mereka bermusywarah di antara mereka agar mereka mengemukakan pendapat mereka, seperti dalam menghadapi perang dan hal lainnya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah) (Surah Ali Imran: 159).Oleh karena itu Rasulullah ﷺ selalu bermusyawarah dengan mereka dalam menghadapi peperangan dan perkara yang serupa, agar hati mereka senang dengan itu. Demikian juga ketika Umar bin Khattab menjelang wafatnya karena tertusuk, dia menjadikan urusan kekhalifahan setelahnya agar dimusyawarahkan di antara enam orang berikut, yaitu Usman, Ali, Thalhah, Az-Zubair, Sa'd, dan Abdurrahman bin Auf. Maka pendapat semua sahabat sepakat menunjuk Usman bin Affan sebagai khalifah mereka (dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) demikian itu dengan berbuat kebaikan kepada makhluk Allah yang paling dekat dengan mereka dari kalangan kerabat.Firman Allah: (Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri (39)) yaitu mereka mempunyai kekuatan untuk membela diri dari orang-orang yang berbuat zalim dan memusuhi mereka. Mereka bukanlah orang-orang yang lemah, bukan pula orang-orang yang hina, melainkan mempunyai kemampuan untuk membalas perbuatan orang-orang yang berlaku melampaui batas terhadap mereka. Sekalipun sifat mereka demikian yaitu mampu untuk membalas, mereka selalu memberi maaf.Sebagaimana yang dikatakan nabi Yusuf kepada saudara-saudaranya: (Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu)) (Surah Yusuf: 92) Padahal nabi Yusuf mampu menghukum mereka dan membalas perbuatan mereka terhadap dirinya.Sebagaimana Rasulullah ﷺ memaafkan delapan puluh orang yang berniat akan membunuhnya pada tahun perjanjian Hudaibiyyah. Mereka turun dari Bukit Tan'im; dan setelah mereka dapat dikuasai, maka ketika Rasulullah ﷺ menguasai mereka, beliau memaafkan mereka, meskipun beliau ﷺ mampu menghukum mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/9129-surat-asy-syura-ayat-39.html
Informasi
Surat
الشورى (Asy-Syura)
Musyawarah — 53 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
39 dari 53 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 487
Ruku
Ruku 422
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 98 (195/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4311 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-42